Anak-anak SMP yang Tingkat Kepercayaan Dirinya Rendah
BAB I
Pendahuluan
Secara umum modifikasi perilaku dapat diartikan sebagai hampir segala tindakan yang bertujuan mengubah perilaku. Sebenarnya definisi istilah modifikasi perilaku yang tepat ialah usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar, maupun prinsip-prinsip psikologi hasil eksperimen lain pada perilaku manusia (Bootzin,1975 dalam Soekadji : 1983[1]).
Pada penelitian modifikasi perilaku kali ini, kami akan mencoba memodifikasi perilaku 7 orang siswa/I SMP yang berusia 12-14 tahun di SMP N 37 Palembang, yaitu Benny, Dandi, Meidi, Diana, Elly, Sutina, dan Sarpani ( biodatanya terlampir). Perilaku sasaran yang akan kami modifikasi adalah tingkat kepercayaan diri yang rendah dikalangan siswa/I SMP.
Anak-anak tersebut semuanya berasal dari keluarga yang tingkat ekonomi yang rendah. Rata-rata pekerjaan ayah mereka adalah buruh serabutan. Hal ini menjadi penyebab perilaku mereka yang cenderung merasa rendah diri. Mereka cenderung minder, dan penyendiri, kurang aktif dalam kegiatan belajar dikelas, takut dan/atau malu untuk bertanya pada guru ketika mereka belum mengerti bahasan yang dijelaskan gurunya, takut memberikan pendapat ketika guru melemparkan pertanyaan, takut maju kedepan kelas untuk mengerjakan soal, membaca puisi pada pelajaran sastra atau pun bernyanyi didepan kelas pada pelajaran kesenian. Bahkan beberapa diantara mereka seperti Diana dan Sarpani, tidak memiliki teman dikelas, mereka lebih suka menyendiri,
Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri maupun terhadap lingkungan dan situasi yang dihadapinya. Kepercayaan diri adalah salah satu aspek kepribadian yang penting pada seseorang. Tanpa adanya kepercayaan diri, akan banyak menumbulkan masalah pada diri seseorang. Kepercayaan diri merupakan atribut yang paling berharga pada diri seseorang dalam kehidupan bermasyarakat dikarenakan dengan kepercayaan diri, seseorang mampu mengaktualisasikan segala potensi dirinya. Kepercayaan diri merupankan sesuatu yang urgen untuk dimiliki setiap individu. Khususnya untuk anak-anak sekolah, kepercayaan diri adalah salah satu hal yang penting dalam menunjang prestasi belajar mereka.
Dengan adanya program modifikasi perilaku ini, kami mengharapkan agar mereka mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka, sehingga tidak malu-malu lagi untuk bertanya pada guru, dan menjadi siswa yang aktif dikelas serta dapat bergaul dengan teman sebaya tanpa harus merasa rendah diri karena pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Dan dalam tahap perkembangan, anak-anak ini digolongkan pada masa remaja awal, dimana tahap ini, peran teman sebaya sangat penting, teman sebaya merupakan sumber dukungan emosiaonal selama masa peralihan menuju tahap perkembangan selanjutnya.
Kajian Teori
a. Pengertian Kepercayaan Diri
Menurut Willis (1985) kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa seseorang mampu menanggulangi suatu masalah dengan situasi terbaik dan dapat memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi orang lain.
Lauster (1992) mendefinisikan kepercayaan diri diperoleh dari pengalaman hidup. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri seseorang sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup toleran, dan bertanggung jawab. Lauster(1992) menambahkan bahwa kepercayaan diri berhubungan dengan kemampuan melakukan sesuatu yang baik.
Anthony (1992) berpendapat bahwa kepercayaan diri merupakan sikap pada diri seseorang yang dapat menerima kenyataan, dapat mengembangkan kesadarang diri berfikir positif, memiliki kemandirian, dan mempunyai kemampuan untuk memiliki serta mencapai segala sesuatu yang diinginkan.
Kumara (1988) menyatakan bahwa kepercayaan dirimerupakan cirri kepribadian yangn mengandung arti keyakinan terhadapa kemampuan diri sendiri. Kepercayaan diri merupakan sikap mental seseorang dalam menilai diri maupun objek disekitarnya sehingga orang tersebut mempunyai keyakinan akan kemampuan dirinya untuk dapat melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri adalah keyakinan untuk melakukan sesuatu pada diri subjek sebagai karakteristik pribadi yang didalamnya terdapat keyakinan akan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional dan realistis.
b. Aspek-Aspek Kepercayaan Diri
Lauster (1992) berpendapat bahwa kepercayaan diri yang sangat berlebihan, bukanlah sikap yang positif. Pada umumnya akan menjadikan orang tersebut kurang berhati-hati dan akan berbuat seenaknya sendiri. Hal ini menjadi sebuah tingkah laku yang dapat menyebabkan konflik dengan orang lain.
Menurut Rini[2] orang yang mempunyai kepercayaan diri tinggi akan mampu bergaul secara fleksibel, mempunyai toleransi yang cukup baik, bersikap positif, dan tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bertindak serta mampu menentukan langkah-langkah pasti dalam kehidupannya.
Menurut Lauster ( 1992) orang yang memiliki kepercayaan diri yang positif adalah yang disebutkan dibawah ini :
1. Keyakinan kemampuan diri
Keyakinan kemampuan diri adalah sikap positif seseorang tentang dirinya. Ia mampu secara sungguh-sungguh akan apa yang dilakukannya.
2. Optimis.
Optimis adalah sikap positif yang dimiliki seseorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri dan kemapuannya.
3. Objektif.
Orang yang memandang permasalahan atau sesuatu sesuai dengan kebenaran yang semestnya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya sendiri.
4. Bertanggung jawab
Bertanggung jawab adalah kesediaan orang untuk menanggung segala seuatu yang telah menjadi konsekuensinya.
5. Rasional dan realistis
Rasional dan realistis adalah analisis terhadap suatu masalah, suatu hal, dan suatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan.
Berdasarkan pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan diri adalah sifat-sifat yang dimiliki seseorang yang memiliki aspek-aspek keyakinan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional dan realistis.
c. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepercayaan Diri Individu
Kepercayaan diri dipengaruhi oleh beberapa factor berikut :
a. Konsep diri
Menurut Anthony (1992) terbentuknya kepercayaan diri pada diri seseorang diawali dengan perkembangan konsep diri yang diperoleh dalam pergaulannya dalam suatu kelompok. Hasil interaksi yang terjadi akan menghasilkan konsep diri.
b. Harga diri.
Konsep diri yang positif akan membentuk harga diri yang positif pula. Harga diri adalah penilaian yang dilakukan terhadap diri sendiri.
c. Pengalaman.
Pengalaman dapat menjadi faktor munculnya rasa percaya diri. Sebaliknya pengalaman juga dapat menjadi factor menurunnya rasa percaya diri seseorang. Anthony (1992) mengemukakan bahwa pengalaman masa lalu adalah hal terpenting untuk mengenbangkan kepribadian sehat.
d. Pendidikan.
Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan diri seseorang. Orang yang mempunyai pendidikan yang tinggi akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih dibandingkan orang yang berpendidikan rendah.
d. Tinjauan Teori Perkembangan dan Sosial
Target modifikasi prilaku kami berusia 12-14 tahun, dalam tahap perkembangan, mereka digolongkan pada tahap perkembangan remaja awal. Peralihan masa dari masa kanak-kanak, memberikan kesempatan untuk tumbuh , tidak hanya dalam dimensi fisik, tetapi juga dalam kompetensi kognitif dan sosial, ekonomi, harga diri dan keintiman (Feldman : 2009). Menurut teori Pieget, remaja memasuki tingkat perkembangan kognitif tertinggi yakni operasional formal saat mereka mengembangkan kapasitas berfikir secara abstrak. Kemampuan berpikir abstrak juga memiliki konsekuensi emosional (Feldman : 2009). Kurangnya kepercayaan diri, tentu saja berdampak pada perkembangan psikologis mereka, khususnya pada perkembangan sosio-emosional dan harga diri mereka. Mereka yang cenderung merasa minder, tidak memiliki teman disekolahnya, sehingga mereka cenderung pendiam dan menjaga jarak dengan orang lain. Padahal, pada masa remaja, teman sebaya merupakan sumber penting bagi dukungan emosional selama masa peralihan yang rumit. Kelompok teman sebaya adalah sumber kasih saying, simpati, pengertian, dan tuntunan moral ; tempat melakukan eksperimen serta sarana untuk mencapai otonomi dan kemandirian dari orang tua. Kelompok teman sebaya adalah tempet untuk membentuk hubungan dekat yang berfungsi sebagai “latihan” bagi hubungan yang akan mereka bina di masa dewasa ( Buhrmester, 1996; Gecas & Seff, 1990; Laursen, 1996 dalam Feldman :2009).
Kondisi keluarga juga dapat mempengaruhi perkembangan perilaku antisosial. Keterbatasan ekonomi dapat memperlemah pengasuhan orang tua yang baik dengan mengurangi dukungan sosial bagi keluarga. Anak-anak yang miskin memiliki kemungkinan yang lebih besar dibandingkan anak-anak lain untuk melakuakan tindak antisosial dan mereka yang keluarganya terus menerus berada pada garis kemiskinan cenderung untuk menjadi antisosial seiring dengan berjalannya waktu (Feldman: 2006).
Menurut teori yang dikemukakan oleh Erikson, masa remaja adalah masa mencari identitas vs kekacauan identitas. Tugas utama remaja adalah menghadapi krisis identitas, untuk menjadi orang dewasa yang unik dengan pemahaman diri sendiri yang koheran dan memiliki peran yang bernilai dalam masyarakat. Identitas yang dibentukremaja menyelesaikan persoalan besar : pilihan pekerjaan, pemilihan nilai-nilai untuk diterapkan dalam hidup, dan perkembangan identitas seksual yang memuaskan (Feldman: 2006). Bagi anak- anak dengan kepercayaan diri yang rendah sepertinya akan lebih sulit mengatasi krisis identitas tersebut. Merasa rendah diri hingga menjadi antisosial pasti akan berpengaruh juga pada kehidupannya dimasa dewasa.
Sejalan dengan teori Tiga Dimensi Tentang Tingkah Laku Antar Pribadi, pada tipe-tipe prilaku inklusi, mereka digolongkan ke dalam orang-orang yang berprilaku kurang sosial. Prilaku kurang sosial timbul jika kebutuhan akan inklusi kurang terpenuhi, misalnya sering tidak diacuhkan keluarga dimasa kecil. Kecenderungan orang ini akan menghindari hubungan dengan orang lain, tidak mau ikut dalam kelompok, mejaga jarak antara dirinya dengan orang lain, tidak mau tahu, acuh tak acuh, ada kecendrungan introvert dan menarik diri. Kecemasan yang ada dalam ketidaksadarannya adalah bahwa ia seorang yang tidak berharga dan tidak ada orang lain yang mau menghargainya ( Sarwono : 2006). Kami menemukan gejala ini pada Diana, Meidi, Sutina dan Sarpani. Terutama pada Diana yang sangat tertutup dan cenderung menghindari kami. Pertanyaan kami sering dijawab dengan kata “tidak tahu”. Diana memiliki sedikit cacat diwajahnya, sehingga ia sering di ejek teman-temanya dengan sebutan “si muka gepeng”, sedangkan meidi bicaranya gagu, jadi ia merasa tidak nyaman bergaul dengan teman-temanya karena kekurangannya ini, terlebih karena teman-temannya sering mengejeknya dengan cara menirukan gaya bicaranya (informasi ini kami dapat dari TM sendiri). Sedangkan Sutina dan Sarpani merasa rendah diri karena berasal dari keluarga tidak mampu.
Kepercayaan diri juga berkaitan dengan motif sosial. Anak-anak tersebut memiliki motif sosial yang rendah. Motif sosial merupakan motif yang kompleks dari banyak perilaku atau perbuatan manusia. Dikatakan sosial karena motif ini dipelajari dalam kelompok sosial (social group), McClelland (Morgan : 1984 dalam Walgito : 2010). Berpendapat bahwa motif sosial dapat dibedakan dalam :
a. Motif berprestasi (achievement motivation)
Orang-orang yang mempunyai kebutuhan atau need ini akan meningkatkan performance, sehingga dengan demikian akan terlihat tentang kemampuan berprestasinya. Penelitian menunjukan bahwa orang yang memiliki n-achievement tinggi akam mempunyai performance yang lebih baik dibandingkan dengan orang-orang yang mempunya n-achievement rendah.
b. Motif berafiliasi (need for affiliation)
Afiliasi menunjukan bahwa seseorang memiliki kebutuhan berhubungan dengan orang lain. Orang yang kuat akan kebutuhan afiliasinya akan selalu mencari teman, dan juga mempertahankan hubungan yang telah dibina dengan orang lain tersebut. Sebaliknya apabila kebutuhan afiliasi yang rendah, maka orang akan segan mencari hubungan dengan orang lain, dan hubungan yang telah terjadi tidak dibina secara baik agar tetap dapat bertahan.
c. Motif berkuasa (need for power)
Dalam interaksi sosial orang akan mempunyai kebutuhan untuk berkuasa (power). Orang yang mempunyai power need yang tinggi akan mengadakan control, mengendalikan atau memerintah orang lain dan ini merupakan salah satu indikasi atau manifest dari power need tersebut.
(Walgito : 2010)
Gambaran Klinis Kasus
Subjek adalah siswa/I SMP N 37 kelas 7, yang berjumlah 7 orang, mereka adalah Benny, Sutina, Sarpani, Diana, Meydi, Elly dan Dandy. semuanya siswa kelas 7 yang rata-rata berusia 12-14 tahun. Mereka dipilih oleh guru BK yang diambil dari kelas yang berbeda. Mereka rata-rata mengalami masalah yang sama diantaranya takut bertanya pada guru, pemalu, pendiam, selalu gugup ketika disuruh maju kedepan kelas untuk menyelesaikan soal, ataupun bernyanyi ketika pelajaran kesenian, dll. “Anak-anak ini sangat pendiam dikelas, beberapa diantara mereka malah tidak punya teman, jarang bergaul dan cenderung diam seperti Diana dan Sarpani . Paling tidak mau jika disuruh gurunya kedepan kelas, dikelas mereka tidak pernah bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari guru, mereka kurang aktif, seperti sutinah dan benny, mereka sebenarnya anak yang lumayan, tapi sayangnya mereka kurang aktif” ujar bu Ning, guru Bknya. Seorang guru IPS bernama Meri Hot Saur mengatakan “Anak yang bernama Dandi, selain dia tidak aktif dikelas, dia juga jarang mengerjakan tugas rumahnya, jika ditanya pasti ia menjawab tidak bisa, bagi anak yang tidak mengerjakan PR biasanya saya hukum, saya suruh menulis 50 kali ‘saya berjanji tidak akan lupa membuat PR lagi’ tapi sama si Dandi itu tidak pernah dikerjakan juga hukumannya. Saat belajar juga dia seperti tidak memperhatikan, bengong, tatapan kosong jika ditanya sudah mengerti apa belum, dia mengangguk, tapi ketika ditanya tentang pelajaran yang baru dijelaskan tadi, dia bilang tidak tahu, ketika dimarahi malah Cuma senyum-senyum saja, sudah sering saya nasihati tapi tidak pernah didengar. Saya sudah nyerah sama anak itu”.
a. Gejala
Sutinah : anak yang pendiam , pemalu , dan cenderung lebih suka menyendiri dibandingkan bermain dengan teman-temannya , sulit diajak berkomunikasi, sulit mengeluarkan pendapatnya, malu menjawab pertanyaan, ini terbukti ketika kami mencoba betanya tentang cita-citanya, ia kelihatan sangat gugup ketika menjawab pertanyaan kami, sambil terus menunduk tidak berani menatap orang yang bertanya padanya, dengan teman sekitarnya ia cenderung cuek, jarang sekali berbicara walaupun dengan teman sebayanya.
Beni : Anaknya jahil, sukar untuk diam, namun walaupun demikian ia tidak mau disuruh maju kedepan untuk bernyanyi atau memperkenalkan diri, takut bertanya pada guru, kadang sibuk sendiri, tidak memperhatikan orang lain, awalnya terkesan dia anak yang penakut dan malu-malu saat kami minta untuk memperkenalkan diri, namun lama-kelamaan dia tidak malu-malu lagi dan cenderung selalu mencari perhatian kami, dibandingkan dengan teman lainnya.
Ely : anak yang pemalu , pendiam , malu untuk mengeluarkan pendapat, takut ketika ditanyai, tiba-tiba suka panic, selalu kelihatan tegang dan cemas bahkan tampak seperti orang mau menangis ketika ditanya pendapatnya tentang apapun. Sering bengong, pikiran kosong dan tidak memperhatikan apa-apa yang orang lain katakan padanya.
Sarpani : anak yang pemalu , pendiem , terlihat pemurung karena ia lebih sering menundukan kepalanya, hampir tidak terdengar jika ia sedang berbicara, tidak bisa focus pada apa yang sedang dia hadapi karena tatapannya kosong, selalu seperti ada hal yang sedang dipikirkannya secara serius. Bu Ning Imah, guru BKnya sempat menceritakan bahwa anak ini pernah beberapa kali menyampaikan maksudnya untuk berhenti sekolah. Hal ini terjadi setelah ia mengalami kesurupan dikelasnya.
Dandy : anak ini memang pendiam dikelas, namun dia juga tidak pernah mau memperhatikan gurunya mengajar, dia suka bengong sendiri. Tidak mau mendengarkan nasihat gurunya, jarang mengerjakan tugas, tidak mau disuruh kedepan kelas, jika ditanya seringkali hanya menggeleng atau mengangguk, ketika disuruh kedepan kelas susah sekali. Dengan teman-temanya dia cenderung pemalu, jarang bergaul.
Meidy : anak yang pemalu , pendiem , sukar untuk mengelurkan pendapat. Ia memiliki kekurangan, bicaranya agak gagu sehingga tidak jelas. Dia sama sekali tidak percaya diri terlihat dari sikapnya yang sering sekali menundukan wajahnya, bahkan ketika ditanya pun ia malu untuk menjawab.
Diana : anak ini susah diajak komunikasi, jika ditanya ia sering menjawab “tidak tahu”, bahkan ketika kami bertanya dimana ia tinggal dia menjawab tidak tahu. Dia tidak pernah berani menatap orang yang mengajaknya bicara, ia hanya menundukan wajah, tanpa menunjukan semangat, ia tidak suka terlibat interaksi dengan orang lain, ini terlihat ketika ia kami tanyai tentang sekolah dan cita-citanya, ia malah mau lari menghindar. Bahkan ketika kami Tanya mengapa ia terlihat sangat takut, ia hanya menggeleng saja. Anaknya sangat tertutup, hampir semua pertanyaan kami hanya dijawab dengan kata “tidak tahu”.
b. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada modifikasi perilaku ini adalah :
ü Target modifikasi mau bersosialisasi dengan teman-temanya dikelas, tidak menyendiri lagi.
ü Berani maju kedepan kelas untuk membaca puisi atau bernyanyi dihadapan teman-temannya.
ü Lebih memiliki motivasi untuk belajar
ü Aktif di kelas
ü Tidak takut lagi, bertanya pada gurunya.
BAB II
Analisis Fungsional
Sadmoko (2009) menjelaskan bahwa perilaku yang ingin dimodifikasi dapat dianalisis dengan menggunakan teknik analisis fungsional (ABC), antara lain:
1. Antisedent
Antisedent merupakan segala hal yang dapat mencetuskan perilaku yang dipermasalahkan(Soekadji:1983). Pada kasus ini, antisedent yang didapatkan, yaitu:
a. Masalah ekonomi, semua TM berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya rendah, pekerjaan orang tuanya serabutan.
b. Keterbatasan fisik yang dialami Diana dan Meidi Anita.
c. Kurang mampu beradaptasi dengan teman.
d. Merasa rendah diri karena menilai diri sendiri tidak sebanding dengan teman-teman yang lain.
2. Behavior
ialah perilaku yang muncul dan yang ingin dimodifikasi dalam kasus ini. Hal tersebut meliputi durasi, frekuensi dan intensitas dari perilaku Kurang percaya diri , Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan TM, dan gurunya perilaku yang terjadi adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Perilaku kurang percaya diri yang akan dimodifikasi.
PERILAKU BERMASALAH
No
|
Daftar Perilaku
|
waktu
|
tempat
|
1
|
Takut bertanya pada guru
|
Pada setiap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar disekolah.
|
Di sekolah
(SMP N 37 Palembang)
|
2
|
kurang bersosialisasi dengan teman dikelas
|
Ketika berada disekolah
|
SMP N 37 Palembang)
|
3
|
Pemalu
|
Selalu setiap bertemu orang baru
|
Di setiap tempat, yang kami amati di SMP N 37 Palembang
|
4
|
Pendiam
|
Selalu ketika tidak sedang ada kegiatan
|
Di SMP N 37 Palembang)
|
5
|
Jika ditanya banyak diam
|
Selalu ketika ditanya.
|
Di SMP N 37 Palembang)
|
6
|
Gugup jika disuruh maju kedepan
|
Sering ketika disuruh maju kedepan
|
Di kelas, di SMP N 37 Palembang)
|
7
|
Kurang motivasi belajar
|
Setiap hari, ketika belajar dikelas.
|
Di kelas SMP N 37 Palembang)
|
8
|
Jika disuruh baca puisi atau bernyanyi malu
|
Ketika di suruh oleh gurunya
|
Di kelas di SMP N 37 Palembang)
|
3. Consequence
Konsekuensi meliputi hal yang menjadi akibat yang harus ditanggung oleh target modifikasi (TM ) karena perilaku kurang percaya dirinya , yaitu:
§ Tidak punya teman di kelas
§ Tidak dikenal guru
§ Kurang berprestasi disekolah
§ Merasa tidak nyaman ketika harus melakukan interaksi dengan orang lain sehingga tidak punya teman.
§ Selalu menyendiri sedih dan merasa tertekan.
§ Sering kali menjadi bahan hinaan oleh teman-temannya.
§ Tidak mampu mengungkapkan pendapatnya atau apa yang ia rasakan pada teman-temanya, membuatnya kurang nyaman disekolah terutama ketika merasa tidak suka, ada masalah dsb.
§ Sering jadi bahan ejekan teman.
BAB III
Intervensi
a. Metode Modifikasi Prilaku yang di Gunakan
Secara umum, metode yang digunakan untuk mengubah perilaku kurang percaya diri TM adalah dengan metode tabungan kepingan yang di kompetisikan .Menurut Soetarlinah Soekadji definisi token ekonomi atau tabungan kepingan adalah pemberian satu kepingan (atau satu tanda, satu isyarat ) sesegera mungkin setiap kali setelah perilaku sasaran muncul. Kepingan-kepingan ini nantinya dapat ditukar dengan benda atau aktivitas pengukuh yang diingini oleh subyek. Dalam memodifikasi TM, prosedur ini kami terapkan dalam bentuk kompetisi, jadi Target-terget modifikasi kami bersaing mendapatkan hadiah yang telah disepakati berupa alat tulis yakni buku, pena, penghapus dan pensil serta kaos kaki. Untuk mendapatkan hadiah tersebut mereka harus mengumpulkan tanda tangan dari guru mata pelajaran mereka. Mereka akan mendapatkan tanda tangan dari guru mata pelajaran ketika mereka telah bertanya atau mau menjawab pertanyaan dari guru yang bersangkutan, atau mungkin maju kedepan kelas untuk menyelesaikan suatu soal didepan kelas. Mereka boleh meminta tanda tangan tersebut usai jam pelajaran guru yang bersangkutan selesai. Kami mengadakan kerjasama dengan guru-guru mata pelajaran yang mengajar para TM, kami menjelaskan program ini, dan meminta bantuan kepada guru mata pelajaran tersebut diantaranya bu Eny yang mengajar bahasa inggris, bu Rusmita guru bahasa Indonesia, Pak Pujo (guru Olahraga), Pak Rahman (guru agama), Bu Suprihartini (guru IPA). Beberapa guru yang belum sempat kami temui tahu tentang program ini lewat bu Ning (guru BK). Sehingga guru-guru tersebut mengetahui program ini dan bersedia membantu, sehingga prosedur ini berjalan dengan baik.
Untuk mendukung program moifikasi ini, prosedur tabungan kepingan ini kami kombinasikan dengan prosedur hukuman. Prosedur hukuman adalah suatu prosedur yang umumnya dicadangkan untuk perilaku yang tidak adaptif, seperti perilaku destruktif terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan, dan perilaku negative lain yang terus menerus mengganggu fungsi adaptif seseorang dan orang-orang disekitarnya. (Soekadji: 1983).
Prosedur ini diterapkan apabila dalam satu hari TM tidak memeroleh satupun tanda tangan dari guru mata pelajarannya. Hukuman yang diterapkan adalah hukuman yang telah disepakati bersama sebelumnya. Masing-masing anak hukumannya berbeda tergantung yang mereka usulkan sendiri. Diana, Elly, Sarpani, Sutina menyepakati hukumannya bernyanyi didepan teman-temannya, baik dikelas atau dilapangan. sedangkan Meydi, menyepakati hukumannya adalah membaca puisi di depan teman-temannya, baik dikelas ataupun dilapangan, sedangakan Benny dan Dandi menyepakati hukuman mereka adalah ngedance didepan guru dan teman-temannya dilapangan sekolah. Mereka akan mendapat hukuman ketika dalam atu hari mereka tidak mendapatkan satu faraf/ tanda tangan dari gurunya.
b. Pendekatan Terhadap Target Modifikasi (TM)
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, subjek kami adalah siswa SMP N 37 kelas VII. Mereka dipilih langsung oleh Bu Ning, guru BK. Mereka rata-rata berusia 12-14 tahun. Mereka adalah Benny, Dandi, Diana, Meidi, Sutina, Sarpani, dan Elly. Mereka berasal dari kelas yang berbeda, Elly, Benny, Dandi dari kelas VII.7, Sutina dari kelas VII.5, Sarpani dari kelas VII.6 Diana dari kelas VII.2 dan Meidi dari kelas VII.1. Setelah dipilih, mereka dipanggil ke ruang BK, disana kami berkenalan dengan mereka, awalnya sangat sulit mendekati mereka karena ditanya namapun mereka diam, menunduk dan bengong saja. Sangat terlihat mereka malu, setelah kami memperkenalkan diri, kami menyuruh mereka menulis biodata mereka di selembar kertas yang kami bagikan kemudian kami meminta mereka memperkenalkan diri, sebagian masih malu, tapi Bu Ning selalu meyakinkan mereka “nak. Kalau ditanya nama, jawab, kalian harus berani memperkenalkan diri” ujar Bu Ning, akhirnya mereka mulai memperkenalkan dirinya secara bergantian mulai dari Sarpani. Mereka disuruh menyebutkan nama, kelas, alamat dan pekerjaan orangtua. Setelah selesai memperkenalkan diri kami mengajaknya berbincang-bincang, kami mulai menanyakan tentang sekolahnya kepada mereka. Setelah mulai mendapat respon positif (mereka mulai mau mengobrol dengan kami) kami, menjelaskan maksud dan tujuan kami dating ke SMP N 37. Kami juga meminta kesediaan mereka untuk ikut, walau muka-muka mereka tampak bingung pada awalnya, tapi mereka menyatakan kesediaanya ikut program modifikasi perilaku. Kami mulai menjelaskan aturan mainnya, yakni sebangai berikut :
Ø Setiap kegiatan belajar dikelas mereka harus bertanya tentang materi pelajaran yang tidak mereka mengerti atau secara sukarela mau maju menjawab soal didepan kelas atau menjawab pertanyaan gurunya.
Ø Setelah mereka menjawab atau bertanya, seusai jam pelajaran tersebut, mereka harus meminta tanda tangan/ faraf dari guru yang bersangkutan, jika ditanya oleh guru yang bersangkutan, paraf itu untuk apa maka mereka harus menjelaskan bahwa mereka ikut program modifikasi perilaku.
Ø Kertas tanda tangan kami bagikan dengan format sbb.
Nama :
Kelas :
Mata Pelajaran
|
Nama guru
|
Hari/tanggal
|
Tanda tangan/ faraf
|
Ø Jika dalam satu hari, mereka tidak memeroleh satupun tanda tangan/ faraf gurunya maka mereka akan memeroleh hukuman sesuai dengan kesepakatan.
Ø Hukuman mereka tentukan sendiri.
Ø Hukuman akan dilaksanakan setiap hari selasa. Hukuman diakumulasikan.
Ø Diakhir program ini anak yang paling banyak mendapatkan tanda tangan akan mendapatkan hadiah sesuai keinginan.
Dalam hal ini, kami telah bertanya pada masing-masing anak mau hadiah apa?, namun mereka diam saja tidak mau menjawab. Lalu kami tawarkan, mau alat tulis? Mereka setuju, akhirnya kami sepakati hadiahnya alat tulis terdiri dari buku-buku, pena, penghapus, dll.
Kami menjelaskan peraturan ini berulang kali, kemudian kami minta mereka bertanya jika belum jelas. Kemudian kami menyepakati hukuman bersama mereka. Diana, Elly, Sarpani, Sutina menyepakati hukumannya bernyanyi didepan teman-temannya, baik dikelas atau dilapangan. sedangkan Meidi, menyepakati hukumannya adalah membaca puisi di depan teman-temannya, baik dikelas ataupun dilapangan, sedangakan Benny dan Dandi menyepakati hukuman mereka adalah ngedance didepan guru dan teman-temannya dilapangan sekolah Selanjutnya kami meminta mereka menjelaskan kembali peraturan ini untuk memastikan mereka benar-benar faham dan konsisten akan melakukannya, ketika semuanya sudah mengerti dan menyepakati peraturan ini, kami menyuruh mereka kembali mengikuti pelajaran. Kami juga menyepakati batas waktunya, program ini dimulai tanggal 6 desember hingga tanggal 12 desember. Dikarenakan mereka ujian semester tanggal 12-19 desember jadi program ini hanya berlaku wajib tanggal 6-12 desember. Tanggal 12-30 desember mereka bebas mengumpulkan tanda tangan & faraf tanpa terkena hukuman.
c. Rancangan & Proses Pelaksanaan Modifikasi Perilaku.
Sejak awal kami memilih SMP N 37 sebagai tempat pengampilan sampel penelitian ini karena salah seorang dari kelompok kami yakni Amel adalah alumni dari SMP N 37. Sebagai alumni jelas amel mengenal guru-guru di SMP N 37 termasuk guru BKnya sehingga tidak sungkan bagi kami memohon bantuan dan bimbingan dari mereka walaupun jarak tempuhnya cukup jauh, jika ditempuh dari Plaju memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan motor, jika naik kendaraan umum sekitar 1 jam lebih. Selain itu anak-anak di SMP N 37 juga memiliki karakteristik beragam mulai dari yang nakal, anti sosial, pendiam, tukang rebut dikelas dsb. Karena waktu penelitian yang terbatas, kami memilih memodifikasi anak-anak dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah, mereka bahkan tidak memiliki teman disekolahnya. Kami mulai meninjau lokasi SMP N 37 pada tanggal 29 november, namun kami hanya melihat lokasi saja, belum menemui guru nya, pada tanggal 3 desember pagi sekitar pukul 8.30 kami meninjau kembali untuk mengecek keadaan dan mempelajari karakteristik lingkungan ( perilaku anak-anak disana seperti apa, gurunya bagaimana, dsb) dan berbincang-bincang dengan guru BK mengenai keadaan disekolah ini, saat itu kami bertemu dengan Bu Cek Mayu dan Bu Ningsih. “Di SMP N 37 ini nak, siswanya beragam, dari mulai yang suka ribut, jahil dengan teman-temannya, suka bolos, tidak pernah membuat PR hingga anak-anak yang kecentilan, memakai rok pendek, tidak sesuai dengan peraturan, walaupun sudah dihukum berulang kali masih saja perbuatannya di ulangi” ujar bu Ningsih, seorang guru BK di SMP N 37. Kami hanya menyampaikan sedikit tentang rencana kami dan ternyata mereka menyambut baik, bahkan bersedia membantu.
Pada tanggal 6 desember 2011, sekitar pukul 8.00 kami mengantarkan surat izin penelitian, disana kami bertemu dengan Pak Saipuddin, wakil kepala SMP N 37. Awalnya kami bermaksud langsung meminta izin kepala sekolahnya namun beliau tidak sedang berada di tempat, dikarenakan ada suatu urusan dinas. Kami menjelaskan Maksud dan tujuan dari penelitian ini, kami juga menyampaikan, bahwa kami akan kesini setiap hari Selasa dan hari-hari lain jika sedang tidak ada kegiatan perkuliahan. Beliau mengajak kami bertemu dengan guru BK dan mewakili Kepala sekolah meminta guru BK untuk membantu kami. Karena pada pukul 10.00 kami ada kuliah psikologi perkembangan, jadi kami membuat janji dengan Bu Ning, guru BK yang menangani kelas VII. Kami akan kembali lagi ke SMP N 37 pada siang harinya. Sekitar pukul 14.00 kami kembali ke SMP N 37, kami disambut dikantor, oleh amel kami dikenalkan dengan para guru disana. Sekalian kami menjelaskan tujuan kami dan meminta bantuan dengan guru-guru yang mengajar kelas VII. Setelah itu Bu Ning Imah mulai berkeliling kelas memanggil anak-anak yang akan menjadi Target Modifikasi ( TM ) kami. Mereka kemudian dikumpulkan di BK, ibu Ning mempersilahkan kami untuk berkenalan sekaligus melakukan pendekatan terhadap mereka. Disini kami mulai melakukan perkenalan dengan Target Modifikasi . Kami juga mencoba menjelas kan maksud kedatangan kami dan mengapa mereka diajak untuk berkumpul di ruang BK ini. Kami mencoba untuk mengobrol dengan para TM , disini sedikit sudah terlihat beberapa anak sangat tertutup, diajak berbicara pun enggan. Kami juga membujuk mereka agar mau untuk menjadi Target Modifikasi kami, dan alhamdulillah mereka bersedia untuk menjadi Target Modifikasi kami. Perkenalan ini berlangsung hingga pukul 16.00 ,namun sebelum pukul 16.00 para TM di izinkan untuk masuk ke kelas kembali untuk mengikuti pelajaran. Setelah melakukan perkenalan dengan TM kami pun izin dengan para guru di kantor, dan guru BK untuk pulang kerumah masing-masing.
Pada tanggal 7 desember 2011, sekitar pukul 13.00 sepulang dari kuliah kami mengunjungi SMP N 37 lagi untuk melanjukan kegiatan modifikasi perilaku kami. Ini adalah pertemuan kami yang ke-2, dipertemuan kami yang ke-2 ini kami akan menjelaskan dan memberikan pengarahan kepada TM tentang terapi yang akan kami berikan dan beberapa peraturan yang akan mereka jalani. Disini kami menjelaskan bahwa kami akan melakukan terapi kepada para TM untuk ,meningkatkan rasa Percaya Diri mereka. Salah satu bentuk terapi kami adalah dengan membuat sebuah games. Games ini berupa meminta tanda tangan kepada guru nya setiap kali mereka belajar. Para TM di anjurkan untuk berlomba mendapatkan tanda tangan guru nya sebanyak mungkin, tetapi ada syarat nya , mereka harus bertanya atau menjawab pertanyaan-pertanyaan guru mata pelajaran tersebut terlebih dahulu baru bisa mendapatkan tanda tangan. Siapa yang paling banyak mendapatkan tanda tangan akan mendapatkan hadiah nanti setelah penelitian ini selesai. Kami sengaja membuat games ini untuk membantu para TM berani berbicara di kelas, berani mengungkapkan pendapat nya, berani bertanya kepada guru nya apabila ada pelajaran yang tidak dimengerti sehingga mereka bisa lebih aktif dan bisa Percaya Diri untuk tampil di depan kelas. Disini kami juga membuat kesepakatan kepada para TM apabila dalam satu hari para TM sama sekali tidak bertanya dan tidak mendapatkan tanda tangan guru nya akan diberi kan hukuman, hukuman itu dari pilihan mereka sendiri. Setelah melakukan kesepakatan ini kami juga meminta biodata para TM ini. Waktu juga sudah menunjukkan pukul 16.00 kami mengakhiri penelitian kami, pamit kepada guru-guru dikantor dan akan melanjutkan penelitian ini esok hari nya.
Tanggal 8 desember 2011 pukul 14.00 setelah kuliah psikologi sosial kami kembali mengunjungi SMP N 37. Kegiatan kami hari ini adalah memeriksa jumlah tanda tangan yang didapatkan para TM. Setelah kami periksa ternyata para TM mendapatkan tanda tangan guru nya, disini juga sedikit menunjukkan bahwa para TM telah mempunyai keberanian untuk bertanya kepada guru nya dan tidak ada yang mendapatkan hukuman pada hari itu. Pada tanggal 13 desember 2011 pukul 14.00, kami kembali mengunjungi SMP N 37 menemui guru BK untuk melakukan konsultasi terhadap penelitian yang kami lakukan , meminta pengarahan kepada guru BK terhadap para Target Modifikasi kami. Setelah melakukan konsultasi kepada guru BK , kami memanggil para TM untuk berkumpul ke ruang BK. Disini kami kembali memeriksa tanda tangan para TM , ada satu TM yang bernama diana pada hari itu tidak mendapatkan tanda tangan karena ia tidak membawa kertas tanda tangan dan sesuai dengan kesepakatan maka diana dihukum sesuai dengan pilihan nya sendiri. Diana di hukum untuk bernyanyi di depan kami dan para TM, awal nya diana idak mau karena ia malu tapi kami mencoba untuk memberikan motivasi untuk percaya diri, sekaligus mengajarkan nya untuk bertanggung jawab dengan kesepakatan yang telah dibuat, akhirnya diana pun melakukan hukuman nya dan bernyanyi Garuda Pancasila di depan kami dan para TM.
Tanggal 14 desember 2011 pukul 13.00, kami mengunjungi salah satu rumah Target Modifikasi yang bernama Benny. Tujuan kami untuk melihat kondisi keluarga nya dan melihat sikap nya saat berada dirumah. Sampai dirumah benny kami bertemu dengan ibu nya yang bernama ibu Rosidah. Kami disambut baik oleh ibu nya, dan kami juga menjelaskan maksud kedatangan kami kerumah benny. Disana kami berbincang-bincang dengan ibu nya benny ,kami menanyakan seputar keluarga nya , dan kami juga menanyakan bagaimana sikap benny selama dirumah apakah ia rajin belajar , ibu nya pun menceritakan sedikit tentang sikap benny selama dirumah ” ia nak benny ini dirumah kalau disuruh belajar susah, kerjaan nya mau main saja ,setiap disuruh belajar pasti dia pergi keluar main. Kalau ada ulangan disuruh belajar pasti bilang nya ”saya pusing bu” selalu bilang seperti itu, ditanya ada PR atau tidak jawab nya selalu tidak ada waktu ibu tanya ke teman-teman nya ternyata ada PR , maka nya nak ibu juga sudah bingung mau bagaimana lagi agar benny mau rajin belajar dan ibu harap semoga mbak-mbak ini bisa membantu benny berubah ” kami pun menjawab insya allah bisa membantu ibu agar benny bisa berubah. Setelah mengobrol-ngobrol dengan ibu nya waktu pun telah menunjukkan pukul 16.30 kami pun berpamitan untuk pulang . Tanggal 17 desember 2011 kami datang lagi ke SMP N 37 . Disana kami merekam kegitan para TM yang sedang melakukan ujian.
Pada tanggal 20 desember 2011 kami datang ke SMP N 37 kembali. Kegiatan pada hari ini kami mengadakan games bersama para TM . kami melakukan beberapa games disini guna nya untuk melihat sejauh mana para TM sudah mulai berani dan PD untuk bisa aktif. Games pertama yang kami adakan adalah siapa paling cepat untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami berikan. Di games ini para TM sangat bersemangat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami, mereka saling berlomba mengacungkan jari nya, namun ada salah satu TM yaitu Diana yang tidak begitu semangat dengan games ini ia terlihat tidak berani untuk mengacungkan jari nya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami. Kami melanjtuan games ke-2 yaitu dengan menyuruh para TM untuk menuliskan hobi mereka di selembar kertas yang telah kami sediakan kemudian kertas itu dikumpulkan kembali dan kami gulung-gulung. Games ke-2 ini sama saja dengan games pertama namun yang salah menjawab akan mendapatkan hukuman ,hukuman itu ya berupa hobi-hobi yang mereka tulis tadi, dikumpulkan menjadi satu. Games ke-2 ini cukup membuat para TM tegang karena takut apabila salah menjawab. Akhirnya salah satu TM yang bernama Sarfani mendapatkan hukuman karena salah menjawab, ia memilih salah satu dari gulungan kertas yang telah mereka tulis tadi. Sarfani mendapat kan hukuman untuk bernyanyi, dan sarfani pun bernyanyi di depan kami dan para TM yang lain. Waktu pun menunjukkan pukul 16.15 kami mengakhiri kegiatan hari ini dan akan melanjutkan nya lagi besok.
Kami melanjutkan kembali penelitian di SMP N 37 pada tanggal 24 desember 2011 pukul 09.00. Kegiatan yang akan kam lakukan pada hari ini adalah mewawancarai salah satu guru SMP N 37 untuk menanyakan tingkah laku para Target Modifikasi selama berada didalam kelas. Selain itu kami juga memberikan surat pernyataan terlampir kepada para TM untuk di tanda tangani. Setelah para TM menanda tangani surat tersebut kami mengajak para TM untuk melakukan games bersama kembali. Games kali ini adalah games berhitung, siapa yang paling cepat bisa menjawab pertanyaan yang kami berikan, apabila para TM salah dalam memberikan jawaban maka para TM akan di hukum. Games ini berlangsung sangat seru, dimana para TM telah menyediakan kertas kosong untuk mengorek-orek mencari jawaban. Disini para TM serius sekali menghitung untuk mencari jawaban dari yang kami berikan, mereka saling berlomba untuk bisa menjawab pertanyaan dari kami. Salah satu dari TM yang bernama Dandy mencoba menunjukkan tangan nya untuk menjawab pertanyaan kami, namun sayang sekali jawaban yang di sebutkan dandy salah maka dari itu dandy di hukum. Dandy dihukum untuk menari di depan para TM namun dandy malu-malu dan akhirnya ia mengajak teman nya yang merupakan anggota TM kami yang bernama benny dan sarfani untuk ikut menemani ia menari. Setelah selesai menjalani hukuman nya, waktu menunjukkan pukul 13.00 kami pun mengakhiri kegiatan hari ini dan memperbolehkan para TM untuk kembali kerumah nya masing-masing.
Pada tanggal 28 desember 2011 kami kembali datang ke SMP N 37 untuk melanjutkan kegiatan kami. Hari ini kami menemui Pak Rahman S.Pd selaku guru mata pelajaran Agama Islam. Disini kami meminta kepada Pak Rahman untuk mengajar pura-pura nya Remidial pelajaran Agama Islam. Anak-anak kelas 7.1 serta TM di beritahukan oleh Pak Rahman bahwa ini adalah remidial agama. Pagi-pagi sekali mereka mulai menghapalkan buku agama. Kami menginformasikan pada mereka. Pak Rahman berpesan remidialnya lisan, jadi siapa yang ingin nilainya diperbaiki harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh beliau secara lisan, jika tidak, maka mereka tidak akan mendapatkan nilai. Pada hari ini suasana belajar para TM cukup baik dan telah menunjukkan perubahan-perubahan sedikit demi sedikit. Pada tanggal 30 desember 2011 kami kembali datang ke SMP N 37 . Hari ini kami melakukan tes yang sesungguh nya , untuk melihat adakah perubahan dari para TM ,apakah para TM sudah berani untuk bertanya kepada guru nya, pakah para TM sudah bisa aktif di dalam kelas, serta apakah para TM sudah Percaya Diri untuk bersosialisasi dengan teman-teman di dalam kelas. Pada hari ini kami meminta kepada Bapak Ishak S.Pd selaku guru mata pelajaran Matematika untuk bisa membantu kami mengajar dan TM kembali bergabung dengan anak kelas 7.1. Anak-anak kelas 7.1 di suruh hadir dan belajar dengan alasan untuk tambahan nilai raport. Alhamdulillah Pak Ishak bersedia untuk mengajar pelajaran Matematika dikelas 7.1. dan seleksi untuk menjadi kandidat peserta olimpiade matematika yang akan dilatih untuk mengikuti lomba pada kelas 8 nantinya. Proses belajar pun berlangsung, disini selama proses belajar berlangsung kami melihat para TM telah melakukan perubahan yang pesat, dimana mereka tidak malu lagi untuk bertanya , para TM pun sudah mulai aktif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Salah satu contoh perubahan pesat yang terjadi di TM kami adalah Sutina, disini sutina sudah mulai aktif ,dia sering sekali menunjukkan tangan nya untuk menjawab pertanyaan dan dia juga maju kedepan kelas menjawab soal-soal yang ada di papan tulis, ternyata memang ketika ditanya, sutina mengaku sangat senang belajar matematika sejak SD. Kami pun terkejut karena sutina telah mengalami perubahan yang sangat baik, dimana pada saat kami temui pertama kali ia sangat tertutup, jika ditanya ia hanya menjawab pelan dan tertunduk, namun sekarang ia telah berubah menjauh lebih aktif. Proses belajar hari ini berjalan lancar dan baik, waktu belajar pun selesai anak di perbolehkan pulang sedangkan para TM kembali di kumpulkan. Disini kami menyampaikan sedikit motivasi dan memberi kan selamat karena para TM telah berhasil mengikuti terapi yang telah kami berikan kami juga memberikan masukan agar tetap mempertahan kan sikap berani, aktif dan percaya diri mereka disekolah, di dalam kelas maupun di lingkungan sekitar.
Tanggal 31 desember 2011 ini merupakan kegiatan penelitian terakhir kami. Disni kegiatan yang kami lakukan adalah pembagian hadiah dan perpisahan dengan para TM dan pihak sekolah. Disini kami memberikan hadiah kepada seluruh TM namun disini ada 1 pemenang siapa yang paling banyak mengumpulkan tanda tangan. Pemenang nya adalah sutina ia paling banyak mendapatkan tanda tangan dari guru-guru. Setelah membagikan hadiah kami pun berpamitan dengan para TM , dengan para guru-guru yang telah membantu, kami juga memberikan sebuah cindera mata kepada beberapa guru yang telah membantu kami selama melakukan kegiatan penelitian di SMP N 37. Terakhir kami menemui Bapak Kepala Sekolah SMP N 37 yaitu Bapak Drs.Liswanto untuk berpamitan dan mengucapkan terima kasih telah mengizinkan kami melakukan penelitian di SMP N 37 . Bapak Liswanto juga mengucapkan terima kasih karena kami telah membantu beberapa siswa-siswa menajdi lebih aktif dan percaya diri ” Bapak juga mengucapka terima kasih pada anak-anak sekalian yang telah bersedia melakukan penelitian dan membantu beberapa siswa/siswi kami menjadi lebih baik, lebih aktif dan juga percaya diri. Bapak selaku Kepala Sekolah SMP N 37juga minta maaf kalo ada kesalahan atau kekurangan dari fasilitas maupun bantuan dari guru-guru kepada anak-anak sekalian, dan bapak doakan semoga hasil penelitian kalian berhasil dan mendapatkan nilai yang terbaik, Sekali lagi terima kasih dan selamat kalian telah selesai melakukan penelitian di SMP N 37semoga kalian tidak kapok untuk melakukan penelitian lagi di SMP N 37 ini.” . Setelah selesai berpamitan dengan guru-guru dan kepala sekolah kami pun pulang kerumah masing-masing. Dan ini lah akhir dari penelitian Modifikasi Perilaku kami di SMP N 37 Palembang.
d. Hasil Penelitian
Dalam memeodifikasi perilaku TM, perubahan perilaku tidak langsung terlihat, melainkan bertahahap dari minggu ke minggu, kami membuat table pencapaian setiap anak yang di nilai langsung oleh guru BKnya (terlampir). Sejak awal penerapan metode hukuman dan tabungan kepingan terbukti sangat efektif, ini terlihat dari tanda tangan yang mereka kumpulkan. Bahkan hanya Diana yang sempat memeroleh hukuman karena tidak mendapatkan tanda tangan satupun pada tanggal 7 desember. Berikut deskripsi kemajuan TM dari minggu ke minggu :
a. Sutinah
Minggu pertama (6-10 desember 2011) :
Pertemuan minggu pertama TM masih terlihat canggung dan masih sulit diajak komunikasi, dan pada minggu pertama ini kami melakukan pendekatan dengan TM serta mencari informasi mulai dari keseharian, dan mengamati perilaku TM setiap diajak berkomunikasi. Pada mingu pertama total tanda tangan yang didapatkan sutinah adalah 5 tanda tangan 3 pelajaran matematika, ibu Herawati. 1 Bahasa Inggris, miss eni, dan 1 pelajaran kesenian, Pak Riduan. Minggu pertama adalah minggu wajib memperoleh tanda tangan setiap harinya. Ini berlangsung sejak tanggal 6 namun terhitung wajubnya tanggal 7-10 desember.
Minggu kedua (12-17 desember 2011) :
Setelah diajak komunikasi pada minggu pertama TM sudah mulai enak diajak berkomunikasi tapi masih terlihat malu-malu, tetapi pada minggu kedua ini kami telah melakukan treatment yaitu dengan menggunakan Token Ekonomi dengan cara memberikan hadiah kepada TM dengan perjanjian yang telah disepakati pada awal pertemuan antara kami dengan TM yaitu dengan meminta tanda tangan kepada setiap guru yang mengajar dengan cara TM aktif dikelas, baik bertanya kepada guru atau mau maju kedepan saat guru memberikan pertanyaan. Dan TM ini terlihat masih malu dan belum ada kemajuan yang signifikan dalam artian TM belum berani bertanya atau maju kedepan. Minggu ini TM ujian semester dan sutina memeroleh 2 tanda tangan, dari pengawas karena bertanya tentang kekeliruan soal ujian IPS dan Bahasa Inggris.
Minggu Ketiga (19-24 desember) :
Terlihat TM sudah mau bersosialisasi dengan teman sekelas, dan sudah enak diajak komunkasi, TM juga sudah mulai terlihat aktif dikelas dengan terlihat semangat saat mengikuti pelajaran.
Minggu Keempat (26-31 desember 2011) :
TM sudah terlihat banyak sekali kemajuan, bahkan aktif menjawab pertanyaan saat diajak bermain game dengan TM lainnya, selain itu juga TM terlihat sudah terlihat PD dan tidak malu-malu lagi saat bicara dengan teman-teman dikelas, serta TM sudah terlihat sangat aktif dikelas, terlihat dari pengamatan kami TM selalu maju kedepan untuk menuliskan jawabannya.
b. Diana Novitasari
Minggu pertama :
Pertemuan minggu pertama TM masih terlihat canggung dan masih sulit diajak komunikasi, dan pada minggu pertama ini kami melakukan pendekatan dengan TM serta mencari informasi mulai dari keseharian, dan mengamati perilaku TM setiap diajak berkomunikasi. TM terlihat banyak melamun dan sangat tertutup. Minggu wajib memeroleh tanda tangan ini, Diana hanya mendapatkan 2 tanda tangan saja, pelajaran Bahasa Inggris, miss Eni dan Kesenian, Pak Riduan, jadi ia memeroleh hukuman, hukuman yang disepakatinya adalah bernyanyi didepan teman-temannya. Masih sangat sulit memintanya menepati hukumannya itu, walaupun akhirnya ia mau menyanyi karena teman-temannya yang lain terus memberi dukungan. Dan tentunya dengan sedikit ancaman dari kami, kami akan melaporkannya pada guru BK dan Wali kelasnya jika ia tidak mau menjalankan hukumannya. Akhirnya ia mau menjalankan hukuman tersebut.
Minggu Kedua :
Pada minggu ke dua, kami menemui TM ketika habis ulangan semester, belum Nampak perubahan berarti, TM masih takut diajak bicara, malah ia menghindari kami, walaupun akhirnya ia tetap kami temui. Dia masih pendiam dan belum terlihat mau bergabung dengan teman-temannya.
Minggu Ketiga:
Pada minggu ketiga ini TM sudah banyak perubahan pesat dari tingkah laku yang mau bersosialisasi dengan teman-temannya dan bertanya pada guru saat jam pelajaran dikelas. Mulai mau terbuka dan sikapnya mulai ramah pada kami. Dan nampaknya dia sudah mulai mau menyapa teman-temannya dikelas. Tidak segan lagi untuk bergabung dengan anak lain.
Minggu Keempat :
Pada pertemuan minggu Keempat perkembangan yang kami harapakan terjadi pada TM yaitu TM sudah sangat aktif dikelas, dan TM juga tidak malu-malu lagi terlihat saat kami mengajak TM bermain game TM mau maju kedepan untuk bernyanyi didepan teman-temannya, dan TM tidak pernah lagi terlihat melamun, bahkan TM sudah sangat enak diajak berkomunikasi selayaknya anak-anak yang lain.
c. Dandi
Minggu pertama :
TM masih terlihat canggung dan masih malu saat diajak bicara, dan TM masih tidak memperhatikan orang lain yang bicara padanya, cenderung melamun saja. Walaupun demikian ternyata dikelas ia mulai aktif, dan mau bertanya walaupun pertanyaanya tidak berbobot (hanya bertanya pada gurunya : tugasnya dikerjain di buku apa? Halaman berapa?). sehingga pada minggu ini dia mengumpulkan 5 tanda tangan, 2 dari guru Bahasa Inggris, miss Eny. 1 Pkn, 1 kesenian, dan 1 matematika.
Minggu Kedua :
TM mulai enak saat diajak komunikasi, TM juga sudah mau bersosialisasi dengan siapapun hanya saja TM kurang percaya diri karena masih terlihat minder, malu-malu. TM juga cerita bahwa dia mampu mengerjakan soal-soal ujian semesteran. Namun minggu ini TM tidak mendapatkan tanda tangan.
Minggu Ketiga :
Pada minggu ketiga ini TM terlihat tidak malu dan tidak pendiam lagi, terutama ketika remidial dikelas TM kelihatan mulai aktif dan menunjukan minat belajar, tidak seperti sebelumnya.
Minggu Keempat :
Pada minggu keempat ini terlihat sekali perkembangan yang sangat pesat pada TM, TM ini tidak gugup dan aktif dikelas terlihat pada saat TM diajak bermain game, saat TM terlambat pertanyaan dan mendapat hukuman TM berani menari didepan teman-temanya.
d. Benny Iskandar
Minggu pertama :
Pertemuan minggu pertama TM masih terlihat canggung dan masih agak sulit diajak komunikasi, dan pada minggu pertama ini kami melakukan pendekatan dengan TM serta mencari informasi mulai dari keseharian, dan mengamati perilaku TM setiap diajak berkomunikasi. Minggu wajib mendapatkan tanda tangan ini, Beni mendapatkan 5 tanda tangan. 1 tanda tangan dari guru matematika, 1 tanda tangan dari guru BK, bu NIng, 1 tanda tangan dari guru pelajaran bahasa inggris, 1 tanda tangan dari guru Pkn dan 1 tanda tangan dari guru bahasa Indonesia setelah berhasil membuat pantun.
Minggu Kedua :
Dengan diajak bicara TM setiap kali pertemuan sudah mulai terbuka dan enak diajak bicara, dia mulai mau bergaul dengan teman-temannya yang lain, dia mengerjakan soal ujian dengan sungguh-sungguh dan serius, dia juga mengatakan bahwa ia bisa mengerjakan soal ujiannya, yang sulit hanya matematika dan IPA saja. Ia mendapatkan 1 tanda tangan dari pengawas diminggu ujian ini
Minggu Ketiga :
Dengan diadakan Token Ekonomi selama dua minggu terlihat perubahan pada TM, dia terlihat aktif dikelas dengan bertanya dan maju kedepan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru yang mengajar saat jam pelajaran, TM juga terlihat sudah aktif dilingkungan sekolah, karena dari hasil pengamatan dan wawancara kami dengan teman dan guru dilingkungan sekolah TM terlihat bermain dan mengobrol dihalaman dan didepan kelas.
Minggu Keempat :
Perkembangan yang sangat pesat terlihat pada TM karena selama empat minggu ini banyak perilaku dan tingkah laku TM mulai dari keaktifan dikelas dan dan sosialisasi dengan teman-teman sudah sangat baik, serta terlihat juga TM sudah sangat percaya diri terlihat dari saat bermain game bersama TM selalu yang pertama yang mengangakat tangan saat diberi pertanyaan, semangat belajarnya sudah mulai baik.
e. Elly Yulia
Minggu Pertama :
Elly masih selalu terlihat panic dan sedih, ketika ditanya tentang kesehariannya dia mau menangis, seperti saat kami pertama bertemu dengannya. ketika kami bertanya apa yang dikhawatirkan dia bilang tidak ada, setelah kami selidiki ternyata dia ini sering dimintai uang oleh temannya, jika tidak diberi teman-temannya akan memusuhinya. Pada minggu ini ia berhasil mengumpulkan 5 tanda tangan. Yaitu pada pelajaran bahasa Inggris, matematika, BK, seni budaya, dan Pkn.
Minggu Kedua :
Pada minggu kedua ini terlihat ada sedikit perubahan yang terjadi pada TM yang biasanya TM tidak terlihat bertanya kepada guru dan tidak bicara dengan teman-teman tetapi pada minggu kedua ini TM sudah terlihat aktif seperti mengobrol dengan teman sebangku TM dan terlihat mulai ada kepercayaan diri dalam diri TM terlihat dari wawancara kami dengan teman Tm. Tapi pada minggu ujian ini dia tidak mendapatkan 1 tanda tangan pun.
Minggu Ketiga :
TM sudah terkihat tidak gugup lagi saat ditanya oleh guru, ini terlihat saat seorang guru menghampirinya dan bertanya pada TM, TM sangat terlihat percaya diri menjawab pertanyaan gurunya.
Minggu Kempat :
Pada minggu keempat ini terlihat TM sangat banyak sekali perubahan dan seperti yang diharapkan, karena mulai dari motivasi dan keaktifan TM dikelas dari guru-guru dilingkungan sekolah juga mengakui bahwa TM sudah mulai aktif dan motivasi belajar dikelas TM sudah aktif dan tidak malu serta tidak gugup lagi saat ditanya oleh guru dan teman-temannya.
f. Sarpani
Minggu pertama :
TM masih terlihat canggung dan masih malu saat diajak bicara bahkan TM terlihat ingin menangis jika diajak banyak bicara, TM mukanya selalu sedih, seperti sedang memikirkan beban berat. Kami mencoba bertanya tentang kesehariannya, Namun tak banyak yang dapat kami peroleh, anak ini sangat tertutup, ia bahkan banyak diam ketika kami menanyakan tentang kesehariannya dirumah. Namun ia mulai mengalami perubahan terlihat dari 3 tanda tangan yang ia peroleh dari guru Bahasa Indonesia, bahasa inggris dan Pkn.
Minggu Kedua :
TM masih terlihat malu, tetapi ada perubahan yang terlihat TM mau bertanya kepada guru saat jam pelajaran dikelas, TM juga terlihat masih sangat gugup jika ditanya. Namun sudah mulai mau bergabung dengan teman-temannya, dan sudah mulai mau bercerita kepada kami, bermain-main seperti anak yang lain. Tidak lagi menyendiri dan sedih, wajahnya mulai ceria dan menunjukan semangat.
Minggu Ketiga :
Pada pertemuan minggu ketiga ini terlihat TM sudah benar-benar aktif dan mulai ada motivasi untuk belajar. Terlihat dari keaktifan TM dikelas hingga TM tidak gugip lagi saat ditanya oleh guru.
Minggu Keempat :
Pada pertemuan minggu keempat terlihat TM sudah benar-benar tidak malu lagi, karena sesaat kami datang untuk menemui TM dan TM ini yang, mengajak berbicara terlebih dahulu, serta saat diajak bermain game TM ini saat aktif dan sangat Lincah, dan terlihat juga sosialisasi TM dengan teman-temannya juga sangat baik seperti bercanda dengan teman-temannya saat jam istirahat disekolah hasil dari pengamatan kami dan Bu Ning Imah, guru BK TM.
g. Meidi Anita
Minggu Pertama :
TM masih terlihat canggung dan masih malu saat diajak bicara, dan pada minggu pertama ini kami melakukan pendekatan dengan TM serta mencari informasi mulai dari keseharian, dan mengamati perilaku TM setiap diajak berkomunikasi, berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari TM sendiri, ketidaksempurnaannya lah yang membuatnya minder, ditambah lagi, anak-anak lain sering mengejeknya dengan meniru gaya bicara TM yang gagu. Ia berhasil memeroleh 4 tanda tangan yaitu dari pelajaran kesenian, matematika, TIK dan IPA.
Minggu Kedua :
TM masih terlihat malu-malu, tetapi sudah banyak perubahan terlihat dari cara ia bergabung dengan teman-temannya. Tetapi pada minggu kedua ini TM masih terlihat gugup jika ditanya. Dan ia tidak mendapatkan 1 tanda tangan pun di minggu ini.
Minggu Ketiga :
Pertemuan pada minggu Ketiga ini terlihat TM sudah mulai percaya diri, TM mau maju kedepan untuk membacakan puisi didepan teman-temannya, hanya saja TM masih sedikit gugup saat membacakan puisi, tetapi dari segi kepercayaan diri TM sudah berani tampil kedepan dan tidak malu didepan teman-temannya.
Minggu Keempat :
Terlihat kemajuan pesat pada TM diminggu keempat ini dengan terlihatnya TM bersosialisasi dengan teman-teman dikelas dan dari wawancara kami dengan guru-uru kelas TM menuturkan bahwa TM sudah aktif dan mau bertanya jika ada pelajaran yang tidak TM mengerti, terlihat juga TM tidak lagi gugup dan tidak malu ketika ditanya dan motivasi untuk belajar TM sudah cukup baik.
Berdasarkan perolehan tanda tangan, Sutina yang meraih perolehan tanda tangan terbanya dengan jumlah 7 tanda tangan, disusul Benny dengan 6 tanda tangan, elly dan Dandi 5 tanda tangan, Meidi 4, Sarpani 3 den Diana 2 tanda tangan. Dengan demikian Sutinahlah yang memeroleh hadiah yang disepakati yakni alat-alat tulis lengkap. “Semua anak mencapai kemajuan yang pesat, terutama Diana, Sutinah dan Sarpani, sebelumnya ibu sering perhatikan mereka itu tidak punya teman sama sekali, tapi sekarang sudah mulai mau bergabung sengan teman-teman, dan Sarpani yang dulunya sempat mau berhenti sekolah sekarang ibu lihat dia semangat lagi sekolahnya, wajahnya ceria, sudah mau tertawa dengan teman-teman yang lain” ujar bu Ning. Ketika kami tes pun, saat pelajaran matematika, ternyata memang kepercayaan dirinya meningkat, mereka mau bergabung dengan anak-anak kelas 7.1 yang aktif-aktif dan bahkan mereka tidak kalah aktif dengan anak kelas 7.1 tersebut.
BAB IV
Kesimpulan.
Kepercayaan diri merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Tingkat kepercayaan diri memiliki dampak yang penting bagi interaksi sosial seseorang. Orang yang meniliki kepercayaan diri yang rendah dapat bersifat antisosial. Kepercayaan diri dapat dikaitkan dengan motif sosial, orang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, biasanya juga memiliki tingkat motif sosial yang rendah.
Bagi anak-anak sekolah, kepercayaan diri adalah salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka dikelas. Pada modifikasi perilaku yang telah kami lakukan terhadap 7 anak yang berasal dari SMP N 37 palembang, yang sebelumnya tingkat kepercayaaan dirinya rendah ini, terlihat sekali perkembangan yang pesat dari minggu ke minggu, mereka yang sebelumnya tidak aktif ketika dikelas, dan tidak memiliki teman, sekarang sudah mulai aktif dan mulai memiliki banyak teman, bahkan mereka mau bergabung dengan anak-anak lain yang bukan teman sekelas mereka, ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri mereka telah meningkat.
Lampiran-lampiran :
a. Biodata TM
b. Tabel perilaku bermasalah
c. Surat izin Modifikasi
d. Tabel pencapaian perilaku sasaran
e. Table kegiatan harian.
f. Pernyataan Persetujuan
g. Surat keterangan dari SMP N 37 Palembang.
Daftar Pustaka
Anthony R. 1992. Rahasia Membangun Kepercayaan Diri. Penerj. Rita W. Jakarta : Rajawali. Dalam Ghufron, M.Nur & Rini Risnawita S.2010.Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta : AR- RUZZ MEDIA.
Feldman, Ruth Duskin, dkk.2010. Human development. Jakarta : Salemba Humanika.
Kumara, A. 1988. “Studi Pendahuluan Validitas dan Reliabilitas The Test of Self Confidence”. Laporan Penelitian. Jogjakarta: Fakultas Psikologi UGM. Dalam Ghufron, M.Nur & Rini Risnawita S.2010.Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA.
Lauster P. 1992. Tes Kepribadian. Penerj. D.H.Gulo. Jakarta : ANS Sungguh Bersaudara. Dalam Ghufron, M.Nur & Rini Risnawita S.2010.Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA.
Sadmoko, H.R. 2009.Pengantar Modifikasi Perilaku.
(online) (http://dosen.fip.um.ac.id/hetti/?cat=1, diakses 30 November 2009).
Sarwono, Sarlito Wirawan, 2006. Teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada.
Soekadji, Soetarlinah,1983. MODIFIKASI PERILAKU: Penerapan Sehari-hari dan Profesional, Yokyakarta: LBERTY.
Sukria,2006 “Kemampuan Menyelesaikan Masalah diTinjau dari Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial pada Remaja Akhir”, Tesis (Tidak Diterbitkan), Jogjakarta : Fakultas Psikologi UGM. Dalam Ghufron, M.Nur & Rini Risnawita S.2010.Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA.
Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.
Willis. T.A. 1985. “Supportive Function of Interpersonal Relationships”. Dalam Scohen dan S.J Syrne (Ed.) Social Support and Healt. Florida : Academic Press. Inc.
Kami bersama TM & Bu Ning Imah,s.pd
TM Di Kelas
Perpisahan dengan KEPSEK
BIODATA
Nama : Meidi Anita
Kelas : VII 1
TTL : Palembang, 04 Mei 1998
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jl. Mayer Zen Lrg. Hazizaini Rt 24 Rt 05
Cita – cita : Guru
Hoby : Menggambar
Nama Orang Tua :
Ayah : Muhammad Tohir
Ibu : Sumiati
Anak ke : 1 Dari 1 Saudara
Film Favorit : Cita-citaku
Artis Favorit : Dinda Kirana
Guru Favorit : Ibu Sonia
Pelajaran Yang disenangi : IPS
Pelajaran yang tidak disenangi : Matematika
BIODATA
Nama : Sarpani
Kelas : VII 6
TTL : Palembang, 7 Juli 1999
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Lrg. Pasundan Laut, Jl. Mayor Zen
Cita – cita : Artis
Hoby : Memancing
Nama Orang Tua :
Ayah : Nurmansyah
Ibu : Ratna Dewi
Anak ke : 1 Dari 2 Bersaudara
Film Favorit : Naruto
Artis Favorit : ST12
Guru Favorit : Pak Pujo
Pelajaran Yang disenangi : Ipa Biologi
Pelajaran yang tidak disenangi : Ips
BIODATA
Nama : Elly Yulita
Kelas : VII 7
TTL : Palembang, 04 Juli 199
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Lrg Badai Rt 32 Rw 07
Cita – cita : Guru
Hoby : Main Sepeda
Nama Orang Tua :
Ayah : Nangry
Ibu : Nurbaya
Anak ke : 2 Dari 2 Bersaudara
Film Favorit : Dahsyat
Artis Favorit : Nikita Willy
Guru Favorit : Ibu Rusmita
Pelajaran Yang disenangi : Bahasa Indonesia
Pelajaran yang tidak disenangi : Pkn
BIODATA
Nama : Benny Iskandar
Kelas : VII 7
TTL : Palembang, 16 Maret 1999
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Taqwa Mata Merah, Lrg. Bersama
Cita – cita : Polisi
Hoby : Automotif
Nama Orang Tua :
Ayah : Cecep Alamsyah
Ibu : Rosidah
Anak ke : 1 Dari 2 Saudara
Film Favorit : Naruto
Artis Favorit : Sule
Guru Favorit : Ibu NingImah
Pelajaran Yang disenangi : BK (Bimbingan Konseling)
Pelajaran yang tidak disenangi : IPA
BIODATA
Nama : Sutinah
Kelas : VII 5
TTL : Muba, 23 Juni 1998
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jl. Taqwa Mata Merah Lrg. Asean Rt 01 Rw 01
Cita – cita : Guru
Hoby : Basket
Nama Orang Tua :
Ayah : Bagio
Ibu : Nani
Anak ke : 2 Dari 4 Saudara
Film Favorit : Sponge bob
Artis Favorit : Siren Sungkar
Guru Favorit : Pak Seta
Pelajaran Yang disenangi : matematika
Pelajaran yang tidak disenangi : Fisika
BIODATA
Nama : Diana Novitasari
Kelas : VII 2
TTL : Palembang, 20 November 1998
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jl. Lematang Borang Rt 55
Cita – cita : Menjadi Dokter
Hoby : Main Bulu Tangkis
Nama Orang Tua :
Ayah : Marianto
Ibu : Sri Ningsih
Anak ke : 2 Dari 5 Saudara
Film Favorit : Spongebob
Artis Favorit : Yuki Kato
Guru Favorit : Guru Bahasa Inggris
Pelajaran Yang disenangi : Bahasa Indonesia
Pelajaran yang tidak disenangi : Matematika
BIODATA
Nama : Dandi
Kelas : VII 7
TTL : Palembang, 07 Januari 1998
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Mayor Zen Lrg. Setia Rt 17 Rw 03
Cita – cita : Atlet Sepak Bola
Hoby : Bermain Bola
Nama Orang Tua :
Ayah : Zulkarnain
Ibu : Santi
Anak ke : 2 Dari 5 Saudara
Film Favorit : Dahsyat
Artis Favorit : Sule
Guru Favorit : Miss Eni
Pelajaran Yang disenangi : Bahasa Inggris
Pelajaran yang tidak disenangi : Biologi
PERILAKU BERMASALAH
No
|
Daftar Perilaku
|
Nama Target Modifikasi
| ||||||
Benny
|
Sarpani
|
Elly
|
Diana
|
Dandi
|
Meidi
|
Sutinah
| ||
1
|
Takut bertanya pada guru
| |||||||
2
|
kurang bersosialisasi dengan teman dikelas
| |||||||
3
|
Pemalu
| |||||||
4
|
Pendiam
| |||||||
5
|
Jika ditanya banyak diam
| |||||||
6
|
Gugup jika disuruh maju kedepan
| |||||||
7
|
Kurang motivasi belajar
| |||||||
8
|
Jika disuruh baca puisi atau bernyanyi malu
| |||||||
Jadwal Kegiatan Harian Modifikasi Perilaku
Tanggal/Waktu
|
Kegiatan
|
- 21 november 2011 / 09.00-09.30
|
- Meminta surat izin dari kampus untuk melakukan penelitian di smp 37
|
- 1 Desember 2011 / 09.00-09.30
|
- Mengambil Surat izin penelitian di kampus utama.
|
- 2 Desember 2011 / 10.00-12.00
|
- Merencanakan mekanisme pertemuan awal untuk ke smp 37
|
- 3 Desember 2011 / 13.00-14.00
|
- Meninjau lokasi smp 37
|
- 4 Desember 2011 / 10.00-12.00
|
- Membahas keadaan lokasi smp 37 dan menyiapkan perlengkapan yang di perlukan untuk penelitian .
|
- 5 Desember 2011
|
- Tidak melakukan kegiatan,karena Kuliah
|
- 6 Desember 2011 / 08.00-10.00
|
- Memberikan surat izin penelitian ke pihak sekolah smp 37
|
- 6 Desember 2011 / 14.00-16.00
|
- Pertemuan 1, melakukan perkenalan dengan sesama siswa, memberikan pengarah tentang maksud tujuan kami melakukan penelitian
|
- 7 Desember 2011 / 13.00-16.00
|
- Pertemuan ke 2, memberikan pengarahan dan menjelaskan tentang terapi yang akan diberikan kepada OP
|
- 8 Desember 2011 / 14.00-16.00
|
- Melakukan terapi 1, dan mengecek tanda tangan
|
- 9 Desember 2011 / 14.00-16.00
|
- Membahas proposal pada saat pelajaran modifikasi perilaku dan membahas kendala modifikasi perilaku
|
- 10 Desember 2011 / 14.00-16.00
|
- Merencanakan untuk melakukan pertemuan dan membahas kendala antar kelompok
|
- 11 Desember 2011
|
- HARI LIBUR (MINGGU)
|
- 12 Desember 2011
|
- Tidak melakukan penelitian , Kuliah
|
- 13 Desember 2011 / 14.00-16.00
|
- Menemui guru BK ,untuk melakukan konsultasi, dan meminta pengarahan.
|
- 14 Desember 2011 / 13.00- 16.30
|
- Mengunjungi salah satu rumah OP ,melihat kondisi keluarga nya, sikap nya pada saat dirumah.
|
- 15 Desember 2011 /
|
- Tidak melakukan penelitian, Kuliah
|
- 16 Desember 2011 /
|
- Membahas proposal
|
- 17 Desember 2011 / 09.00-11.00
|
- Merekam kegiatan TM pada saat ujian
|
- 18 Desember 2011
|
- HARI LIBUR (MINGGU)
|
- 19 Desember 2011
|
- Tidak melakukan kegiatan,karena Kuliah
|
- 20 Desember 2011 /
|
- Melakukan games bersama TM
|
- 21 Desember 2011 / 13.00-17.00
|
- Membuat pendahuluan untuk Laporan dirumah amel
|
- 22 Desember 2011 / 13.00-16.00
|
- Mengerjakan pembuatan surat pernyataan resmi, dan membuat tabel
|
- 23 Desember 2011/ 14.00-16.00
|
- Konsultasi dengan Dosen Mata kuliah Modifikasi Perilaku perihal penelitian yang sedang dijalani
|
- 24 Desember 2011/ 09.00-14.00
|
- Mewawancarai salah satu guru SMP N 37 ntuk menanyakan tingkah laku para Target Modifikasi selama berada didalam kelas,dan memberikan surat pernyataan terlampir untuk di tandatangani TM
|
- 25 Desember 2011/
|
- HARI LIBUR (MINGGU)
|
- 26 Desember 2011
|
- Tidak melakukan kegiatan,karena Kuliah
|
- 27 Desember 2011/ 14.00-16.00
|
- Mendiskusikan apa yang akan dilakukan selanjutnya
|
- 28 Desember 2011/ 08.00-12.00
|
- Datang ke SMP N 37 menemui Pak Rahman S.Pd untuk mengajar pura-pura nya Remidial pelajaran Agama Islam.
|
- 29 Desember 2011/ 14.00-16.00
|
- Mendiskusikan kegiatan dan melakukan persiapan untuk kegiatan penelitian besok.
|
- 30 Desember 2011/ 08.00-15.00
|
- Datang ke SMP N 37 melakukan tes yang sesungguh nya dengan melakukan proses belajar di kelas dengan mata pelajaran Matematika.
|
- 31 Desember 2011/ 08.00-13.00
|
- Kegiatan penelitian terakhir, pembagian hadah kepada para TM, dan berpamitan dengan para guru dan kepala sekolah SMP N 37
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar