Indonesia tanah air ku.
tanah tumpah darahku
disanalah aku berdiri
jadi pandu ibuku
indonesia kebangsaanku
bangsa dan tanah airku..
marilah kita berseru
indonesia bersatu
hiduplah tanahku, hiduplah negeriku.
bangsaku rakyatku semuanyaa
bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk indonesia raya
indonesia raya merdeka, merdeka
tanah ku negeriku yang ku cinta }2x
indonesia raya merdeka, merdeka hiduplah indonesia raya.
(maaf jika ada kesalah atas lirik lagu diatas, mohon koreksiannya,,, )
welcome to my world, Please enjoy everything in this blog, Have a nice day And Thank you For visiting my blog.
Cari Blog Ini
30 Desember 2010
29 Desember 2010
Kaka ke Chelsea, bukan Inter’
Ricardo Kaka terus diterpa gosip pindah (AP)
“Saya adalah satu-satunya orang Italia yang mengenal Florentino Perez dengan sangat baik. Kami sudah berteman selama sepuluh tahun. Saya bicara dengannya beberapa hari lalu,” ujar Bronzetti.
“Florentino sedikit keras kepada dan ia tak akan mau kalah taruhan dalam soal Kaka, sama seperti halnya bek Maicon dan penyerang Diego Milito tak akan meninggalkan Inter untuk Madrid,”
“Inter memiliki pesaing kuat (dalam mendapatkan Kaka), yaitu Chelsea. Jika Kaka akhirnya dilepas akhir musim nanti, ia berpeluang 90 persen bergabung dengan Chelsea, bukan ke Inter,” paparnya
via Kompas
sumber : http://sepakbola.com/news/2010-12-29/0020156/kaka-ke-chelsea-bukan-inter
25 Desember 2010
TANAH AIR
By: Ibu Soed
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Tanah Airku.Mp3
PELAPISAN SOSIAL
Pengertian Pelapisan Sosial
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat :
1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3) Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4) Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5) Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL
Di dalam organisasi masyarakat primitive pun sebelum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban ;
2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa ;
3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh ;
4) adanya orangorang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlawmen) ;
5) adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri ;
6) adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidakstabilan ekonomi itu secara umum.
Di dalam organisasi masyarakat primitive pun sebelum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban ;
2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa ;
3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh ;
4) adanya orangorang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlawmen) ;
5) adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri ;
6) adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidakstabilan ekonomi itu secara umum.
TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
– Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
- Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).
Sifat- sifat lapisan masyarakat
Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
-Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan pendeta;
-Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
-Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
-Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
-Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.
2. system pelapisan masyarakat yang terbuka
Pada sistem pelapisan terbuka, setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke pelapisan sosial yang lebih tinggi karena kemampuan dan kecakapannya sendiri atau turun ke pelapisan sosial yang lebih rendah bagi mereka yang tidak cakap dan tidak beruntung. Seseorang dapat pula mencapai kelas sosial yang lebih tinggi. Seseorang dapat pula "dikeluarkan" apabila tidak sanggup melaksanakan hak-haknya dan kewajibannya sesuai kelas sosial yang disandangnya. Jadi sistem stratifikasi sosial terbuka bersifat sementara karena gerak sosial (mobilitas sosial) dari satu status ke status yang lainnya dapat terjadi setiap saat dan di mana saja. Sistem stratifikasi sosial pada masyarakat terbuka didorong oleh beberapa faktor sebagai berikut.
1. Perbedaan ras dan sistem sosial budaya (adat istiadat).
2. Pembagian tugas (spesialisasi).
3. Kelangkaan hak dan kewajiban.
Kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota-anggota masyarakat kedalam lapisan social sebagai berikut :
1) Ukuran kekayaan : (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
2) Ukuran kekuasaan : barang siapa yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.
3) Ukuran kehormatan : orang yang paling disegani dan dihormati menduduki lapisan sosial teratas. Misalnya golongan tua atau orang yang berjasa kepada masyarakat.
4) Ukuran ilmu pengetahuan : seperti gelar kesarjanaan.
Ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.
1) Ukuran kekayaan : (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
2) Ukuran kekuasaan : barang siapa yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.
3) Ukuran kehormatan : orang yang paling disegani dan dihormati menduduki lapisan sosial teratas. Misalnya golongan tua atau orang yang berjasa kepada masyarakat.
4) Ukuran ilmu pengetahuan : seperti gelar kesarjanaan.
Ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.
Menurut Davis dan Moore (dalam Ritzer, 2000:118), Pelapisan sosial sebagai fenomena sosial yang penting. Artinya tidak ada masyarakat yang tidak terstratifikasi. Hal ini karena setiap masyarakat memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda-beda sehingga dengan adanya stratifikasi social maka semua perbedaan itu diakomodasi masing-masing anggota masyarakat. Sistem stratifikasi tidak mengacu kepada individu dari dalam sistem stratifikasi tetapi lebih kepada posisi (kedudukan). Posisi tinggi dalam stratifikasi sosial memiliki nilai prestise, kekuasaan, dan bahkan pendapatan yang tinggi.
Referensi :
Maryati, Kun dan Juju Suryawati.2006. Sosiologi.Jakarta; esis
://www.maulanaku.co.cc/2010/11/stratifikasi-sosial.html
Murdiyatmoko,Janu. 2007.Sosiologi Memehami dan Mengkaji Masyarakat. Bandung : Grafindo Media Pratama.
15 Desember 2010
Tak Perlu diBaca,,, !!
hmmm.... malam ini aku sadang ingin menulis. walaupun mungkin bagi orang lain isi tulisan ini sama sekali tidak penting. Aku tlah membaca, berkaca, menonton, melihat tentang orang-orang yang hebat, dan menimbulkan pertanyaan yang lumrah bagi setiap orang, yakni kapankah kiranya dapat melempaui orang2 tersebut?. Tentu kesuksesam mereka tak diraih dengan usaha gampangan, tapi bagaimana mereka dapat mendidik jiwa kerja keras sehingga dapat berbuah manis, harum, menarik bagi banyak orang. Yang ku sadari walau tidak sepenuhnya adalah jiwa kerja keras orang2 seperti itu belum tumbuh pada diriku.Sebenarnya banyak keinginan yang mungkin mampu aku capai namun sampai detik ini belum juga dapat tercapai, contohnya saja aku berminat menjadi penyiar,, namun tampaknya ada kendala dariku yang membuatku merasa kesulitan, hah... yaa... sulitnya menghilangkan kegugupan yang membuat merusak beberapa kesempatan yang baik di berbagai kegiatan yang aku coba. bahkan untuk tampil didepan teman2 sekelas. sejujurnya aku ingin sekali mampu mengatasi hal tersebut, namun belum menemukan suatu cara yang tepat. aku percaya pada tulisan2 yang pernah ku baca bahwasanya tidak ada batasan pada potensi seseorang kecuali ia menciptakkannya sendiri. asal mau belajar, dan tekuni akan bisa!! hmm,,,, kira-kira apa yang dapat membuat "demam panggung" ku sembuh???
Terkadang jika aku harus memulai sesuatu,, misalnya saja perubahan, aku bingung harus mulai dari mana?!. aku menyadari banyak hal yang berubah dariku, semisal pemikiran. Walau mungkin perubahan yang terjadi ini belum memiliki dampak pada fungsi diriku sebagai anak perempuan yang mulai dewasa. bisa dikatakan aku benar2 seorang pemalas yang tidak pernah sadar untuk melakukan apa yang seharusnya ku lakukan sbagai tanggung jawabku dirumah. Ya aku tahu dan menyadari hal ini, semestinya ini diperbaiki tapi apa yang harus ku lakukan kadang aku bingung hingga ada yang memberi tahukan kepadaku. Aneh kah menurutmu?... ini sebenarnya kurang kesadaran. Tapi bagaimana supaya sadar? padahal 18 desember ini atau 3 hari lagi aku ultah ke 19 tahun. Aku tahu aku ini sudah dewasa secara umur, tapi tampakknya belun dewasa secara prilaku dan pemikiran.
Mau disebut apa orang sepertiku ini, yang menyadari keterbatasan tapi sampai detik ini belum mampu mengatasinya! harapanku aku ingin menjadi lebih berguna terutama untuk orang-orang di sekitarku dan ingin sekali jadi rajin! Diriku saat ini sangat malas dalam segala hal, ini juga hambatan yang membuat impian-impianku bagai gunung terjal yang sulit digapai puncaknya! Bagaiman menjadi rajin? pertanyaan klasik yang terdengar menyebalkan. Apakah dengan pendidikan yang aku dalami sekarang ini akan benar2 berpengaruh pada pemikiran dan perubahan yang terjadi?
Terkadang jika aku harus memulai sesuatu,, misalnya saja perubahan, aku bingung harus mulai dari mana?!. aku menyadari banyak hal yang berubah dariku, semisal pemikiran. Walau mungkin perubahan yang terjadi ini belum memiliki dampak pada fungsi diriku sebagai anak perempuan yang mulai dewasa. bisa dikatakan aku benar2 seorang pemalas yang tidak pernah sadar untuk melakukan apa yang seharusnya ku lakukan sbagai tanggung jawabku dirumah. Ya aku tahu dan menyadari hal ini, semestinya ini diperbaiki tapi apa yang harus ku lakukan kadang aku bingung hingga ada yang memberi tahukan kepadaku. Aneh kah menurutmu?... ini sebenarnya kurang kesadaran. Tapi bagaimana supaya sadar? padahal 18 desember ini atau 3 hari lagi aku ultah ke 19 tahun. Aku tahu aku ini sudah dewasa secara umur, tapi tampakknya belun dewasa secara prilaku dan pemikiran.
Mau disebut apa orang sepertiku ini, yang menyadari keterbatasan tapi sampai detik ini belum mampu mengatasinya! harapanku aku ingin menjadi lebih berguna terutama untuk orang-orang di sekitarku dan ingin sekali jadi rajin! Diriku saat ini sangat malas dalam segala hal, ini juga hambatan yang membuat impian-impianku bagai gunung terjal yang sulit digapai puncaknya! Bagaiman menjadi rajin? pertanyaan klasik yang terdengar menyebalkan. Apakah dengan pendidikan yang aku dalami sekarang ini akan benar2 berpengaruh pada pemikiran dan perubahan yang terjadi?
Langganan:
Komentar (Atom)