Cari Blog Ini

4 Februari 2012

PRAKTIKUM PSIKOLOGI FAAL UBD

LAPORAN PRAKTIKUM
PSIKOLOGI FAAL


Nama Mahasiswa           : Ayu Amelia Rillis
Nomor Mahasiswa         : 10181007
Nama Percobaan            : Peristiwa-peristiwa Entoptis
Nomor Percobaan          : II
Nama Pelaku Percobaan: Ayu Amelia Rillis
Nama Orang Percobaan : Rendi Prima Akbar
Tanggal Percobaan         : 31 Oktober 2011
Tempat Percobaan          : Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas
                                         Bina Darma  Palembang
 


I.       TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui apakah terdapat pembuluh-pembuluh darah didalam retina mata.

II.    DASAR TEORI
Pada mata manusia terdapat retina. Retina adalah bagian syaraf pada mata, tersusun oleh sel saraf dan serat-seratnya. Retina membentuk permukaan dalam lapisan koroid dan bersentuhan dengan korpus vitreus. Lapisan sel-sel berpigmen memisahkan sel-sel saraf dari lapisan koroid.
Retina tersusun atas sekitar 125 juta sel batang (sel basilus) yang mampu menerima rangsang sinar tak berwarna dan kurang lebih 6,5 juta sel kerucut (sel konus) yang mampu menerima rangsang sinar kuat dan berwarna. Sel batang mengandung pigmen yang peka terhadap cahaya yang disebut redopsin yaitu suatu bentuk senyawa antara vitamin A dan protein tertentu. Apabila terkena sinar terang, redopsin terurai dan akan terbentuk kembali dalam keadaan gelap. Pada proses pembentukkan rodopsin diperlukan beberapa waktu yang disebut waktu adaptasi rodopsin. Selama waktu adaptasi, kemampuan mata untuk melihat akan berkurang. Sel kerucut mengandung pigmen rodopsin yang terdiri atas senyawa retinin dan opsin. Ada tiga macam sel kerucut yang masing-masing peka terhadap rangsang warna merah, biru, dan hijau. Kerusakkan sel kerucut menyebabkan penyakit buta warna (merah, biru, atau kuning).
Batang dan kerucut tersusun erat berdampingan dari ujung bagian dalam, serat saraf berjalan menuju sel dan dari sel-sel ini serat saraf berjalan dilapisan paling dalam retina mendekati tempat mereka membelok menembus sklera dan menjadi nervus opticus. Makula adalah bintik kunin pada retina didekat kutub posterior mata. Sel saraf pada pusat ini semuanya kerucut. Nervus Opticus (kranialis) tersusun oleh sekitar satu juta serat saraf dari batang dan kerucut retina. Saraf keluar dari bola mata agak disisi medial kutub posterior, berjalan kebelakang didalm orbita dan kemudian berjalan melalui kanalis optikus didalam os sphenoidale. Kedua nervus optikus bersatu membentuk kiasma optikus, serat saraf dari setengah bagian medial (nasal) retina menyilang kesisi lain, serat dari setengah bagian lateral (temporal) tetap pada sisi yangsama. Dari kiasma, serat berjalan didalam trakus optikus disetiap sisi. Traktus optikus berjalan ke belakang dan berakhir pada pusat pertengahan otak tengah. Dari situ serat berjalan ke pusat visual otak.
Pusat visual terletak dalam lobus occipitalis. Pada setiap lobus, dicerminkan setengah sisi lapangan pandang yang belawanan. Lobus occipitalis kiri menerima impuls yang datang dari setengah lateral retina kiri dan setengah medial retina kanan, karena serat dari setengah lateral tidak menyilang dalam klasma optikum dan serat dari setengah medial menyilang. Sama halnya lobus occipitalis kanan menerima impresi yang datang dari setengah bagian yang lain.
Pada mata, sebagai jalan nya aliaran darah dibutuhkan suatu jaringan khusus yang disebut juga serabut pembuluh darah. Pembuluh darah ini adalah suatu sistem jaringan tertutup yang akan membawa darah yang berguna sebagai pemberi nutrisi sel-sel pada mata. Aliran- aliran darah pada pembuluh darah yang terdapat pada bagian yang berfungsi sebagai jalan masuk nya sinar pada mata akan memberikan efek visual secara tak langsung pada mata. Efek ini terjadi secara alami pada organ mata dan efek yang terjadi ini disebut juga peristiwa entoptis. Beberapa pembuluh darah yang mensuplay darah untuk mata adalah sebagai berikut:
-          Arteri Ophthalmica, cabang arteri carotis interna, memasuki orbita melalui kanalis optikus bersama dengan nervus optikus. Arteri ini bercabang :
a.       Arteri Centralis retinae, yang memasuki nervus optikus, berjalan menuju pusat diskus optikus, dan kemudian memberi percabangan yang menyebar keluar di dalam retina dan menyuplai darah untuk retina. Arteri ini merupakan ” end artery” yaitu arteri yang tidak beranastomosis dengan arteri lain.
b.      Arteria Ciliaris yang menembus sklera bola mata dan menyuplai darah lapisan koroid, badan siliaris dan iris.
Vena dari struktur didalam orbita berjalan kebelakang menuju sinus cavernosus, sinus venosus yang terletak di dalam tengkorak pada setiap sisi os sphenoidale. Vena dari kulit wajah di sekitar mata dan hidung berhubungan dagan vena di dalam orbita.


III. ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Flash light

IV. JALANNYA PERCOBAAN
1.       Lukisan pembuluh darah pada purkinye
Didalam tempat yang agak gelap, OP diminta untuk melirik ke kiri. Dari sebelah kanan, mata kanan OP disinari dengan flash light yang digerakkan.

2.      Aliran darah didalam kapiler didalam retina
PP sekaligus bertindak sebagai OP melihat langit biru, kemudian dirasakan setelah beberapa lama apakah terlihat titik putih yang bergerak.


V.    HASIL PERCOBAAN
1.      Lukisan pembuluh darah pada purkinye
OP di tempat ditempat yang agak gelap, mata disuruh melihat kekiri. Dari sebelah kanan, mata disinari dengan flash light yang digerakkan. Hasilnya terlihatlah pembuluh-pembuluh darah pada mata.
2.      Aliran darah dalam Kapiler pada Retina
PP sekaligus OP melihat langit biru kemudian dirasakan, apakah setelah beberapa lama akan terlihat titik putih yang bergerak. Hasilnya terlihatlah bintik-bintik putih yang berterbangan di langit.

VI.KESIMPULAN
                        Pada mata terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berfungsi membawa darah yang berguna sebagai pemberi nutrisi sel-sel pada mata. Pada mata terjadi peristiwa-peristiwa entoptis. Peristiwa ini terjadi pada retina. Peristiwa entoptis ini sendiri dipengaruhi oleh ada nya aliran darah pada mata.




                                                                                    Palembang, 31 Oktober 2011
                                                                                                       Praktikan
                                                                       


                                                            Ayu Amelia Rillis






DAFTAR PUSTAKA

Gibson, John. 2003. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. Edisi II. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran GSC. 

Jati, wijaya. 2007. Aktif Biologi. Jakarta: Ganeca Exact.

Suharman, dkk. 2004, ”Sains Biologi” Jakarta : Erlangga.

Abas Muhammad. 1994. Biologi untuk kela 2 SMU. Jakarta : Yudistira.


Tidak ada komentar: