Indonesia tanah air ku.
tanah tumpah darahku
disanalah aku berdiri
jadi pandu ibuku
indonesia kebangsaanku
bangsa dan tanah airku..
marilah kita berseru
indonesia bersatu
hiduplah tanahku, hiduplah negeriku.
bangsaku rakyatku semuanyaa
bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk indonesia raya
indonesia raya merdeka, merdeka
tanah ku negeriku yang ku cinta }2x
indonesia raya merdeka, merdeka hiduplah indonesia raya.
(maaf jika ada kesalah atas lirik lagu diatas, mohon koreksiannya,,, )
welcome to my world, Please enjoy everything in this blog, Have a nice day And Thank you For visiting my blog.
Cari Blog Ini
30 Desember 2010
29 Desember 2010
Kaka ke Chelsea, bukan Inter’
Ricardo Kaka terus diterpa gosip pindah (AP)
“Saya adalah satu-satunya orang Italia yang mengenal Florentino Perez dengan sangat baik. Kami sudah berteman selama sepuluh tahun. Saya bicara dengannya beberapa hari lalu,” ujar Bronzetti.
“Florentino sedikit keras kepada dan ia tak akan mau kalah taruhan dalam soal Kaka, sama seperti halnya bek Maicon dan penyerang Diego Milito tak akan meninggalkan Inter untuk Madrid,”
“Inter memiliki pesaing kuat (dalam mendapatkan Kaka), yaitu Chelsea. Jika Kaka akhirnya dilepas akhir musim nanti, ia berpeluang 90 persen bergabung dengan Chelsea, bukan ke Inter,” paparnya
via Kompas
sumber : http://sepakbola.com/news/2010-12-29/0020156/kaka-ke-chelsea-bukan-inter
25 Desember 2010
TANAH AIR
By: Ibu Soed
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Tanah Airku.Mp3
PELAPISAN SOSIAL
Pengertian Pelapisan Sosial
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat :
1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3) Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4) Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5) Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL
Di dalam organisasi masyarakat primitive pun sebelum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban ;
2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa ;
3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh ;
4) adanya orangorang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlawmen) ;
5) adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri ;
6) adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidakstabilan ekonomi itu secara umum.
Di dalam organisasi masyarakat primitive pun sebelum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban ;
2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa ;
3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh ;
4) adanya orangorang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlawmen) ;
5) adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri ;
6) adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidakstabilan ekonomi itu secara umum.
TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
– Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
- Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).
Sifat- sifat lapisan masyarakat
Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
-Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan pendeta;
-Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
-Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
-Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
-Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.
2. system pelapisan masyarakat yang terbuka
Pada sistem pelapisan terbuka, setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke pelapisan sosial yang lebih tinggi karena kemampuan dan kecakapannya sendiri atau turun ke pelapisan sosial yang lebih rendah bagi mereka yang tidak cakap dan tidak beruntung. Seseorang dapat pula mencapai kelas sosial yang lebih tinggi. Seseorang dapat pula "dikeluarkan" apabila tidak sanggup melaksanakan hak-haknya dan kewajibannya sesuai kelas sosial yang disandangnya. Jadi sistem stratifikasi sosial terbuka bersifat sementara karena gerak sosial (mobilitas sosial) dari satu status ke status yang lainnya dapat terjadi setiap saat dan di mana saja. Sistem stratifikasi sosial pada masyarakat terbuka didorong oleh beberapa faktor sebagai berikut.
1. Perbedaan ras dan sistem sosial budaya (adat istiadat).
2. Pembagian tugas (spesialisasi).
3. Kelangkaan hak dan kewajiban.
Kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota-anggota masyarakat kedalam lapisan social sebagai berikut :
1) Ukuran kekayaan : (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
2) Ukuran kekuasaan : barang siapa yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.
3) Ukuran kehormatan : orang yang paling disegani dan dihormati menduduki lapisan sosial teratas. Misalnya golongan tua atau orang yang berjasa kepada masyarakat.
4) Ukuran ilmu pengetahuan : seperti gelar kesarjanaan.
Ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.
1) Ukuran kekayaan : (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
2) Ukuran kekuasaan : barang siapa yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.
3) Ukuran kehormatan : orang yang paling disegani dan dihormati menduduki lapisan sosial teratas. Misalnya golongan tua atau orang yang berjasa kepada masyarakat.
4) Ukuran ilmu pengetahuan : seperti gelar kesarjanaan.
Ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.
Menurut Davis dan Moore (dalam Ritzer, 2000:118), Pelapisan sosial sebagai fenomena sosial yang penting. Artinya tidak ada masyarakat yang tidak terstratifikasi. Hal ini karena setiap masyarakat memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda-beda sehingga dengan adanya stratifikasi social maka semua perbedaan itu diakomodasi masing-masing anggota masyarakat. Sistem stratifikasi tidak mengacu kepada individu dari dalam sistem stratifikasi tetapi lebih kepada posisi (kedudukan). Posisi tinggi dalam stratifikasi sosial memiliki nilai prestise, kekuasaan, dan bahkan pendapatan yang tinggi.
Referensi :
Maryati, Kun dan Juju Suryawati.2006. Sosiologi.Jakarta; esis
://www.maulanaku.co.cc/2010/11/stratifikasi-sosial.html
Murdiyatmoko,Janu. 2007.Sosiologi Memehami dan Mengkaji Masyarakat. Bandung : Grafindo Media Pratama.
15 Desember 2010
Tak Perlu diBaca,,, !!
hmmm.... malam ini aku sadang ingin menulis. walaupun mungkin bagi orang lain isi tulisan ini sama sekali tidak penting. Aku tlah membaca, berkaca, menonton, melihat tentang orang-orang yang hebat, dan menimbulkan pertanyaan yang lumrah bagi setiap orang, yakni kapankah kiranya dapat melempaui orang2 tersebut?. Tentu kesuksesam mereka tak diraih dengan usaha gampangan, tapi bagaimana mereka dapat mendidik jiwa kerja keras sehingga dapat berbuah manis, harum, menarik bagi banyak orang. Yang ku sadari walau tidak sepenuhnya adalah jiwa kerja keras orang2 seperti itu belum tumbuh pada diriku.Sebenarnya banyak keinginan yang mungkin mampu aku capai namun sampai detik ini belum juga dapat tercapai, contohnya saja aku berminat menjadi penyiar,, namun tampaknya ada kendala dariku yang membuatku merasa kesulitan, hah... yaa... sulitnya menghilangkan kegugupan yang membuat merusak beberapa kesempatan yang baik di berbagai kegiatan yang aku coba. bahkan untuk tampil didepan teman2 sekelas. sejujurnya aku ingin sekali mampu mengatasi hal tersebut, namun belum menemukan suatu cara yang tepat. aku percaya pada tulisan2 yang pernah ku baca bahwasanya tidak ada batasan pada potensi seseorang kecuali ia menciptakkannya sendiri. asal mau belajar, dan tekuni akan bisa!! hmm,,,, kira-kira apa yang dapat membuat "demam panggung" ku sembuh???
Terkadang jika aku harus memulai sesuatu,, misalnya saja perubahan, aku bingung harus mulai dari mana?!. aku menyadari banyak hal yang berubah dariku, semisal pemikiran. Walau mungkin perubahan yang terjadi ini belum memiliki dampak pada fungsi diriku sebagai anak perempuan yang mulai dewasa. bisa dikatakan aku benar2 seorang pemalas yang tidak pernah sadar untuk melakukan apa yang seharusnya ku lakukan sbagai tanggung jawabku dirumah. Ya aku tahu dan menyadari hal ini, semestinya ini diperbaiki tapi apa yang harus ku lakukan kadang aku bingung hingga ada yang memberi tahukan kepadaku. Aneh kah menurutmu?... ini sebenarnya kurang kesadaran. Tapi bagaimana supaya sadar? padahal 18 desember ini atau 3 hari lagi aku ultah ke 19 tahun. Aku tahu aku ini sudah dewasa secara umur, tapi tampakknya belun dewasa secara prilaku dan pemikiran.
Mau disebut apa orang sepertiku ini, yang menyadari keterbatasan tapi sampai detik ini belum mampu mengatasinya! harapanku aku ingin menjadi lebih berguna terutama untuk orang-orang di sekitarku dan ingin sekali jadi rajin! Diriku saat ini sangat malas dalam segala hal, ini juga hambatan yang membuat impian-impianku bagai gunung terjal yang sulit digapai puncaknya! Bagaiman menjadi rajin? pertanyaan klasik yang terdengar menyebalkan. Apakah dengan pendidikan yang aku dalami sekarang ini akan benar2 berpengaruh pada pemikiran dan perubahan yang terjadi?
Terkadang jika aku harus memulai sesuatu,, misalnya saja perubahan, aku bingung harus mulai dari mana?!. aku menyadari banyak hal yang berubah dariku, semisal pemikiran. Walau mungkin perubahan yang terjadi ini belum memiliki dampak pada fungsi diriku sebagai anak perempuan yang mulai dewasa. bisa dikatakan aku benar2 seorang pemalas yang tidak pernah sadar untuk melakukan apa yang seharusnya ku lakukan sbagai tanggung jawabku dirumah. Ya aku tahu dan menyadari hal ini, semestinya ini diperbaiki tapi apa yang harus ku lakukan kadang aku bingung hingga ada yang memberi tahukan kepadaku. Aneh kah menurutmu?... ini sebenarnya kurang kesadaran. Tapi bagaimana supaya sadar? padahal 18 desember ini atau 3 hari lagi aku ultah ke 19 tahun. Aku tahu aku ini sudah dewasa secara umur, tapi tampakknya belun dewasa secara prilaku dan pemikiran.
Mau disebut apa orang sepertiku ini, yang menyadari keterbatasan tapi sampai detik ini belum mampu mengatasinya! harapanku aku ingin menjadi lebih berguna terutama untuk orang-orang di sekitarku dan ingin sekali jadi rajin! Diriku saat ini sangat malas dalam segala hal, ini juga hambatan yang membuat impian-impianku bagai gunung terjal yang sulit digapai puncaknya! Bagaiman menjadi rajin? pertanyaan klasik yang terdengar menyebalkan. Apakah dengan pendidikan yang aku dalami sekarang ini akan benar2 berpengaruh pada pemikiran dan perubahan yang terjadi?
18 November 2010
PSIKOLOGI BELAJAR
PARADIGMA FUNGSIONALISTIK
paradigma para ahli psikologi dalam mempelajari proses belajar.
PENGERTIAN THORNDIKE
KONEKSIONISME
Usaha untuk menggabungkan antara kejadian sensoris dengan perilaku (behavior)
Thorndike, menitik beratkan pada aspek FUNGSIONAL dari perilaku ; yaitu proses mental dan perilaku berkaitan dengan penyesuaian diri orang dengan lingkungan
TRIAL AND ERROR
Dasar dari belajar adalah ; trial and error learning.
Disebut juga sebagai ; by selecting and connecting.
¡ Se ekor kucing dimasukkan ke dalam puzle-box
¡ Disimpulkan;
- Menunjukkan penyesuaian diri sedemikian rupa ketika ingin keluar dari box
- Menunjukkan keadaan discomfort (tidak menyenangkan)
- Adanya usaha untuk keluar
- Secara increment (sedikit-demi sedikit)
Kesimpulannya
ü Bahwa memecahkan masalah yang dihadapi yang ditunjukkan tidak menggunakan insight sebab tidak terlihat pemecahan mendadak.
ü Setiap masalah ada kesempatan
ü Trial and error berhenti bila memperoleh cara penyelesaian masalah yang dihadapi.
Artinya dalam belajar
¡ Bersifat trial and error daripada insightful
¡ Terjadi sedikit demi sedikit kemajuan daripada berbentuk loncatan
¡ Bila belajar dengan insightfull maka terjadi loncatan
Diakui Thorndike ; belajar pada manusia itu lebih KOMPLEKS.....
dengan cara adanya sebuah PROSES BELAJAR
PENDAPAT THORNDIKE
TENTANG MASALAH BELAJAR ;
- HUKUM KESIAPAN / the law of readiness
- HUKUM LATIHAN/the law of exercise
- HUKUM EFEK/ the law of effect
Hukum kesiapan
Agar proses belajar mencapai hasil yang sebaik-baiknya , maka diperlukan adanya kesiapan orang yang bersangkutan untuk melakukan belajar tersebut.
3 keadaan yang menunjukkan berlakunya hukum kesiapan
- Bila pada orang ada kesiapan untuk berperilaku, bila dapat melakukannya maka orang akan mengalami KEPUASAN
- Bila pada orang ada kesiapan untuk bertindak/ berperilaku dan tidak dapat melakukannya kesiapan tersebut, maka orang itu akan mengalami KEKECEWAAN
- 3. Bila pada orang itu tidak ada kesiapan untuk bertindak, maka orang itu dipaksa untuk melakukannya, maka hal tersebut akan menimbulkan keadaan yang tidak memuaskan.
Kesimpulannya....
q Bila orang dapat melakukan sesuatu perbuatan sesuai dengan apa yang dikehendaki atau sesuai dengan kesiapan dirinya, maka organisme tersebut akan memperoleh kepuasan.
q Dan bila hambatan dalam mencapai tujuan maka akan menimbulkan kekecewaan
q Memaksa orang untuk berbuat sesuatu yang tidak dikehendaki juga akan menimbulkan kekecewaan atau FRUSTRASI
Sesuatu yang menyenangkan adalah sesuatu yang tidak ditolak oleh orang, dan keadaan yang tidak menyenangkan atau ditolak adalah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh orang
Hukum latihan
¡ The Law of Use Bahwa hubungan atau koneksi antar stimulus dan respon akan menjadi lebih kuat bila sering digunakan. Semata-mata karena LATIHAN
¡ The Law of Disuse Suatu hukum yang menyatakan bahwa hubungan atau koneksi antar stimulus dan respon akan menjadi lemah bila tidak ada latihan.
¡ “Akan menjadi kuat atau memperkuat “dan “memperlemah atau menjadi lemah” yaitu; probabilitas terjadinya respon makin tinggi bila stimulus timbul lagi, sebaliknya hubungan akan diperlemah, berarti probabilitas timbulnya respon itu menurun bila stimulus timbul lagi.
The law of excercise itu menunjukkan bahwa seseorang belajar :
By Doing dan Forget By Not Doing
THE LAW OF EFFECT
FROM THORNDIKE
‘memperkuat’ atau memperlemah’ hubungan antara stimulus dan respon terganung pada bagaimana hasil dari respon yang bersangkutan’
Menunjukkan hasil yang tidak menyenangkan (annoying), maka kuatnya hubungan antara stimulus dan respon menjadi menurun
Dengan kata lain
‘bila suatu timulus menimbulkan respon yang membawa reward, hubungan atau koneksi antar S – P menjadi kuat
Konsep lain dari Thorndike
- Multiple Response
- Set atau Attitude
- Prepotency of element or partial activity
Multiple Response
Ketika organisme dalam menghadapi masalah akan mencoba berbagaimacam respon untuk mendapatkan respon yang tepat
Bila tidak didahului dengan multiple response, organisme tidak akan mendapatkan respon yang tepat
Dengan berbagai respon atau TRIAL AND ERROR akhirnya organisme mendapat respon yang tepat
Set atau attitude
Kesiapan atau kecenderungan untuk berperilaku tertentu, ini merupakan ksiapan atau set untuk menghadapi situasi belajar.
Sikap yang mendahului konsep ini
Artinya : Hal-hal yang mempengaruhi proses belajar setiap orang berupa hal-hal yang menyenangkan, sebaliknya....
Prepotency of element or partial activity
RESPON BY ANALOGY
Memberikan gambaran bahwa apabila orang menghadapi situasi baru, maka orang akan memberikan respons dengan cara yang telah dimilikinya yang mirip dengan situasi yang baru atau
Orang akan dipengaruhi respon yang lama mirip dengan situasi yang baru
Respon by analogy = identical element
Bahwa manusia mempunyai berbagai macam daya (faculty), dan daya ini akan dapat diperkuat dengan melatih daya (faculty) yang bersangkutan dan kekuatan suatu daya akan dapat mempengaruhi kekuatan daya yang lain.
Associative shifting
Setiap respon yang dimiliki oleh stiap orang dapat dipindahkan atau dialihkan sebagai respon terhadap stimulus baru = respon terkondisi
Revisi teori Thorndike
REWARD + PUNISHMENT tidak menunjukkan efek yang SIMETRIS
13 November 2010
PSIKOLOGI BELAJAR
DOSEN : ITRYAH
The definition of learning :
• Belajar mrpkn :
proses ( membutuhkan waktu sampai ada hasilnya) adaptasi perilaku yang bersifat progresif (kearah yang lebih sempurna) (Skinner)
• Belajar membawa perubahan dalam performance akibat dari perubahan adalah latihan (usaha individu yang belajar)
(Mc Geoch )
CALHOUN & ACOCELLA :
“The constitute the least efficient way of learning” kebiasaan itu adalah cara yang paling tidak efisien dalam belajar
Rumusan tentang belajar
• Walker (1967) : arti belajar yakni perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman.
• Morgan (1961) : suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat atau hasil dari pengalaman yang lalu.
• Good and Boophy (1977) : suatu proses yang bersifat internal , terjadi dalam diri seseorang.
Belajar menurut sebagian orang???
Ø Proses yang terjadi dalam otak manusia
Ø Syaraf dan sel otak bekerja mengumpulkan semua yang dilihat oleh mata ----- didengar oleh telinga dll..
Ø Disusun oleh otak sebagai hasil belajar
Beberapa hal tentang belajar
• Suatu proses sehingga adanya perubahan perilaku
(kognitif, afektif, psikomotorik)
• Perubahan bersifat actual (nampak), saat itu atau dilain kesempatan
• Relatif permanen (lama), menetap terus sampai satu waktu berubah karena belajar
• Latihan dan pengalaman
1. Respon alami (native) vs belajar
Perilaku yang tidak disebabkan belajar, reflektif karena adanya stimulus.
Misal :
• Bersin perilaku dengan sendirinya terjadi bila hidung kemasukan kotoran.
• Jari yang terkena api, dengan sendirinya menarik jari
• Tetapi kadangkala, respon alami dipengaruhi pula oleh faktor belajar.
2. Kematangan vs belajar
Perilaku berubah karena ada pengaruh latihan/pengalaman, tetapi karena adanya tahapan.
• Misal :
burung dapat terbang jika sudah matang/mampu,
Anak bisa berjalan jika pada waktunya, anak bisa bicara/berbahasa.
3. Kelelahan vs belajar
Kelelahan akan menimbulkan perubahan perilaku dan performance.
• Misal: bila motor activities berlangsung terus menerus maka orang akan kelelahan, dan mencoba untuk istirahat
4. Performance vs belajar
Dua hal yang berbeda, performance adalah aktualisasi , tapi kalau belajar belum aktualisasi.
• Misal :
orang yang sakit karena obat-obatan dapat mempengaruhi performancenya. Perubahan itu bukan karena belajar tapi karena orang sakit pengaruh obat-obatan. Sebaliknya.
Belajar adalah : suatu perilaku---- saat orang belajar maka responnya menjadi lebih baik. Bahkan sebaliknya bila tidak belajar respon menurun. (skinner)
Faktor yang mempengaruhi belajar
• Masukan mentah : individu yang belajar
• Masukan instrumental : berupa perangkat lunak maupun perangkat keras
• Masukan lingkungan : menyangkut lingkungan fisik mapupun lingkungan sosial
• Masukan mentah
merupakan individu belajar dan ini kan mempunyai peranan yang besar dalam berhasil tidaknya dalam belajar
1. segi kejasmanian
2. segi psikologis
- Segi kejasmanian
dibutuhkan jasmani yang baik, dalam arti keadaan jasmaniahnya sehat, tidak mengalami gangguan.
2. Segi psikologis
beberapa aspek dalam segi psikologis adalah yang berkaitan dengan proses dan hasil belajar adalah mengenai persepsi, ingatan, intelegensi, perasaan atau emosi, dan motivasi.
• Persepsi yang kurang tepat mengenai apa yang dipelajari akan membawa hasil belajar yang kurang baik
• Intelegensi, yang banyak berperan dalam hal belajar. Ada korelasi yang cukup tinggi antara intelegensi dengan hasil belajar.
• Motivasi, sangat besar peranannya dalam belajar. Tidak jarang hasil belajar kurang baik bukan karena intelegensi yang kurang tapi motivasi kurang mendukung
Menurut Tolman (Hergenhan, 1976) : variabel yang ada pada diri individu yang berpengaruh pada belajar adalah :
a. Heredity
b. Age
c. previous training
d. Special endocrine
e. Drug or vitamin conditions
a. Heredity
b. Age
c. previous training
d. Special endocrine
e. Drug or vitamin conditions
Faktor keturunan, misalnya intelegensi, karena keturunan masing-masing individu berbeda-beda( innate differences )
“baik tidaknya hasil belajar, salah satu segi akan ditentukan olwh faktor keturunan dan akan sulit dimanipulasi”
Usia menyangkut tentang kematangan
“jika kematangan belum tiba, dan individu dipaksa untuk belajar, maka tidak akan dapat dicapai hasil belajar yang sebaik-baiknya”
Dikenal dengan : MASA PEKA
Previous Training
Latihan atau pengalaman yang pernah dialami.
“ pengalaman terdahulu akan berpengaruh pada hasil belajar”
Special endocrine, minuman keras, vitamin
Sangat berpengaruh pada keadaan internal, keadaan ini akan berpengaruh pada temperamen, suasana hati (mood) dan kepribadian seseorang dan ini akan mempengaruhi hasil belajar
Pendekatan psi. belajar
• Mempelajari masalah belajar melalui kancah (field) yang sebenarnya, bukan di laboratorium, atau yang disebut naturalistic observation.
• Pendekatan laboratorium.
Naturalistic observation
Suatu pendekatan yang langsung pada peristiwa yang terjadi secara alamiah
Misalnya :
v Mengadakan observasi dalam kelas;keadaan terjadi secara alami.
kelemahannya: keadaan kelas kompleks
Belajar di laboratorium
Kelemahannya :
• Situasi yang dibuat, bukan situasi wajar
• Memunculkan banyak pertanyaan
Keuntungannya :
• Dapat dikendalikan
• Lebih teliti
11 November 2010
AGAMA DAN SISTEM KEPERCAYAAN
Definisi agama
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata ‘agama’ berarti suatu sistem, prinsip kepercayaan terhadap Tuhan (Dewa dsb) dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu.
Kata ‘agama’ dapat juga didefinisikan sebagai perangkat nilai-nilai atau norma-norma ajaran moral spiritual kerohanian yang mendasari dan membimbing hidup dan kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat
Kata ‘agama’ dapat juga didefinisikan sebagai perangkat nilai-nilai atau norma-norma ajaran moral spiritual kerohanian yang mendasari dan membimbing hidup dan kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat
Asal usul agama
Jika ditinjau dari segi asalnya, maka semua agama di Bumi ini di bagi 2, yaitu :
1. Agama Samawi (Tauhid)
Yaitu agama yang turun dari Hadirat Yang Maha Tinggi, yaitu agama yang berasal dari wahyu Allah SWT yang menjadikan alam semesta dan diwahyukan kepada Rasul-Rasul-Nya untuk disampaikan kepada umat mereka masing-masing. Agama samawi adalah Agama Yahudi yang dibawa oleh Nabi Musa, Agama Nasrani yang dibawa oleh Nabi Isa AS, dan Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
2. Agama Thabi’y (A’rdhi)
Yaitu agama yang timbul dari angan-angan khayal manusia belaka, bukan berasal dari wahyu Ilahi. Agama A’rdhi adalah Agama Majusi, agama shabiah.
Unsure-unsur agama:
- Keyakinan ( credial )
- Peribadatan ( ritual )
- Sistem nilai
- Praktik
Agama – agama di dunia
· Agama Islam.
Adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutanMuslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan“. Kitab suci agama islam adalah Al Qur’an. Al qur’an merupakan pedoman hidup kaum muslim yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui jibril.
· Agama Kristen
Pemeluk agama Kristen mengimani bahwa Yesus Kristus atau Isa Almasih adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan Yesus Kristus. Dalam kepercayaan Kristen. Kitab sucinya adalah injil.
Kekristenan telah berkembang menjadi tiga cabang utama:
— Katolik
— Buddha (Bahasa Sansekerta:berarti. Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan sejati. dari perkataan Sansekerta: "Budh", untuk mengetahui) merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, ia sering digunakan untuk merujuk Siddharta Gautama, guru agama dan pendiri Agama Buddha (dianggap "Buddha bagi waktu ini"). Kitap Suci agama Buddha adalah Tripitaka.
— Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Veda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Di antara Dewa-Dewi dalam agama Hindu, yang paling terkenal sebagai suatu konsep adalah: Brahmā, Wisnu,Çiwa. Mereka disebut Trimurti. Kitab suci agam hindu adalah weda
— Shinto adalah sebuah agama yang berasal dari Jepang. Agama Shinto melibatkan penyembahan kami, yang bisa diterjemahkan sebagai dewa, roh alam, atau sekedar kehadiran spiritual. Sebagian kami berasal dari daerah setempat dan bisa dianggap sebagai roh yang mewakili daerah tersebut, namun kami lainnya mewakili benda-benda dan proses alami utama, misalnya Amaterasu, sang dewi matahari.
— Zoroastrianisme adalah sebuah agama dan ajaran filosofi yang didasari oleh ajaran nabi Zoroaster. Zoroastrianisme dahulu kala adalah sebuah agama yang dominan dianut di daerahIran, disebarkan pertama kali di Balkh, sebuah kota di utara Afganistan. Sampai tahun 2007, jumlah penganut Zoroastrianisme telah menurun banyak, dan diperkirakan tinggal berjumlah 200.000.
— Taoisme, Inti ajaran ini adalah "Dao" (道) yang berarti tidak berbentuk, tidak terlihat, tapi merupakan proses kejadian dari semua benda hidup dan segala benda-benda yang ada di alam semesta. Dao yang berwujud dalam bentuk benda hidup dan kebendaan lainnya adalah De (德). Gabungan Dao dengan De dikenal sebagai Taoisme yang merupakan landasan kealamian.
— Ajaran Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga: Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao (儒教) yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur. Agama Khonghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah "Tian" atau "Shang Di".
ANIMISME DAN DINAMISME
— Kepercayaan animisme (dari bahasa Latin anima atau "roh") adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh merupakan asas kepercayaan agama yang mula-mula muncul di kalangan manusia primitif. Kepercayaan animisme mempercayai bahawa setiap benda di Bumi ini, (seperti kawasan tertentu, gua, pokok atau batu besar), mempunyai jiwa yang mesti dihormati agar jiwa/roh tersebut tidak mengganggu manusia, malah membantu mereka terlindung dari roh jahat dan membantu kehidupan seharian mereka.
— dinamisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu dunamos, sedangkan dalam bahasa Inggris berarti dynamic dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan arti kekuatan, daya, atau kekuasaan. Definisi dari dinamisme memiliki arti tentang kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia yang diyakini memiliki kekuatan ghaib.
Langganan:
Komentar (Atom)