Kali ini saya tertarik
untuk membahas salah satu kota paling menyeramkan di Jepang, yang dikenal
dengan nama Matsuo Ghost Town. Tambang Matsuo di utara
Jepang ini,
dibuka pada tahun 1914 dan ditutup pada tahun 1969. Pada masa kejayaannya
tambang ini merupakan tambang
sulfur terbesar di kawasan timur dunia. Tambang ini
memiliki 4.000 tenaga kerja dan populasi pemukiman lebih dari 15.000
orang, semuanya ditampung di sebuah kota di pegunungan Hachimantai Park.
Kota ini dikenal sebagai “surga di atas awan”
dengan apartemen mewah dengan dikelilingi aliran kabut. Sebuah apartemen
raksasa terlihat seperti tebing granit di lereng bukit. Namun kini tempat itu
hanya berupa sisa reruntuhan yang mengerikan di antara kabut. Kabut tersebut seolah-olah mencegah kita untuk menemukan tempat itu
Kompleks 11 bangunan
apartemen dibangun selama beberapa tahun dari 1951. Setiap blok berdiri empat bangunan
tinggi dengan beton bertulang. Lantai pertama dirancang untuk pasangan muda
yang belum memiliki anak , dengan satu kamar 6-mat dan dapur, sementara lantai
atas adalah untuk pasangan dengan anak-anak, dengan satu kamar 8-tikar, satu
ruangan 6-mat, dan dapur. Dibandingkan dengan standar Jepang di jaman itu, kompleks apartmen ini bias dikatakan
memiliki fasilitas sangat lengkap, dengan sistem pemanas sentral, WC flush dan
gorong-gorong sampah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar