Cari Blog Ini

5 Mei 2010

senandungku

Dengarkah aku bersenandung...
Meraba-raba jalanan kasar dalam liku jalanku..
Jikalau renunganku menghanyutkan mu dalam sedih,
Aku akan menangisi mu di sana nanti

Dengarlah aku meminta...
Agar kau datang dengan ikhlas.
Selama aku merintangi jalanmu
Aku mengukir kesaksianku untukmu..

Palingkan wajahmu..
Biarkan bayang-bayang menjauh darimu.
Aku tak akan pernah ada lagi...
Kisahku terhenti saat ini,

Walau aku kau selimuti rindumu..
Tak kan ada suara aku lagi
Yang terngiang dihati dan jiwamu.
Terendap kisah yang tak ada duanya
Jangan akan buatmu menangisi aku.

Lembar-lembar yang pernah ku tulis, biarlah hilang dalam pusaraku.....
Jiwaku akan bersama angin padu,
Yang dingin tanpa kata.
Awan akan mewakili aku menyapamu..

Dengarlah hujan, disana ada sebongkah hati yang ku titipkan untukmu.....

sajak untuk kawanku

Waktu menyeka kebersamaan kita kawan
Ia memberikan kita batas
Hanya saja kebersamaan kemarin belum genap
Namun perpisahan adalah kepastian
Angin yang selalu mengiringi langkah kita
Menyaksikan tawa riang serta sedih kita...


Dan dalam manisnya persahabatan ini
Terasa berat melangkahkan kaki
Ratap perih menggema dalam hati sepi
Senyap kawan,, inilah semilir nyayian hati
Ketika kita harus berkemas pergi
Mulai melangkah sendiri-sendiri...


Kenangan antara kita serta tempat yang bisu ini
Memberatkan langkah tuk memulai kisah baru
Cerah yang mencoba sembunyi
Tanda gelisah hati yang haru...
Pandangi ruang-ruang kelas yang kini sunyi
Tempat kau dan aku berbagi dihari lalu..



Tapi...
Mulailah melangkah kawan..
Waktu tak izinkan kita berhenti,
Ukiran kebersammaan dihatimu, bawalah sebagai bekal
Kenanglah kawan,
Senyuman tulus bapak ibu guru kita,
Yang setia menanti dalam hatinya
Menantikan keberhasilan kita...
Mulailah lembar-lembar baru kawan,
Tanpa menutup sejarah kebersamaan kita..

ayu amelia rillis