Cari Blog Ini

4 Februari 2012

teori motivasi



Motivasi dapat diartikan sebagai faktor pendorong yang berasal dalam dirimanusia, yang akan mempengaruhi cara bertindak seseorang. Dengan demikian, motivasikerja akan berpengaruh terhadap performansi pekerja.
Menurut Hilgard dan Atkinson, tidaklah mudah untuk menjelaskan motifasi sebab :
1.Pernyataan motif antar orang adalah tidak sama, budaya yang berbeda akan
menghasilkan ekspresi motif yang berbeda pula.
2.Motif yang tidak sama dapat diwujudkan dalam berbagai prilaku yang tidak sama.
3.Motif yang tidak sama dapat diekspresikan melalui prilaku yang sama.
4.Motif dapat muncul dalam bentuk-bentuk prilaku yang sulit dijelaskan
5.Suatu ekspresi prilaku dapat muncul sebagai perwujudan dari berbagai motif.

Berikut ini dikemukakan huraian mengenai motif yang ada pada manusia sebagai
factor pendorong dari prilaku manusia.


Motif Kekuasaan
Merupakan kebutuhan manusia untuk memanipulasi manusia lain melaluikeunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Clelland menyimpulkan bahwa motifkekuasaan dapat berfifat negatif atau positif. Motif kekuasaan yang bersifat negatifberkaitan dengan kekuasaan seseorang. Sedangkan motif kekuasaan yang bersifat positifberkaitan dengan kekuasaan social (power yang dipergunakan untuk berpartisipasi dalammencapai tujuan kelompok).

Motif Berprestasi
Merupakankeinginan atau kehendak untuk menyelesaikan suatu tugas secarasempurna, atau sukses didalam situasi persaingan (Chelland). Menurut dia, setiap orangmempunyai kadar n Ach (needs for achievement) yang berlainan. Karakteristik seseorangyang mempunyai kadar n Ach yang tinggi (high achiever) adalah :
1.Risiko moderat (Moderate Risks) adalah memilih suatu resiko secara moderat
2.Umpan balik segera (Immediate Feedback) adalah cenderung memilih tugas
yang segera dapat memberikan umpan balik mengenai kemajuan yang telahdicapai dalam mewujudkan tujuan, cenderung memilih tugas-tugas yangmempunyai criteria performansi yang spesifik.
3.Kesempurnaan (accomplishment) adalah senang dalam pekerjaan yang dapat
memberikan kepuasaan pada dirinya.
4.Pemilihan tugas adalah menyelesaikan pekerjaan yang telah di pilih secara tuntas
dengan usaha maiksimum sesuai dengan kemampuannya


Motif Untuk Bergabung
Menurut Schachter motif untuk bergabung dapat diartikan sebagai kebutuhanuntuk berada bersama orang lain. Kesimpulan ini diperoleh oleh Schachter dari studinyayang mempelajari hubungan antara rasa takut dengan kebutuhan berafiliansi.

Motif Keamanan (Security Motive)
Merupakan kebutuhan untuk melindungi diri dari hambatan atau gangguan yangakan mengancam keberadaannya. Di dalam sebuah perusahaan misalnya, salah satu carauntuk menjaga agar para karyawan merasa aman di hari tuanya kelak, adalah denganmemberikan jaminan hari tua, pesangon, asuransi, dan sebagainya.

Motif Status (Status Motive)
Merupakan kebutuhan manusia untuk mencapai atau menduduki tingkatantertentu di dalam sebuah kelompok, organisasi atau masyarakat. Parsons, seorang ahlisosiologi menyimpulkan adanya beberapa sumber status seseorang yaitu :
1.Keanggotaan di dalam sebuah keluarga. Misalnya, seorang anggota keluarga yangmemperoleh status yang tinggi oleh karena keluarga tersebut mempunyai statusyang tinggi di lingkungannya.
2.         kualitas perseorangan yang termasuk dalam kualitas perseorangan antara lain
karakteristik fisik, usia, jenis kelamin, kepribadian.
3.         Prestasi yang dicapai oleh seseorang dapat mempengaruhi statusnya. Misalnya,
pekerja yang berpendidikan, berpengalaman, mempunyai gelar, dsb.
4.         Aspek materi dapat mempengaruhi status seseorang di dalam lingkungannya.
Misalnya, jumlah kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.
5.         Kekuasaan dan kekuatan (Autoriry and Power). Dalam suatu organisasi, individuyang memiliki kekuasaan atau kewenangan yang formal akan memperoleh statusyang lebih tinggi dibandingkan dengan individu-individu yang ada di bawahnya.
Selain dari teori-teori di atas, Teori Motivasi itu juga dapat dirumuskan kembali
menjadi 3 kelompok, yaitu :
A.Teori Kepuasan ( Content Theory )
B.Teori Proses ( Process Theory )
C.Teori Pengukuhan ( Reinforcement Theory 

A. Teori Kepuasan ( Content Theory )
Pada dasarnya Teori ini lebih didekatkan pada factor – factor kebutuhan dankepuasan individu yang menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu.Hal yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dankepuasan material maupun nonmaterial yang diperolehnya dari hasil pekerjaannya. Jikakebutuhan dan kepuasannya semakin terpenuhi maka semangat kerjanya pun akansemakin baik pula. Jadi pada kesimpulannya, seseorang akan bertindak (bersemangatbekerja) untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (Inner Needs) dan kepuasannya.Misalnya mahasiswa A ingin lulus dengan IPK 3,8. Dia akan terdorong untuk lebih giatbelajar dibandingkan dengan mahasiswa B yang ingin lulus dengan IP 2,8.
Teori kepuasan (Content Theory) ini banyak dikenal antara lain :
1.Teori Motivasi klasik oleh F.W. Taylor.
2.Maslow’s Need Hierarchy Yheory (A Theory of Human Motivation) oleh A.H.
Maslow.
3.Herzberg’s Two Factor Theory oleh Frederick Herzberg.
4.Mc. Clelland’s Achievement Motivation Theory oleh Mc.Clelland.
5.Existence, Relatedness and Growth (ERG) Yheory oleh Alderfer.
6.Teori Motivasi Human Relations
7.Teori Motivasi Claude S. George

1. Teori Motivasi Klasik
Teori ini dikemukakan oleh Frederik Winslow Taylor. Menurutnya, motivasi para
pekerja itu hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan biologis saja.Sedangkan kebutuhan biologis itu sendiri adalah kebutuhan yang diperlukan untukmempertahankan kelangsungan hidup seseorang.

2. Maslow’s Need Hierarchy Theory
Teori ini dikemukakan oleh A.H. Maslow tahun 1943. Teori ini juga merupakankelanjutan dari Human Science Theory Elton Mayo (1880-1949) yang menyatakan bahwakebutuhan dan kepuasaan seseorang itu jamak yaitu kebutuhan biologis dan psikologisberupa material dan nonmaterial.
Dasar Maslow’s Need Hierarchy Theory :
a.Manusia adalah makhluk sosial yangberkeinginan. Ia selalu menginginkan lebih
banyak. Keinginan ini terus menerus, baru berhenti jika akhir hayatnya tiba.
b. Suatu kebutuhan yang telah dipuaskan tidak menjadi alat motivasi bagi
pelakunya, hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang menjadi alat motivasi.
Ada beberapa macam kebutuhan, antara lain :
- Physiological Needs
Physiological Needs (kebutuhan fisik = biologis) yaitu kebutuhan yang
diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang, seperti makan,minum, udara, perumahan dan lain-lainnya. Keinginan untuk memenuhikebutuhan fisik ini merangsang seeorang berperilaku dan bekerja giat.
- Safety and Security needs
Safety and Security needs (keamanan dan keselamatan) adalah kebutuhan
akan keamanan dari ancaman, yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dan
keselamatan dalam melakukan pekerjaan.

- Affiliation or Acceptance Needs
Affiliation or Acceptance Needs adalah kebutuhan sosial, teman, dicintai
dan mencintai serta diterima dalam pergaulan kelompok karyawan danlingkungannya. Karena manusia adalah makhluk sosial, sudah jelas iamenginginkan kebutuhan-kebutuhan social.

- Esteem or Status or Egoistic Needs
Esteem or Status or Egoistic Needs adalah kebutuhan akan penghargaan
diri, pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakatlingkungannya. Prestise dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yangdigunakan sebagai simbol status. Misalnya, memakai dasi untuk membedakanseorang pimpinan dengan anak buahnya dan lain-lain.

- Self Actuallization
Self Actuallization adalah kebutuhan aktualisasi diri dengan menggunakan
kecakapan, kemampuan, ketrampilan, dan potensi optimal untuk mencapaiprestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapaiorang lain. Kebutuhan aktualisasi diri berbeda dengan kebutuhan lain dalam dua hal, iaitu :
1.Kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat dipenuhi dari luar. Pemenuhannya hanya berasarkan keinginan atas usaha individu itu sendiri.
2.Aktualisasi diri berhubungan dengan pertumbuhan seorang individu.Kebutuhan ini berlangsung terus-menerus terutama sejalan denganmeningkatkan jenjang karier seorang individu.

3. Herzberg’s Two Factors Teory
Teori Motivasi Dua Faktor atau Teori Motivasi Kesehatan atau Faktor Higienis.Menurut teori ini motivasi yang ideal yang dapat merangsang usaha adalah peluang untukmelaksanakan tugas yang lebih membutuhkan keahlian dan peluang untukmengembangkan kemampuan. Ada 3 hal penting berdasarkan penelitian Herzberg yangharus diperhatikan dalam motivasi bawahan yaitu :
1.Hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yangmencakup perasaan untuk berprestasi, bertanggung jawab, kemajuan dapatmenikmati pekerjaan itu sendiridan adanya pengakuan atas semuanya itu.
2.Hal-hal yang mengecewakan karyawan adalah terutama faktor yang bersifat
embel-embel saja pada pekerjaan, peraturan pekerjaan, penerangan, istirahat,
sebutan jabatan, hak, gaji, tunjangan, dan lain-lain.
3.Karyawan kecewa, jika peluang untuk berprestasi terbatas. Mereka akan
menjadi sensitif pada lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan.
Herzberg menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya
dipengaruhi oleh dua faktor yang merupakan kebutuhan, yaitu :



a. Maintenance Factors
Adalah faktor-faktor pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat manusiayang ingin memperoleh ketentraman badaniah. Kebutuhan kesehatan ini merupakankebutuhan yang berlangsung terus-menerus, karena kebutuhan ini akan kembali pada titiknol setelah dipenuhi.

b. Motivation Factors
Adalah faktor motivator yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang yaitu
perasaan sempurna dalam melakukan pekerjaan. Factor motivasi ini berhubungan dengan
penghargaan terhadap pribadi yang berkaitan langsung denagn pekerjaan.

4. Mc. Clelland’s Achievment Motivation Theory
Mc. Clelland’s achievment Motivation Theory atau Teori Motivasi Prestasi
dikemukakan oleh David Mc.Clelland. Teori ini berpendapat bahwa karyawanmempunyai cadangan energi potensial. Energi ini akan dimanfaatkan oleh karyawankarena didorong oleh kekuatan motif dan kebutuhan dasar yang terlibat, harapankeberhasilannya, dan nilai insentif yang terlekat pada tujuan.
Mc. Clelland mengelompokan 3 kebutuhan manusia yang dapat memotivasi
gairah bekerja seseorang, yaitu :
-Kebutuhan akan Prestasi ( Need for Achievment )
- Kebutuhan akan Afiliasi ( Need for Affiliation )
-Kebutuhan akan Kekuasaan ( Need for Power )


5. ERG Theory Alderfer
Existence, relatednes, and Growth ( ERG ) Theory ini dikemukakan oleh Clayton
Alderfer seorang ahli dari Yale University. Teori ini juga merupakan penyempurnaan dariteori kebutuhan yang dikemukakan oleh A.H. Maslow. Alderfer mengemukakan bahwaada 3 kelompok kebutuhan yang utama, yaitu :
1.Kebutuhan akan Keberadaan ( Existence Needs ), berhubungan dengankebutuhan
dasar termasuk didalamnya Physiological Needs dan Safety Needs dari Maslow.
2.Kebutuha akan Afiliasi ( Relatedness Needs ), menekankan akan pentingnya
hubungan antar-individu ( interpersonal relationship ) dan bermasyarakat (soc ial
relationship).
3.Kebutuhan akan Kemajuan ( Growth Needs ), dalah keinginan intrinsik dalam diri
seseorang untuk maju atau meningkatkan kemampuan pribadinya.



6. Teori Motivasi Human Relations
Teoori ini lebih mengutamakan pada hubungan seseorang dengan lingkungannya.Menurut teori ini seseorang akan berprestasi baik, jika ia diterima dan diakui dalampekerjaannya dan lingkungannya. Teori ini juga menekankan peranan aktif pimpinanorganisai dalm memelihara hubungan dan kontak-kontak pribadi denga bawahannya yangdapat membangkitkan gairah kerja.

7. Teori Motivasi Claude S. George
Teori ini menyatakan bahwa seseorang mwmpunyai kebutuhan yang berhubungan
dengan tempat dan suasana di lingkungan bekerjanya, yaitu :
1.upah yang layak
2.kesempatan untuk maju
3.pengakuan sebagai individu
4. keamanan bekerja
5.tempat kerja yang baik
6.penerimaan oleh kelompok
7.perlakuan yang wajar
8.pengakuan atas prestasi

B. Teori Proses ( Process Theory )
Teori proses ini pada dasarnya berusaha untuk menjawab pertanyaan, bagaimanamenguatkan, mengarahkan, memelihara, dan menghentikan perilaku individu, agar setiapindividu bekerja giat sesuai dengan keinginan manajjer. Teori ini juga merupakan prosessebab dan akibat bagaimana seseorang bekerja serta hasil apa yang akan diperolehnya.Jadi hasil yang dicapai tercermin dalam bagaimana proses kegiatan yang dilakukanseseorang. Bisa dikatakan bahwa hasil hari ini merupakan kegiatan hari kemarin. TeoriProses ini, dikenal atas :
Teori Harapan ( Expectancy Theory )
Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatanyang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannyatergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan darihasil pekerjaan itu.
Teori harapan ini didasarkan atas :
1.Harapan (Expectancy), adalah suatu kesempatan yang diberikan akan
terjadi karena perilaku.
2.Nilai (Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai /martabat tertentu (daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yangbersangkutan.
3.Pertautan (Instrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil
tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua



• Teori Keadilan (Equaty Theory)
Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semagat kerja seseorang,jadi atasan harus bertindak adil terhadap setiap bawahannya. Penilaian dan pengakuanmengenai perilaku bawahan harus dilakukan secara objektif..

C.Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory)
Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan akibat dari perilaku denganpemberian konpensasi.Misalnya promosi seorang karyawan itu tergantung dari prestasiyang selalu dapat dipertahankan. Sifat ketergantungan tersebut bertautan denganhubungan antara perilaku dan kejadian yang mengikuti perilaku tersebut. Teoripengukuhan ini terdiri dari dua jenis, yaitu :

1.          Pengukuhan Positif (Positive Reinforcement), yaitu bertambahnya frekuensi
perilaku, terjadi jika pengukuh positif diterapkan secara bersyarat.
2.         Pengukuhan Negatif (Negative Reinforcement), yaitu bertambahnya frekuensi
perilaku, terjadi jika pengukuhan negatif dihilangkan secara bersyarat.
Jadi prinsip pengukuhan selalu berhubungan dengan bertambahnya frekuensi dan
tanggapan, apabila diikuti oleh stimulus yang bersyarat.Demikian juga prinsip hukuman
(Punishment) selalu berhubungan dengan berkurangnya frekuensi tanggapan, apabila
tanggapan (response) itu diikuti oleh rangsangan yang bersyarat. Contoh : pengukuhan
yang relatif malar adalah mendapatkan pujian setelah seseorang memproduksi tiap-tiap
unit atau setiap hari disambut dengan hangat oleh manajer.

Tidak ada komentar: