PENGUKUHAN NEGATIF, PENGURANGAN DAN PENGHAPUSAN PERILAKU
Pengukuh negatif adalah bila dikuranginya atau dihilangkannya suatu stimulus menyebabkan perilaku meningkat atau terpelihara. Suatu perilaku mendapat pengukuhan negative bila perilaku itu meningkat atau terpelihara karena berasosiasi dengan hilangnya atau berkurangnya suatu stimulus. Pengukuhan negative ditentukan oleh efek berulangnya perilaku yang diikuti.
Contoh :
Orang meletakkan tangannya mendatar pada dahi, ternyata silau matahari berkurang. Maka perilaku meletakkan tangan didahi ini cenderung berulang bila silau. Proses ini adalah proses pengukuhan negatif.
Kelemahan penggunaan pengukuhan negatif :
· Harus disajikan stimulus aversif, yang sering kali tidak menyenangkan.
· Penyajian pengukuhan negatif yang berulang kali dapat menghilangkan daya aversif nya.
· Reaksi terhadap pengukuh negatif tidak selalu berupa perilaku sasaran.
· Apabila pengukuhan negatif dipakai disekolah, maka anak akan tertanam asosiasi sekolah dengan hal-hal yang aversif.
· Usaha menghindari stimulus aversif dapat menimbulkan kecemasan, apabila ini keterlaluan maka dapat sampai ke penyimpangan perilaku yang lebih parah.
Penerapan Efektif Pengukuhan Negatif
Penggunaan pengukuhan negatif memerlukan banyak pertimbangan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah
1. Pemilihan kualitas dan kuantitas pengukuh
2. Tidak tertundanya penghilangan atau pengurangan efek aversif segera setelah perilaku timbul
3. Jadwal penyajian
Prosedur penghapusan adalah prosedur menghentikan pemberian pengukuh pada perilaku yang semula dikukuhkan , sampai ketingkat sebelum perilaku tersebut dikukuhkan.
Contohnya:
Seorang pengemis selalu datang ke rumah Dirma untuk meminta-minta, setiap kali dia datang dirma sering memberinya uang, terkadang makanan, namun karena perilaku tersebut sudah sering dan akhirnya menjadi kebiasaannya, dirma akhirnya merasa risih, akhirnya ketika pengemis tersebut datang untuk meminta-minta dirma tidak menghiraukannya dan tidak lagi memberinya uang ataupun makanan, sehingga pengemis tersebut tidak pernah datang lagi.
Jadi sesuatu yang tidak diharapkan untuk terjadi berualang-ulang maka tidak diberi pengukuhan.
Sifat – sifat Prosedur Penghapusan :
1. Jadwal pemberian pengukuh
Jadwal pengukuhan terus-menerus lebih cepat proses hapusnya daripada jadwal berselang.
2. Banyakknya pengukuh yang telah diterima
Makin banyak berulang pemberian pengukuh pada masa lampau, makin resistan perilaku terhadap penghapusan. Bila berulangnya pemberian pengukuh belum begitu sering, maka penghapusan cepat tercapai.
3. Deprivasi
Prosdur penghapusan perlu dikombinasikan dengan prosedur lain, agar kebutuhan subjek terpenuhi dengan cara yang diinginkan modifikator.
4. Usaha
Makin besar usaha yang dibutuhkan untuk melaksanakan perilaku yang mendapat pengukuhan, makin cepat penghapusan tercapai.
Keunggulan Prosedur Penghapusan
1. Prosedur ini dikombinasikan dengan prosedur lain telah terbukti efektif untuk diterapkan dalam berbagai macam situasi.
2. Prosedur penghapusan menimbulkan efek yang tahan lama.
3. Prosedur penghapusan tidak menimbulkan efek sampingan senegatif prosedur-prosedur yang menggunakan stimulus aversif.
Kelemahan Prosedur Penghapusan
1. Efek tidak terjadi dengan segera.
Efek penghapusan biasanya tidak seketika terjadi. Setelah konsekuensi yang mengukuhkan dihilangkan, perilaku sasaran tetap berlangsung sampai waktu tertentu.
2. Frekuensi dan intensitas sementara meningkat
Pada saat-saat permulaan pengukuh tidak diberikan, frekuensi dan intensitas perilaku sasaran cenderung bertambah. Oleh karena itu, memilih saat yang tepat menghentikan pemberian pengukuh sangat penting.
3. Perilaku-perilaku lain, termasuk perilaku agresif sering timbul
4. Imitasi perilaku oleh orang lain
Pada permulaan penghapusan, perilaku yang berulang-ulang timbul dan tidak mendapat perhatian dari yang berwenang, oleh orang lain yang melihatnya disangka mendapat persetujuan.
5. Kesukaran menemukan pengukuh yang dapat mengontrol.
6. Kesukaran untuk menghentikan pengukuhan
Kadang-kadang ditemukan pengukuh yang tidak mungkin dipisahkan dari perilaku sasaran karena sudah terpadu atau alamiah dan ini merupakan konsekuensi dari perilaku tersebut.
Penggunaan efektif Prosedur Penghapusan
1. Menemukan pengukuh yang memelihara perilaku
Agar prosedur penghapusan efektif, semua sumber pengukuh harus ditemukan dan dikendalikan.
2. Komunikasi jelas dan tegas
Beberapa perilaku tidak perlu sam asekali dihapus, tetapi perlu dikontrol agar tidak berlangsung pada saat-saat tertentu, atau hanya berlangsung pada saat-saat tertentu.
3. Menjalankan prosedur ini cukup lama
Peningkatan perilaku pada permulaan prosedur penghapusan diterapkan, sering membuat pengontrol pengukuh menyerah.
4. Mengkombinasikan dengan prosedur lain
Prosedur penghapusan lebih efektif bila dikombinasikan dengan prosedur lain, sehingga subjek mendapat pengukuh yang dibutuhkan sebagai konsekuensi perilaku yang lebih konstrutif.
daftar pustaka
Soekadji, Soetarlinah,1983. MODIFIKASI PERILAKU: Penerapan Sehari-hari dan Profesional, Yokyakarta: LBERTY.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar