Cari Blog Ini

24 Juni 2013

Perasaanku Terhadap "sukitte ii na yo" Anime Series



sukitte Iina yo (Say, I love you......)



Anime yang memberikan banyak gambaran tentang kehidupan cinta anak muda.. hehe,,,,
Tapi sebenarnya banyak pelajaran yang bisa diambil dari itu, banyak juga arti hidup yang coba diperlihatkan oleh anime series itu....
Kejujuran, kesetiaan, pengorbanan, cinta yang mendalam, kekhawatiran, kecemburuan, batas antara masa lalu, sekarang dan harapan, terselip dengan indah dalam episode per episodenya. Bahkan kisah persahabatan yang indahpun terukir menghiasi anime series ini.
Ada cinta yang kuat disana, ada cinta sejati disana, yang penuh warna, romans dan airmata menghiasi scen demi scennya. Aku adalah orang yang memuja pengorbanan cinta, jadi anime series ini banyak menguras perasaanku.



Yamato Kurosawa Loves Tachibana mei so much, dan he makes another girls jeolous to his lovey dovey unique girl friend (Mei-chan). Nahkan kurosawa mengorbankan kariernya, popularitasnya, selalu jujur dan takut membuat Mei-chan sedih, indah sekali anime series ini.
Cinta memang wadah dari segala rasa, bahkan benci terkadang terselip didalamnya, cinta juga medan perang, ku katakan demikian karena, kita sering kali dibuatnya berperang dengan perasaan sendiri, dan merasa tak berdaya. Seringkali cinta menguras air mata namun jika ditanya mengapa, bibirpun tak mampu mendeskripsikan perasaan dengan tepat hingga kepala hanya bisa menggeleng.



Aku merasa beruntung dapat menontonnya, dan bangga menuliskan perasaanku tentang anime seies ini. Mungkin aku tidak dapat mengulasnya disini. Tapi scen demi scennya seolah selalu bermain dalam pikiranku. Aku menyarankan pembaca menonton ini, apalagi jika anda pecinta anime dan kisah-kisah romantis. Love story nya benar-benar menuangkan perasaan yang jujur. Ya nampaknya begitulah jika cinta sudah jatuh dihati yang tepat. Tak ada lagi tempat berlabuh kecuali dihatinya, tak ada lagi keinginan-keinginan lain selain bersamanya, bahkan jika pun kita sebelumnya punya mimpi besar, sedang mimpi itu ternyata akan berdampak buruk bagi cinta ini, maka kita secara perlahan akan membunuh mimpi itu. Cinta memang tidak realistis, jika realistis bukan cinta namanya. Dulu aku berpikir dapat bertahan dengan cinta selamanya dalam sarang nyaman yang sekelilingnya dibentengi posesifitas agar tak ada yang mengganggu, tapi kini kenyataannya semua berubah ketika salah satunya mengejar hal lain, persis seperti kurosawa dan karier modelingnya. Hubungannya dengan Mei jadi terganggu, perasaanpun hampir-hampir menguap, tapi beruntung ia menghentikan semuanya, dan segera menyadari bahwa apa yang ia lakukan ternyata melukai kekasihnya, dan ia memutuskan berhenti dan memeluk erat mei bersama berasaannya dalam dekapan cintanya yang hangat. Bisa ku rasakan kehangatan hati mereka yang kembali berangkulan erat.



Mereka benar-benar saling mencintai tanpa berat sebelah. Dan keduanya dapat menjadi sayap yang menerbangkan hati mereka diluasnya langit cinta yang indah. Cinta sejati, cinta yang tidak pernah tergoda, seberat apapun godaanya. Bahkan kurosawa menangis, ketika membuat mei-chan memnagis sedih, seolah ia benar-benar merasakan, apa yang meichan rasakan. Seperti cinta kurosawa pada mei, cinta yang seperti itulah yang ingin kurasakan.  

<

Tidak ada komentar: