1. Infancy Toddlerhood (masa bayi) usia 0-3 tahun
Ciri-ciri periode bayi :
Ø Masa dasar periode perkembangan berikutnya karena pada saat ini banyak pola prilaku, sikap & pola ekspresi emosi mulai terbentuk.
Ø Periode pertumbuhan dan perkembangan yang cepat pada fisik dan psikis , tidak hanya terjadi dalam penampilan tetapi juga dalam kemampuan. Bayi lambat laun menjadi tidak segemuk pada saat dilahirkan disertai pertumbuhan yinggi dan berat tubuh yang terpesat adalah pada tahun pertama. Pertumbuhan dan perubahan intelek terjadi sejajar dengan pertumbuhan dan perubahan fisik.
Ø Berkurangnya ketergantungan pada orang lain, misalnya dapat duduk sendiri, dapat berdiri sendiri.
Ø Meningkatnya individualitas, anak menjadi mandiri dan memungkinkan bayi mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan minat & kemampuannya.
Ø Permulaan sosialisasi, egosentrisme yaitu diri bayi yang muda belia cepat berubah menjadi keinginan untuk menjadi bagian dari kelompoknya. Bayi akan memprotes jika ia dibiarkan sendiri dalam beberapa waktu dengan mencoba menarik perhatian orang lain melalui segala macam cara yang dapat ia lakukan.
Ø Permulaan penggolongan peran seks, seperti anak laki-laki diberi pakaian biru, anak perempuan dipakakikan baju merah muda, anak laki-laki bermain mobil-mobilan, anak perempuan bermain boneka.
Ø Permulaan kreatifitas, bayi belajar mengembangan ,minat dan sikapnya yang merupakan dasar kreatifitas & kemudian untuk menyesuaikan diri dengan pola-pola yang diletakkan oleh orang lain.
Ø Usia berbahaya karena merupakan pase eksplorasi ( sering sakit atau kecelakaan. )
Tugas Perkembangan Masa Bayi
1. Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan.
2. Belajar memakan makan padat.
3. Belajar berbicara.
4. Belajar buang air kecil dan buang air besar.
5. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
6. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
7. Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
8. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain.
9. Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.
Fase-Fase Perkembangan Bicara
1. Fase motorik yang tidak teratur
Terjadi pada waktu anak baru lahir hingga berumur kira-kira 2 bulan. Tangis bayi merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan keinginannya, kebutuhannya, rasa lapar, bentuk emosi dll.bentuk komunikasi dengan menangis termasuk bentuk komunikasi prebicara.
2. Fase maraban.
Terjadi ketika anak berusia 2 bulan- 5 bulan. Pada saat bayi mengoceh terdengar deretan bunyi yang diulang-ulang dalam urutan yang tetap. Dengan seringnya bayi mengoceh berarti melatih alat-alat bicara dan alat pendengarannya.
3. Fase menyesuaikan diri
Terjadi pada saat anak berumur sekitar 5-9 bulan, bayi masih maraban, tapi lagunya meniru lagu yang didengarnya.
4. Fase jargon
Terjadi pada usia 8-9 bulan. Anak ulai mengucapkan deretan bunyi yang ada artinya tapi masih sangat luas, misalnya aa..aa..aaa artinya minta gendong, lapar dsb. Maka deretan bunyi ini disebut jargon. Anak sudah bermaksud mengeluarkan symbol tertentu.
5. Fase penguasaan bahasa yang benar.
Dicapai anak yang sekitar usia 9 bulan. Anak mulai mencoba meniru kata-kata yang didengarnya, ini disebut echo-lalia. Satu kata yang diucapkan anak mempunyai arti satu kalimat. Pada saat anak mencapai skitar 11-24 bulan, perkembangan bahasa anak sudah memasuki stadium kalimat. Anak usia 2 tahun, haus akan perbendaharaan kata, sehingga ia selalu bertanya nama benda-benda yang ada disekitarnya.
Perilaku Emosional Pada Masa Bayi.
1. marah : menjerit, meronta-ronta, menendang nendang, mengibaskan tangan, memukul, berguling-guling, menahan nafas. Hal ini terjadi ketika keinginannya dihalangi.
2. Ketakutan : tanggapan rasa takut ialah menjauhkan diri dari hal-hal yang menakutkan, merengek, menangis, menahan nafas. Yang menyebabkan rasa takut pada bayi antara lain suara keras, suasana asing, ruang gelap, orang tertentu, benda-benda tertenyu, dsb.
3. Rasa ingin tahu : dilakukan dengan cara memegang benda-benda yang ingin diketahuinya.
4. Bayi gembira : waktu diajak bercanda, digelitik, diajak bermain, mendapatkan benda yang disenanginya. Rasa gembira diungkapkan dengan tersenyum, tertawa, menggerakan kaki dan tangan, berteriak-teriak dengan mata berbinar-binar.
5. Menyenangi sesuatu : memeluk, mendekap, menepuk-nepuk, mencium segala sesuatu yang disenanginya.
Perkembangan Sosial Bayi.
Kehidupan bayi berpusat disekitar rumah, maka dirumahlah letaknya dasar perilaku & sikap social kelak. Selama tahun pertama masa bayi, bayi dalam keadaan seimbang yang membuat ia ramah, mudah dirawat dan menyenangkan. Sekitar pertengahan tahun kedua, keseimbangan berubah menjadi ketidak seimbangan sehingga bayi menjadi rewel, tidak kooperatif dan sulit dihadapi. Sebelum masa bayi berakhir keseimbangan kembali lagi & bayi memperlihatkan perilaku yang menyenangkan & perilaku social. Reaksi social bayi kepada bayi lain, pada umur 4-7bulan mencoba menarik perhatian bayi lain dengan cara membumbungkan badan keatas, kebawah, bermain-main dengan ludah, tersenyum. Umur 9-13 bulan, berusaha meremas baju dan rambut bayi lain, berebut mainan. Umur 13-24bulan sudah mulai mau bermain bersama, melakukan hubungan social.
2. Periode Anak.
a. Early Childhood (2-6 tahun)
Ciri-ciri early childhood :
Ø Problem age (masa yang menyulitkan ), mereka cenderung menolak ungkapan kasih saying orang tua dan tidak mau ditolong. Selain itu, orang tua sering dihadapakan pada masalah seperti anak tidak menurut, melawan, membandel, keras kepal, sering marah tanpa alas an. Pada malam hari terganggu oleh mimpi buruk, siang hari ada rasa takut tidak rasional & merasa cemburu.
Ø Tejadi karena anak-anak muda sedang dalam proses pengembangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan yang umumnya kurang berhasil.
Ø Orang tua juga menganggap masa awal kanak-kanak sebagai usia bermain, karena mereka menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain. Mencapai puncaknya pada awal masa kanak-kanak.
Ø Usia menjelajah dan bertanya, para ahli psikologi melebelkan masa ini sebagai usia menjelajah yaitu anak ingin mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanisme nya, bagaimana dapat menjadi bagian dari lingkungan. Ini termasuk manusia dan benda mati. Dalam menjelajah lingkungan masih dengan bertanya.
Ø Usia meniru, pada masa ini anak-anak akan banyak meniru pembicaraan, tindakan atau bahkan gaya orang lain, terutama orang yang disukainya dan yang dekat dengannya.
Ø Usia kreatif. Dalam bermain masa kanak –kanak lebih kreatif dibandingkan masa lain dalam perkembangan sepanjang kehidupan.
Tugas perkembangan early childhood
ü Belajar konsep social benar-salah dan mengembangkan hati nurani pengetahuan tentang benar-salah masih terbatas pada situasi rumah dan harus diperluas dengan pengertian benar dan salah dalam hubungannya dengan orang-orang diluar rumah terutama tetangga, sekolah, dan teman bermain.
ü Mempelajari perbedaan jenis kelamin.
ü Belajar membuat hubungan emosional yang lebih matang dengan lingkungan social, baik dirumah maupun diluar rumah.
ü Mempersiapkan diri untuk membaca.
Perkembangan Fisik
Ø Ukuran tinggi : pertambahan tinggi badan setiap tahunnya rata-rata 3 inchi. Pada usia 6 tahun tinggi anak rata-rata 46,6 inchi.
Ø Berat : pertambahan berat rata-rata 3-5 pon atau setara dengan 1,3-2,3 kg. pada usia 6 tahun berat anak harus kurang lebih 7 kali berat waktu lahir. Anak perempuan rata-rata 48,5 pon dan anak laki-laki 49 pon.
Ø Perbandingan tubuh : wajah tetap kecil tetapi dagu tampak lebih jelas dan leher lebih memanjang. Tubuh cenderung berbentuk kerucut, tetapi dengan perut yang rata, dada yang lebih bidang dan rata, bahu lebih persegi, lengan dan kakai lebih panjang dan kurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.
Ø Postur tubuh : ada tang posturnya gemuk , lembek atau endomorfik, ada yang kuat berotot atau mesomorfik dan ada lagi yang relative kurus atau ektomorfik.
Ø Tulang dan otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat, sehingga anak tampak lebih kurus meskipun beratnya bertambah.
Ø Lemak : endodermok lebih banyak jaringan lemak dibandingkan otot, mesomorfik mempunyai jaringan otot yang lebih banyak dari pada lemak. Ektomorfik mempunyai otot kecil dan sedikit jaringan lemak.
Ø Gigi : selama setengah tahun terakhir, gigi bayi mulai tanggal dan digantikan oleh gigi tetap.
Kebiasaan Fisiologis :
Ø Makan : nafsu makan sudah tidak sebesar seperti masa bayi, ini karena tingkat pertumbuhan telah menurun & anak sudah mulai mengembangkan jenis makanan yang disukai atau tidak disukai.
Ø Tidur : anak usia 3 tahun tidur sekitar 12 jam sehari.tahun-tahun berikutnya jumlah tidur sehari hari rata-rata berkurang setengah jam dari tahun sebelumnya.
Ø Pembuangan Kotoran : pada usia 3 atau 4 tahun anak sudah harus dapat mengendalikan kantung kemih pada malam hari. Pada saat anak-anak sudah siap masuk sekolah, pengendalian kantung kemih sudah harus sempurna , sehingga sekalipun ,merasa lelah dan mengalami ketegangan emosional, anak-anak tidak akan ngompol.
Keterampilan Pada Awal Masa Kanak-kanak.
Awal masa kanak-kanak merupakan masa ideal untuk mempelajari keterampilan-keterampilan tertentu. Apabila tidak diberi kesempatan, mereka tidak akan memiliki dasar keterampilan seperti teman-teman sebayanya. Keterampilan-keterampilan khusus pada awal masa kanak-kanak antara lain sebagi berikut :
· Tangan : makan dan berpakaian disempurnakan.menyisir rambut dan mandi adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Pada saat mencapai usia TK , mereka sudah harus bisa mandi dan berpakaian sendiri, mengikat tali sepatu atau menyisir rambut dengan atau tanpa bantuan orang lain, usia 5-6 tahun sudah bisa melempar dan menangkap bola, menggunakan gunting, membentuk tanah liat, dengan krayon, pensil dan cat, anak dapat mewarnai gambar, menggambar dan mengecat gambar sendiri dan dapat menggambar orang.
· Kaki : usia 5-6 tahun belajar melompat dan berlari cepat, memanjat. Usia 3-4 tahun nik sepeda roda tiga dan belajar berenang. Selain itu mereka menguasai keterampilan bermain lompt tali dll.
Emosi yang Umum pada Masa awal kanak-kanak.
a. Amarah : bertengkar pada saat bermain, berebut mainan, serangan dari anak lain, tidak tercapainya keinginan, bentuk amarah anak biasanya dikarenakan factor- factor tersebut dimana anak akan mengungkapkanya dengan menangis, berteriak. Menggertak, memukul.
b. Takut : anak-anak biasanya takut ketika mendengarkan cerita yang menegangkan, menonton TV, melihat gembar tertentu ataupun melihat orang marah-marah. Mereka akan menangis panic kemudian menjerit atau lari menghindar, bersembunyi.
c. Cemburu : anak akan merasa cemburu ketika perhatian orng tua nya dirasa beralih pada orang lain, misalnya diknya yang baru lahir. Ungkapannya biasanya dengan pura-pura sakit, menjadi nakal, regresi, misalnya setelah lama tidak mengompol, kemudian dia mengompol lagi untuk menarik perhatian orang tuanya.
d. Ingin tahu : banyak bertanya mengenai berbagai hal.
e. Iri hati mengenai kemampuan/ barang yang dimiliki orang lain mengambil benda yang ingin dimilikinya.
f. Gembira ketika merasa sehat, membohongi orang lain, berhasil menyelesaikan tugas yang dianggapnya sulit. Mereka akan tertawa, tersenyum, bertepuk tangan, melompat atau memeluk orang atau benda yang membuatnya bahagia.
g. Sedih : kehilangan sesuatu yang dihadapinya. Biasanya anak yang sedih kehilangan gairah dalam melakukan kegiatan sehari-hari, murung dan menangis.
h. Kasih saying : belajar mencintai sesuatu yang ada disekitarnya.
b. Late Childhood usia 6-11 tahun
Ciri –Ciri Late Childhood
Ø Usia yang menyulitkan, bagi orang tuanya anak dinilai tidak mau menurut perintah orang tua dan banyak mendapat pengaruh dari teman-teman sebayanya.
Ø Usia tidak rapi, tidak memperdulikan dan cenderung ceroboh dalam penampilanserta kamarya berantakan.
Ø Usia bertengkar, dikarenakan banyak terjadi pertengkaran karena saling mengejek.
Ø Periode kritis dalam dorongan berprestasi, yang sekali terbentuk, akan menjadi kebiasaan.
Ø Usia kelompok, menurut para psikolog, pada usia ini adanya keinginan untuk diterima oleh teman sebaya sebagai angoota kelompok yang sangat mempengaruhi anak.
Ø Usia penyesuaian diri dalam penampilan, berbicara, berperilaku, sesuai standar kelompoknya.
Tugas Perkembangan Late Childhood
· Meningkatkan keterampilan fisik dan motorik,
keterampilan motirik halus : menulis, menggambar
keterampilan motorik kasar : permainan , olahraga.
· Membangun sikap yang sehat terhadap diri sendiri
· Mengembangkan keterampilan kasar
· Mengembangkan konsep-konsep tentang lingkungan sekitar.
· Mengembangkan tingkah laku moral dan menerima nilai-nilai lingkungan. Menurut Piaget antara 5-12 tahun konsep anak mengenai keadilan sudah berubah. Pengertian yang kaku dan keras tentang benar dan salah yang dipelajari dari orang tua menjadi berubah dan anak mulai memperhitungkan keadaan-keadaan khusus disekitar pelanggaran moral. Jadi relativisme moral menggantikan moral yang kaku.
· Belajar bekerjasama dengan teman sebaya, meningkatnya keinginan untuk diterima dalam suatu kelompok dan merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. Mereka membentuk geng yang anggotanya merupakan kelompok bermain, berjenis kelamin sama, mempunyai pusat pertemuan, punya tanda keanggotaan.
· Belajar memainkan peran sesuai jenis kelamin.
· Mengembangkan sikap terhadap kelompok social.
· Belajar menjadi individu yang mampu mandiri.
Perkembangan sosial pada akhir masa kanak-kanak
Pada saat anak memasuki masa sekolah, maka ia melakukan hubungan yang lebih banyak dengan anak lain, berbeda pada waktu masa prasekolah. Pada waktu masa sekolah, anak memasuki usia ‘gang’, yaitu usia yang pada saat itu kesadaran sosial berkembang dengan pesat. Dalam hal ini anak memasuki tahap menjadi anggota suatu kelompok teman sebaya yang secara bertahap menggantikan keluarga dalam mempengaruhi perilaku. Menurut Havighurst ‘kelompok teman sebaya’ didefinisikan sebagai suatu kumpulan yang kurang lebih berusia sama yang berfikir dan bertindak bersama-sama. Geng pada umumnya adalah kelompok bermain yang terdiri atas anak-anak yang mempunyai minat, dan tujuan yang sama yaitu untuk bersenang-senang.
Katagori Keterampilan akhir masa kanak-kanak
1. keterampilan menolong diri sendiri : mandi, makan, berdandan sendiri
2. keteramp menolong orang lain : membersihkan tempat tidur, menyapu.
3. keterampilan sekolah : menulis , menggambar, membaca, mearnai
4. keterampilan bermain: naik sepeda, dll.
Kosa kata khusus pada akhir masa kanak-kanak
· Etiket : minta tolong dan terima kasih
· Warna : belajar semua warna
· Bilangan
· Uang : mengerti nilai berbagai satuan uang
· Waktu
· Kata-kata popiler dan makian
· Rahasia : tulisan, lisan dan kinetic/isyarat dan penggunaan jari-jari untuk berkomunikasi.