Cari Blog Ini

18 Desember 2012

誕生日おめでとう

Today is my special day,,

thank's to god yang selalu memberiku berkah yang tak terhingga.

selama 20 tahun ke belakang, udah banyak hal yang terjadi dalam hidupku, hmmmm,,,, setahun kebelakang dulu deh,, banyak banget yang dah terjadi dalam hidupku, mulai dari yang seneng-seneng hingga yang sedih,,,,
let's see...
setahun kemaren banyak banget aku dapet pengalaman,,,
mulai dari diikutsertakan jadi bujang gadis kampus (pemilihannya di celebrity cafe), jadi duta fakultas jadi pragawati deh di PIM, dapet panggilan JOB ngajar di JUNDI,,, hmmmm apalagi yah???
pokoknya setahun kemaren itu, hidupku benar-benar penuh warna....
yang terpenting yahh... dia (my mjd) masih tetap setia & sayang ma aku.
banyak juga pelajaran berharga yang telah ku dapatkan setahun belakangan kemarin, untuk itu aku berharap, semoga aku menjadi lebih baik....

nah, untuk harapan satu tahun kedepan ya...
semoga aja aku tetep bisa mengukir prestasi-prestasi di kuliah, dan beberapa pencapaian besar yang tak terduga. aku juga berharap bisa merubah konsep diriku, dari adek2 jadi mbak2, hahahah soalnya sekarang masih shocked seh klo dipanggil "mbak", nggak nyadar abis kayaknya kalo diri ini udah mulai tua,, ehh dewasa deh!...

selain itu sikap kekanak-kanakan masih melekat erat didiriku selama 20 tahun ini, hahahah :D
21 tahun ini maunya sih jadi woman nggak girl lagi, yang lebih matang cara berpikirnya, lebih baik pengelolaan emosinya. dan yang paling diharapkan oleh orang rumah tuh pastilah supaya aku jadi rajin :D.

semoga setahun kedepan ini aku bisa mengukur sejarah indah dihidupku,
jadi lebih baik lagi,,,,

amin..amin...amin.....

11 Desember 2012

Berpikir Kritis





Berpikir kritis adalah kemampuan dalam membuat penilaian terhadap satu atau lebih pernyataan dan membuat keputusan yang objektif berdasarkan pada pertimbangan dan fakta yang mendukung.  Berpikir kritis merupakan hal penting dan mendasar untuk semua ilmu pengetahuan, termasuk psikologi. Dengan berpikir kritis, kita dapat membedakan psikologi yang sebenarnya (ilmiah) dari ulasan masalah psikologi tetapi tidak ilmiah. Berikut, delapan panduan dalam berpikir kritis:
·         Mengajukan pertanyaan
Berdasarkan hasil observasi Vincent Ruggiero (1988) bahwa mekanisme pemicu untuk berpikir kreatif adalah kecenderungan untuk ingin tahu, menyelidiki, dan untuk bertanya.
·         Mendefinisikan istilah
Setelah mengajukan pertanyaan umum, langkah berikutnya adalah merumuskannya ke dalam istilah yang jelas dan konkret. Sebagai contoh, “apakah hewan bisa menggunakan bahasa?” Jawabannya tergantung dengan definisi kamu mengenai “bahasa” itu sendiri.
·         Menilai fakta
Mengambil sebuah keputusan tanpa disertai fakta merupakan sebuah contoh kemalasan berpikir. Seorang pemikir kritis akan bertanya mengenai fakta yang mendukung atau menyangkal sebuah argumen.
·         Menganalisis berbagai asumsi dan bias
Asumsi adalah keyakinan yang diterima begitu saja tanpa dipertanyakan kembali. Nah, para pemikir kritis akan mencoba mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi-asumsi yang sudah tidak diperdebatkan dimana asumsi tersebuh menjadi dasar sebuah argumen dan menghindari terjadinya bias
·         Menghindari penalaran yang emosional
Komitmen yang kuat terhadap suatu pandangan dapat memotivasi seseorang untuk berpikir secara berani. Tetapi, jika firasat kita selalu didasarkan pada perasaan da mengabaikan pemikiran yang jernih, akibatnya bisa fatal
·         Jangan terlalu menyederhanakan masalah
Seorang pemikir kritis berusaha meninjau lebih jauh melampaui hal-hal yang sudah nyata atau jelas. Mereka menolak untuk melakukan generalisasi yang terlalu cepat
·         Mempertimbangkan berbagai interpretasi lain
Seorang pemikir kritis secara kreatif menghasilkan sebanyak mungkin penjelasan yang masuk akal sebelum menentukan sebuah kesimpulan
·         Mentolerir ketidakpastian
Belajar berpikir kritis mengajarkan kepada kita suatu pelajaran hidup, yaitu: dimana hidup berdampingan dengan sebuah ketidakpastian

10 Oktober 2012

Ciri-Ciri Orang Krearif Menurut Para Ahli

ini dia tugas kuliah saya
:D



Nama : A A Rillis
NIM    : 10181---
Psikologi Kreatifitas &Bberfikir kritis.
Soal. :
1.      jelaskan  ciri-ciri orang kreatif menurut para ahli!

jawab :
A. Pengertian Kreativitas
Banyak ahli yang merumuskan mengenai pengertian kreativitas, beberapa  ahli yang menyatakan tentang pengertian, kreativitas diantaranya adalah:
Guilford (1967) menyatakan bahwa intelejensi berkaitan dengan berpikir  secara konvergen, sedangkankreativitas adalah berkaitan dengan  kemampuan seseorang untuk berpikir divergen. Berpikir konvergen  merupakan proses berpikir yang didasari oleh berbagai hal menuju satu  kesimpulan. Sedangkan berpikir divergen kemampuan berpikir yang berawal  dari satu persoalan atau satu hal menuju berbagai hal.
Utami Munandar menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan  seseorang untuk menciptakan produk-priduk baru, meskipun tidak semua  komponennya baru.
B. Ciri-ciri orang  yang kreatif
Individu yang memiliki potensi kreativitas yang tinggi menunjukkan sikap  dan perilaku yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang.  Kekhasan atau ciri-ciri individu tersebut menurut beberapa ahli adalah  sebagai berikut:
·         Menurut Rogers (dalam Utamu Munandar, 2004) ada tiga kondisi pribadi kreatif;
a.       Keterbukaan terhadap pengalaman
b.       Kemampuan untuk menilai situasi dengan patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
c.       Kemampuan untuk bereksperimen, untuk bermain dengan konsep-konsep.

·         Para ahli seperti Torrance dan Dembo (979), Utami Munandar (2004), Conny  Semiawan (1984), Cohen (1976), Siegelman (1973) mengemukakan beberapa  ciri-ciri orang kreatif, diantaranya;
a.       Suka humor, tidak kaku dan tidak tegang dalam bekerja.
b.      Suka pada pekerjaan yang menantang
c.        Cukup kuat memusatkan perhatian
d.      Suka mengemukakan ide-ide baru dan bersifat imajinatif
e.        Lebih sensitif terhadap keadaan orang lain
f.       Tidak banyak terikat pada kelompknya
g.      Mampu memunculkan ide-ide yang aneh
h.      Terbuka terhadap ide/penemuan baru
i.        Fleksibel/tidak kaku
j.        Memiliki konsep diri positif
(dari : http://konselorindonesia.blogspot.com/)

Menurut Mihaly Csikszentmihalyi,seorang pakar kreativitas yang telah 30 tahun meneliti kehidupan orang-orang kreatif, ciri-ciri orang kreatif adalah :
a.       Orang-orang kreatif memiliki tingkat energi yang tinggi, tapi mereka juga membutuhkan waktu lama untuk beristirahat. Mereka tahan berkonsentrasi dalam waktu yang lama tanpa merasa jenuh, lapar, atau gatal-gatal karena belum mandi. Tapi begitu sudah selesai, mereka juga bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengisi ulang tenaga mereka; Di mata orang luar, mereka jadi terlihat seperti orang termalas di dunia.
b.      Orang-orang kreatif pada umumnya juga cerdas, tapi di sisi lain mereka tidak segan-segan untuk berpikir ala orang goblok dalam memandang persoalan. Ketimbang terpaku sejak awal pada satu macam penyelesaian (‘cara yang benar’), mereka memulai pemecahan masalah dengan berpikir divergen: Mengeluarkan sebanyak mungkin dan seberagam mungkin ide yang terpikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya.
c.       Orang-orang kreatif adalah orang yang playful, tapi mereka juga penuh disiplin dan ketekunan. Tidak seperti dewasa lainnya yang melihat dunia dengan kacamata super-serius, orang-orang kreatif memandang bidang peminatan mereka seperti taman ria. Mereka melakukan pekerjaannya dengan begitu antusias sehingga terkesan seperti sedang bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan ‘mainannya’.
d.      Pikiran orang-orang kreatif selalu penuh imajinasi dan fantasi, tapi mereka juga tak lupa untuk tetap kembali ke realitas. Mereka mampu menelurkan ide-ide gila yang belum pernah tercetus oleh 6 milyar manusia lain, tapi yang membuat mereka bukan sekedar pemimpi di siang bolong adalah usaha mereka untuk menjembatani dunia khayalan mereka dengan kenyataan sehingga orang lain bisa ikut mengerti dan menikmatinya.
e.       Orang-orang kreatif cenderung bersifat introvert dan ekstrovert. Pada kebanyakan orang lain, biasanya ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi kedua sifat itu tampaknya muncul dalam porsi yang setara pada orang-orang kreatif. Mereka sangat menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan orang-orang kreatif lain yang sehobi) maupun kesendirian total ketika mengerjakan sesuatu.
f.       Orang-orang kreatif biasanya rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannya. Mereka sadar bahwa ide-ide mereka tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan inspirasi dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi panutan mereka. Mereka juga terfokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga prestasi di masa lalu tidak sebegitu berartinya bagi mereka.
g.      Orang-orang kreatif adalah androgini; Mereka mendobrak batas-batas yang kaku dari stereotipe gender mereka. Laki-laki yang kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibanding laki-laki lain yang tidak begitu kreatif, sementara perempuan yang kreatif juga lebih dominan dan ‘keras’ dibanding perempuan pada umumnya.
h.      Orang-orang kreatif adalah pemberontak, tapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai tradisi lama.Tentu sulit menyematkan nilai kreativitas pada sebuah teori atau karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tapi orang-orang kreatif tidak ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada; Ada unsur ‘perbaikan’ atau ‘peningkatan’ yang harus dipenuhi, dan itu hanya bisa dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya untuk bisa menerabasnya.
i.        Orang-orang kreatif sangat bersemangat mendalami pekerjaannya, tapi mereka juga bisa sangat obyektif menilai hasilnya. Tanpa hasrat yang menggebu-gebu, mereka mungkin sudah menyerah sebelum sempat mewujudkan ide kreatif mereka yang sulit dinyatakan, tapi mereka juga tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hebat tanpa kemampuan untuk mengkritik diri dan karya sendiri habis-habisan.
j.        Orang-orang kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada lingkungan. Sifat ini menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tapi juga membuat mereka sering gelisah -bahkan menderita. Sesuatu yang tidak beres di sekitar mereka, kritik dan cemooh terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai sebagaimana mestinya, hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang biasa.
(Sumber: The Creative Personality – Psychology Today dari web: http://www.senikreasikaryaamanah.com/2012/02/ciri-orang-kreatif.html)



Ciri-ciri perilaku kreatif yang dikemukakan oleh Torrence (dalam Utami Munandar, 1988) adalah:
  1. Berani dalam pendirian, berarti ia berani mempertahankan pendiriannya meskipun tidak sama dengan kebanyakan orang.
  2. Memiliki sifat ingin tahu
  3. Mandiri dalam berpikir dan menilai sesuatu
  4. Menjadi orang yang berpikir dengan tugas-tugasnya
  5. Bersifat intuitif atau mendasarkan pada gerak hati dalam pemenuhan kebutuhan
  6. Orang yang teguh
  7. Tidak mudah menerima penilaian dari orang lain, meskipun banyak orang yang menyetujuinya.
Sedangkan Guilford (dalam Munandar, 1988) mengemukakan ciri-ciri individu yang kreatif ditentukan dari:
  1. Flexibility, yaitu bagaimana keterbukaan seseorang pada gagasan baru, pengalaman dan kemampuan menggabungkan ide (dengan evaluasi mingguan, bulanan, tahunan)
  2. Fluency, yaitu bagaimana seseorang menuangkan ide -ide kreatif secara lancar (dengan cara memusyawarahkan ide-ide dengan karyawan)
  3. Redefinition, yaitu kemampuan seseorang dalam merespon sesuatu yang unik (seperti seorang pimpinan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh karyawan ataupun keluarga karyawan.
  4. Originality, yaitu kemampuan seseorang dalam menangkap esensi dari informasi yang ditampilkan dalam bentuk figura/yang tertuang dalam judul karya (memberikan bonus apabila karyawan memiliki prestasi kerja)
  5. Elaboration, yaitu kemampuan memperluas ide serta kemampuan asosiatif untuk mengolah stimulus abstrak menjadi nyata.
Sementara itu dinyatakan oleh Utami Munandar (1988) bahwa karakteristik orang kreatif berdasarkan penelitian adalah sebagai berikut:
  1. Orang yang bebas dalam berpikir
  2. Orang yang memiliki daya imajinasi
  3. Bersifat ingin tahu
  4. Ingin mencari pengalaman baru
  5. Mempunyai inisiatif
  6. Bebas dalam mengemukakan pendapat
  7. Memiliki minat yang luas dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat
  8. Memiliki kepercayaan pada diri sendiri yang cukup besar.
  9. Tidak mau menerima pendapat orang lain begitu saja
  10. Tidak pernah bosan, dalam arti jarang putus asa dan akan selalu mencoba lagi sampai dapat memecahkan masalahnya.





Daftar Pustaka
 http://konselorindonesia.blogspot.com/
Tim Penyusun Mata Kuliah PPD. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Padang: UNP.
Bono, Edward de. 2008. Metode Mencetuskan ide-ide kreatif dan orisinil. Jokjakarta: Penerbit Think.


6 Oktober 2012

Gangnam Style


Romanized:

Oppan gang-namseutayil
Kang-namseutayil

Naje-neun ttasaroun inkanjeo-gin yeoja
Keopi hanjanye yeoyureuraneun pumkyeok i-nneun yeoja
Bami omyeon shimjangi tteugeowojineun yeoja
Keureon banjeon i-nneun yeoja

Naneun sana-i
Naje-neun neomankeum ttasaroun geureon sana-i
Keopi shikgido jeone wonsyas ttaerineun sana-i
Bami omyeon shimjangi teojyeobeorineun sana-i
Keureon sana-i

Areumdawo sarangseureowo
Keurae neo hey keurae baro neo hey

Areumdawo sarangseureowo
Keurae neo hey keurae baro neo hey

Chigeumbu-teo kal dekkaji kabol-kka

Oppan gang-namseutayil

Kang-namseutayil

Oppan gang-namseutayil

Kang-namseutayil

Oppan gang-namseutayil

Eh- sexy lady
Oppan gang-namseutayil

Eh- sexy lady
O-oo-o

Jeongsu-khae boijiman nol ttaen noneun yeoja
Ittaeda shipeumyeon mukkeot-deon meori puneun yeoja
Karyeot-jiman wen-manhan nochulboda yahan yeoja
Keureon gamkakjeo-gin yeoja

Naneun sana-i
Jeomjanha boijiman nol ttaen noneun sana-i
Ttae-ga dwehmyeon wahnjeon michyeobeorineun sana-i
Keunyukboda sasangi ul-tungbul-tung-han sana-i
Keureon sana-i

Areumdawo sarangseureowo
Keurae neo hey keurae baro neo hey

Areumdawo sarangseureowo
Keurae neo hey keurae baro neo hey

Chigeumbu-teo kal dekkaji kabol-kka

Oppan gang-namseutayil

Kang-namseutayil

Oppan gang-namseutayil

Kang-namseutayil

Oppan gang-namseutayil

Eh- sexy lady
Oppan gang-namseutayil

Eh- sexy lady
O-oo-o

Ttwiineun nom keu wiie naneun nom
Baby baby
Naneun mwol jom aneun nom

Ttwiineun nom keu wiie naneun nom
Baby baby
Naneun mwol jom aneun nom

You know what i’m saying

Oppan gang-namseutayil

Eh- sexy lady
Oppan gang-namseutayil

Eh- sexy lady
Oppan gang-namseutayil



English Translation:

Oppa is Gangnam style
Gangnam style

A girl who is warm and humanle during the day
A classy girl who know how to enjoy the freedom of a cup of coffee
A girl whose heart gets hotter when night comes
A girl with that kind of twist

I’m a guy
A guy who is as warm as you during the day
A guy who one-shots his coffee before it even cools down
A guy whose heart bursts when night comes
That kind of guy

Beautiful, loveable
Yes you, hey, yes you, hey
Beautiful, loveable
Yes you, hey, yes you, hey
Now let’s go until the end

Oppa is Gangnam style, Gangnam style
Oppa is Gangnam style, Gangnam style
Oppa is Gangnam style

Eh- Sexy Lady, Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady oh oh oh oh

A girl who looks quiet but plays when she plays
A girl who puts her hair down when the right time comes
A girl who covers herself but is more sexy than a girl who bares it all
A sensable girl like that

I’m a guy
A guy who seems calm but plays when he plays
A guy who goes completely crazy when the right time comes
A guy who has bulging ideas rather than muscles
That kind of guy

Beautiful, loveable
Yes you, hey, yes you, hey
Beautiful, loveable
Yes you, hey, yes you, hey
Now let’s go until the end

Oppa is Gangnam style, Gangnam style
Oppa is Gangnam style, Gangnam style
Oppa is Gangnam style

Eh- Sexy Lady, Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady oh oh oh oh

On top of the running man is the flying man, baby baby
I’m a man who knows a thing or two
On top of the running man is the flying man, baby baby
I’m a man who knows a thing or two

You know what I’m saying
Oppa is Gangnam style

Eh- Sexy Lady, Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady oh oh oh oh



Kesehatan Mental


Definisi Kesehatan Mental

Secara etimologis, kata “mental” berasal dari kata latin, yaitu “mens” atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam bahasa Yunani, kesehatan terkandung dalam kata hygiene, yang berarti ilmu kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu kesehatan mental) (Yusak Burhanuddin, 1999: 9).
Menurut Kartini Kartono dan Jenny Andary dalam Yusak (1999: 9-10), ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan mental/jiwa, yang bertujuan mencegah timbulnya gangguan/penyakit mental dan gangguan emosi, dan berusaha mengurangi atau menyembuhkan penyakit mental, serta memajukan kesehatan jiwa rakyat.
Sebagaimana seorang dokter harus mengetahui faktor-faktor penyebab dan gejala-gejala penyakit yang diderita pasiennya. Sehingga memudahkan dokter untuk mendeteksi penyakit dan menentukan obat yang tepat. Definisi mereka berdua menunjukan bahwa kondisi mental yang sakit pada masyarakat dapat disembuhkan apabila mengetahui terlebih dulu hal-hal yang mempengaruhi kesehatan mental tersebut melalui pendekatan hygiene mental.
Dalam perjalanan sejarahnya, pengertian kesehatan mental mengalami perkembangan sebagai berikut :
·         Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa (neurosis dan psikosis).
Pengertian ini terelihat sempit, karena yang dimaksud dengan orang yang sehat mentalnya adalah mereka yang tidak terganggu dan berpenyakit jiwanya. Namun demikian, pengertian ini banyak mendapat sambutan dari kalangan psikiatri (Sururin,2004: 142)
Kembali pada istilah neorosis, pada awalnya kata tersebut berarti ketidakberesan dalam susunan syaraf. Namun, setelah para ahli penyakit dan ahli psikologi menyadari bahwa ketidakberesan tingkah laku tersebut tidak hanya disebabkan oleh ketidakberesan susunan syaraf, tetapi juga dipengaruhi oleh sikap seseorang terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, maka aspek mental (psikologi) dimasukkan pula dalam istilah tersebut.

·         Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup. Pengertian ini lebih luas dan umum, karena telah dihubungkan dengan kehidupan sosial secara menyeluruh. Dengan kemampuan penyesuaian diri, diharapkan akan menimbulkan ketentraman dan kebahagiaan hidup.

·         Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa serta mempunyai kesanggupan untuk mengatasi problem yang biasa terjadi, serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik).

·         Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi, bakat dan pembawaan semaksimal mungkin, sehingga membawa kebahagiaan diri dan orang lain, terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang sehat mentalnya adalah orang yang terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa, maupun menyesuaikan diri, sanggup menghadapi masalah-masalah dan kegoncangan-kegoncangan yang bias, adanya keserasian fungsi jiwa, dan merasa bahwa dirinya berharga, berguna, dan berbahagia serta dapat menggunakan potensi-potensi yang ada semaksimal mungkin (Sururin,2004: 144).
Kesehatan mental (mental hygiens) adalah ilmu yang meliputi sistem tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi kesehatan ruhani (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154) Menurut H.C. Witherington, kesehatan mental meliputi pengetahuan serta prinsip-prinsip yang terdapat lapangan Psikologi, kedokteran, Psikiatri, Biologi, Sosiologi, dan Agama (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154)
Kesehatan Mental merupakan kondisi kejiwaan manusia yang harmonis. Seseorang yang memiliki jiwa yang sehat apabila perasaan, pikiran, maupun fisiknya juga sehat. Jiwa (mental) yang sehat keselarasan kondisi fisik dan psikis seseorang akan terjaga. Ia tidak akan mengalami kegoncangan, kekacauan jiwa (stres), frustasi, atau penyakit-penyakit kejiwaan lainnya. Dengan kata lain orang yang memiliki kesehatan mental juga memiliki kecerdasan baik secara intelektual, emosional, maupun spiritualnya.

2 Oktober 2012

Super Junior- Spy lyrics




[Donghae] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Jabhil -deut jabhiji anha keurimjacheoreom butjiman
[Eunhyuk] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Sumi teok kkeut-kkaji cha wah keunyeoreul kyeonun geu sunkan

[All] I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway

[Kyuhyun] Il-saengildae seuril donneun seutori-ga chigeumbu-teo ha-ira-iteu mag
Tallil keoya chuk
[Ryeowook] Bonneungeuro kkeokkeun haendeul keuge dab il-keol butjab-go balba bwah maen
Kkeut-kkaji ka bwah, Hey!

([Yesung] Oh yeah eh)
[Siwon] Hamjeongeul pihae bwaht-jande ([Yesung] Ah little runaway! )
[Yesung] Nae pomange jabhin baby ([Ryeowook] Hoo)
Keu son-mashi charishae ([Ryeowook] Woohoo) ikeot cham sara-i-nne

[Leeteuk] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Jabhil -deut jabhiji anha keurimjacheoreom butjiman
[Sungmin] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Sumi teok kkeut-kkaji cha wah keunyeoreul kyeonun geu sunkan

[Eunhyuk] Koldeu pinggeoreul chajaseo yeong-hwah gateun che-ishing tallyeosseo
Seororeul bi-utko nollimyeo chochko chochneun beu-llokbeoseu-teo
[Shindong] Keu kkoriwahye gin georireul jobhyeosseumyeon ije meomchwoseo
Now one two one two, let's go, go!

[All] Do-o ro-o ro-o do-o
([Eunhyuk] Go kick it in the butt! Go kick it in the! )
[All] Do-o ro-o ro-o do-o
[Donghae] (Go kick it in the! Go kick it in the! )

[Kangin] Chinjeorhashin nebike-isyeon mianhajiman kkeobeorigo jimseung gateun nae
Bonneungmaneuro kyesok
[Donghae] Ka ka ka ja I gili majdamyeon nan O.K. Keuge namjaya maen animyeon not O.K. Hey!

([Sungmin] Oh yeah eh)
[Yesung] Hamjeongeul pihae bwaht-jande ([Sungmin] Ah little runaway! ) nae pomange jabhin baby ([Ryeowook] Hoo)
[Ryeowook] Keu son-mashi charishae ([Ryeowook] Woohoo) ikeot cham sara-i-nne

[All/Siwon] Na, na, na, nareul sarang-han ([Donghae] Spy girl) meo, meo, meo meolli darana
[Donghae] Chimchakhan sonkkeu-teul tteona pyojeo-ge kkojhil ttae neukkyeojyeo
[Kyuhyun] Shimjangi michin -deut ttwiigo meorineun cha-gawojyeo a-hey

[All] I got you little runaway ([Yesung] Ooooh yeeeeaaah)
I got you little runaway ([Yesung] Little runaway~)

[Leeteuk] Chimchakhan sonkkeu-teul tteona pyojeo-ge ([Yesung] Oh yeeeeaaah) kkojhil ttae neukkyeojyeo
[Sungmin] Shimjangi michin -deut ttwiigo ([Yesung] Heeeeey! ) meorineun cha-gawojyeo a-hey

Color Psychology


Color Psychology
How Colors Impact Moods, Feelings, and Behaviors

I. Introduction 
What Is Color? In 1666, English scientist Sir Isaac Newton discovered that when pure white light passes through a prism, it separates into all of the visible colors. Newton also found that each color is made up of a single wavelength and cannot be separated any further into other colors.
Further experiments demonstrated that light could be combined to form other colors. For example, red light mixed with yellow light creates an orange color. Some colors, such as yellow and purple, cancel each other out when mixed and result in a white light. If you have ever painted, then you have probably noticed how certain colors can be mixed to create other colors
Do you feel anxious in a yellow room? Does the color blue make you feel calm and relaxed? With the human brain able to distinguish over two hundred shades of white, able to see the same color no matter the light source, saying color is essential to our perception is no slight exaggeration. Viewing a black and white scenic full of all the shades of gray that a good paper and photographer can bring to light, the emotions just those shades of gray can evoke is tremendous! But that's just a small sampling of the potential a full palette of colors can bring to a photograph, When photographing wildlife, you'd be surprised by the emotional response color can evoke, and how color, especially the color of the background, can emphasize and enhance that emotional response.
Of course, your feelings about color can also be deeply personal and are often rooted in your own experience or culture. For example, while the color white is used in many Western countries to represent purity and innocence, it is seen as a symbol of mourning in many Eastern countries.

II. Problem 
In this case, we will find :
Why is color such a powerful force in our lives,
what is the meaning of each colors?
What effects can it have on our bodies and minds?


III. Discussion
While perceptions of color are somewhat subjective, there are some color effects that have universal meaning. Colors in the red area of the color spectrum are known as warm colors and include red, orange and yellow. These warm colors evoke emotions ranging from feelings of warmth and comfort to feelings of anger and hostility.
Colors on the blue side of the spectrum are known as cool colors and include blue, purple and green. These colors are often described as calm, but can also call to mind feelings of sadness or indifference.
a. Color Psychology as Therapy
Several ancient cultures, including the Egyptians and Chinese, practiced chromotherapy, or using colors to heal. Chromotherapy is sometimes referred to as light therapy or colourology and is still used today as a holistic or alternative treatment.
In this treatment:
Red was used to stimulate the body and mind and to increase circulation.

Yellow was thought to stimulate the nerves and purify the body.

Orange was used to heal the lungs and to increase energy levels.

Blue was believed to soothe illnesses and treat pain.

Indigo shades were thought to alleviate skin problems.

Most psychologists view color therapy with skepticism and point out that the supposed effects of color have been exaggerated. Colors also have different meanings in different cultures. Research has demonstrated in many cases that the mood-altering effects of color may only be temporary. A blue room may initially cause feelings of calm, but the effect dissipates after a short period of time.
Studies have also shown that certain colors can have an impact on performance. Exposing students to the color red prior to an exam has been shown to have a negative impact on test performance. More recently, researchers discovered that the color red causes people to react with greater speed and force, something that might prove useful during athletic activities.


b. The Color Psychology of Black

Black absorbs all light in the color spectrum.
Black is often used as a symbol of menace or evil, but it is also popular as an indicator of power. It is used to represent treacherous characters such as Dracula and is often associated with witchcraft.
Black is associated with death and mourning in many cultures. It is also associated with unhappiness, sexuality, formality, and sophistication.
In ancient Egypt, black represented life and rebirth.
Black is often used in fashion because of itsslimming quality.
Consider how black is used in language: Black Death, blackout, black cat, black list, black market, black tie, black belt.

c. The Color Psychology of White
White represents purity or innocence.
White is bright and cancreate a sense of space or add highlights.
White is also described as cold, bland, and sterile. Rooms painted completely white can seem spacious, but empty and unfriendly. Hospitals and hospital workers use white to create a sense of sterility.

d. The Color Psychology of Red

Red is a bright, warm color that evokes strong emotions.
Red is associated with love, warmth, and comfort.
Red is also considered an intense, or even angry, color that creates feelings of excitement or intensity.
Consider how red is used in language: redneck, red-hot, red-handed, paint the town red, seeing red

e. The Color Psychology of Blue

Blue is described as a favorite color by many people and is the color most preferred by men.
Blue calls to mind feelings of calmness or serenity. It is often described as peaceful, tranquil, secure, and orderly.
Blue can also create feelings of sadness or aloofness.
Blue is often used to decorate offices because research has shown that people are more productive in blue rooms.
Blue is one of the most popular colors, but it is one of the least appetizing. Some weight loss plans even recommend eating your food off of a blue plate. Blue rarely occurs naturally in food aside from blueberries and some plums. Also, humans are geared to avoid foods that are poisonous and blue coloring in food is often a sign of spoilage or poison.
Blue can also lower the pulse rate and body temperature.
Consider how blue is used in language: blue moon, blue Monday, blue blood, the blues, and blue ribbon.

f. The Color Psychology of Green
Green is a cool color that symbolizes nature and the natural world.
Green also represents tranquility, good luck, health, and jealousy.
Researchers have also found that green canimprove reading ability. Some students may find that laying a transparent sheet of green paper over reading material increases reading speed and comprehension.
Green has long been a symbol of fertility and was once the preferred color choice for wedding gowns in the 15th-century. Even today, green M & M's (an American chocolate candy) are said to send a sexual message.
Green is often used in decorating for its calming effect. For example, guests waiting to appear on television programs often wait in a “green room” to relax.
Green is thought to relieve stress and help heal. Those who have a green work environment experience fewer stomachaches.
Consider how green is used in language: green thumb, green with envy, greenhorn.

g. The Color Psychology of Yellow
Yellow is a bright that is often described as cheery and warm.
Yellow is also the most fatiguing to the eye due to the high amount of light that is reflected. Using yellow as a background on paper or computer monitors can lead to eyestrain or vision loss in extreme cases.
Yellow can also create feelings of frustration and anger. While it is considered a cheerful color, people are more likely to lose their tempers in yellow rooms and babies tend to cry more in yellow rooms.
Yellow can also increase the metabolism.
Since yellow is the most visible color, it is also themost attention-getting color. Yellow can be used in small amount to draw notice, such as on traffic sign or advertisements.
h. The Color Psychology of Purple
Purple is the symbol of royalty and wealth.
Purple also represents wisdom and spirituality.
Purple does not often occur in nature, it can sometimes appearexotic or artificial.

i. Color Psychology - Reactions to Brown
Brown is a natural color that evokes a sense of strength and reliability.
Brown can also create feelings of sadness and isolation.
Brown brings to mind feeling of warmth, comfort, and security. It is often described as natural, down-to-earth, and conventional, but brown can also be sophisticated.
j. The Color Psychology of Orange
Orange is a combination of yellow and red and is considered an energetic color.
Orange calls to mind feelings of excitement, enthusiasm, and warmth.
Orange is often used to draw attention, such as in traffic signs and advertising.
k. The Color Psychology of Pink
Pink is essentially a light red and is usually associated with love and romance.
Pink is thought to have a calming effect. One shade known as "drunk-tank pink" is sometimes used in prisons to calm inmates. Sports teams sometimes paint the opposing teams locker room pink to keep the players passive and less energetic.
While pink's calming effect has been demonstrated, researchers of color psychology have found that this effect only occurs during the initial exposure to the color. When used in prisons, inmates often become even more agitated once they become accustomed to the color.



IV. Conclusion
  Artists and interior designers have long understood how color can dramatically affect moods, feelings and emotions. It is a powerful communication tool and can be used to signal action, influence mood, and cause physiological reactions. Certain colors can raise blood pressure, increase metabolism, or cause eyestrain. Of course, your feelings about color can also be deeply personal and are often rooted in your own experience or culture.

28 September 2012

Skizofrenia


Terinspirasi dari acara “KICK ANDY!” Malem ini, aku jadi tertarik untuk membahas skizofrenia. Istilah skizofrenia berasal dari kata schizos : pecah belah dan phren: jiwa. Skizofrenia menjelaskan mengenai suatu gangguan jiwa dimana penderita mengalami perpecahan jiwa adanya keretakan atau disharmoni antara proses berfikir, perasaan dan perbuatan, Kraepelin seorang ahli kedokteran jiwa dari kota Munich memaparkan skizofrenia sebagai bentuk kemunduran intelegensi sebelum waktunya yang dinamakannya demensia prekox (demensia : kemunduran intelegensi) prekox (muda, sebelum waktunya).
Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku.  Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Distorsi persepsi dapat mempengaruhi semua lima indera, termasuk penglihatan, pendengaran, rasa, bau dan sentuhan, tapi paling sering bermanifestasi sebagai halusinasi pendengaran, delusi paranoid atau aneh, atau pidato teratur dan berpikir dengan disfungsi sosial atau pekerjaan yang signifikan. Timbulnya gejala biasanya terjadi pada dewasa muda, dengan sekitar 0,4-0,6% dari populasi yang terkena. Diagnosa didasarkan pada yang dilaporkan sendiri pasien pengalaman dan perilaku yang diamati.
Ada banyak perkiraan sebagai penyebab terjadinya skizofrenia, Studi menunjukkan bahwa genetika, lingkungan awal, neurobiologi, proses psikologis dan sosial merupakan faktor penyumbang penting.  Perkiraan penyebab skizofrenia yang berasal dari segi fisik yang pertama adalah berasal dari faktor genetik atau faktor keturunan, hal ini telah dibuktikan dengan penelitian tentang keluarga penderita skizofrenia. Potensi untuk mendapatkan skizofrenia tidak langsung diturunkan melalui gen resesif, potensi ini mungkin kuat tapi mungkin lemah sebab selanjutnya juga akan tergantung pada lingkungan individu apakah akan menjadi skizofrenia atau tidak. Sama seperti penderita diabetes mellitus walaupun ia adalah resesif diabetes namun jika ia dapat menjaga pola hidup yang sehat maka ia tidak akan menderita diabetes. Selanjutnya adalah kelainan susunan syaraf pusat, yang terletak pada diensefalon atau kortex otak, kelainan tersebut mungkin disebabkan oleh perubahan postmortem.
Penelitian psikiatri saat ini difokuskan pada peran neurobiologi, tapi tidak ada penyebab organik tunggal telah ditemukan. Sebagai hasil dari kombinasi banyak kemungkinan gejala, ada perdebatan tentang apakah diagnosis merupakan suatu kelainan tunggal atau sejumlah sindrom diskrit. Untuk alasan ini, Eugen Bleuler disebut penyakit schizophrenias (jamak) ketika ia menciptakan nama itu. Meskipun etimologinya, skizofrenia adalah tidak sama dengan gangguan identitas disosiatif, sebelumnya dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda atau kepribadian ganda, yang telah keliru bingung.
Peningkatan dopamin aktivitas di jalur mesolimbic otak secara konsisten ditemukan pada individu skizofrenia. Andalan pengobatan obat antipsikotik, obat jenis ini terutama bekerja dengan menekan aktivitas dopamin. Dosis antipsikotik yang umumnya lebih rendah daripada di dekade awal penggunaan mereka. Psikoterapi, dan rehabilitasi kejuruan dan sosial juga penting. Dalam kasus yang lebih serius - di mana ada resiko untuk diri dan orang lain - rawat inap paksa mungkin diperlukan, walaupun tetap rumah sakit kurang sering dan untuk waktu yang lebih pendek daripada mereka di masa sebelumnya.

Kelainan ini diduga terutama mempengaruhi kognisi, tetapi juga biasanya memberikan kontribusi untuk masalah kronis dengan perilaku dan emosi. Orang dengan skizofrenia cenderung memiliki tambahan (komorbiditas) kondisi, termasuk depresi mayor dan gangguan kecemasan; terjadinya penyalahgunaan zat seumur hidup adalah sekitar 40%. Masalah sosial, seperti jangka panjang, kemiskinan pengangguran dan tunawisma, yang umum. Selanjutnya, rata-rata harapan hidup orang dengan gangguan tersebut adalah 10 sampai 12 tahun kurang daripada mereka yang tidak, karena meningkatnya masalah kesehatan fisik dan tingkat bunuh diri lebih tinggi.
Ada beberapa ahli yang menjelaskan mengenai teori psikogenik yang pertama adalah teori Adolf Meyer, menurut meyer skizofrenia merupakan suatu reaksi yang salah, suatu maladaptasi, oleh karena itu timbul suatu disorganisasi kepribadian dan lama-kelamaan orang itu menjauhkan diri dari kenyataan (otisme). Kemudian teori Sigmund Freud, menurut Freud dalam skizofrenia terdapat kelemahan ego, yang dapat timbul karena penyebab psikogenik maupun somatik, superego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi dan Id yang berkuasa serta terjadi suatu regresi ke fase narsisisme.
Gejala-gejala skizofrenia dibagi menjadi dua yaitu gejala primer dan gejala sekunder, gejala primer diantaranya gangguan proses pikiran (bentuk,langkah dan isi pikiran), gangguan afek dan emosi, gangguan kemauan, banyak penderita dengan skizofrenia mempunyai kelemahan kemauan. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan tidak dapat mengambil tindakan dalam suatu keputusan. Dan yang terakhir adalah gejala psikomotor juga dinamakan gejala katatonik atau gangguan perbuatan. Kemudian gejala sekunder yang terdiri dari waham, waham yang diderita penderita skizofrenik sering tida logis dan bizar. Tetapi penderita tidak memahami hal tersebut dan menganggap bahwa wahamnya merupakan fakta dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Gejala sekunder yang kedua adalah halusinasi, pada skizofrenia halusinasi timbul tanpa ada penurunan kesadaran dan hal ini merupakan suatu gejala yang hampir tidak dijumpai pada keadaan lain. Paling sering pada skizofrenia adalah halusinasi pendengaran, halusinasi penciuman, halausinasi citarasa atau halusinasi taktil (singgungan).

Kraepelin membagi skizofrenia mejadi beberapa jenis:
1. Skizofrenia kompleks, gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan.
2. Jenis bebefrenik, gejala yang menonjol adalah gangguan proses berfikir, gangguan kemauan dan adanya depersonalisasi atau double personality.
3. Jenis katatonik, biasanya akut dan didahului oleh stress emosional, dapat terjadi stupor katatonik (penderita tidak menampakkan sama sekali ketertarikannya terhadap lingkungannya) dan gaduh gelisah katatonik ( terdapat hiperaktifitas motorik, tetapi tidak disertai emosi yang semestinya dan tidak dipengaruhi rangsangan dari luar).
4. Jenis paranoid, gejala-gejala yang menyolok adalah waham primer disertai dengan waham-waham sekunder dan halusinasi.
5. Episoda skizofrenia akut, gejala skizofrenia muncul mendadak sekali dan pasien seperti dalam keadaan mimpi. Dalam keadaan ini seakan-akan dunia luar dan dirinya sendiri berkabut.
6. Skizofrenia residual gejala yang menyolok adalah gangguan afek dan emosi, gangguan pikiran dan kemauan.
7. Jenis skizo-afektif disamping gejala skizofrenia menonjol pada saat bersamaan juga gejala depresi atau gejala mania.

Jenis Skizofrenia
a.       Paranoid Skizofrenia
Jenis skizofrenia dimana penderitanya mengalami bayangan dan khayalan tentang penganiayaan dan kontrol dari orang lain dan juga kesombongan yang berdasarkan kepercayaan bahwa penderitanya itu lebih mampu dan lebih hebat dari orang lain.
b.      Skizofrenia Tidak Teratur
Jenis skizofrenia yang sifatnya ditandai terutama oleh gangguan dan kelainan di pikiran. Seseorang yang menderita skizofrenia sering menunjukkan tanda tanda emosi dan eksspressi yang tidak esuai untuk keadaan nya. Halusinasi dan khayalan adalah gejala gejala yang sering dialami untuk orang yang mederita skizofrenia jenis ini.
c.       Katatonia Skizofrenia
Jenis skizofrenia yang ditandai dengan berbagai gangguan motorik, termasuk kegembiraan ekstrim dan pingsan. orang yang menderita bentuk skizofrenia ini akan menampilkan gejala negatif: postur katatonik dan fleksibilitas seperti lilin yang bisa di pertahankan dalam turun waktu yang panjang.
d.      Dibedakan Skizofrenia
Jenis skizofrenia dimana penderita penyakitnya memiliki delusi, halusinasi dan perilaku tidak teratur tetapi tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia paranoid, tidak teratur, atau katatonik
e.      Sisa Skizofrenia
Skizofrenia sisa akan di diagnosis ketika setidaknya epsiode dari salah satu dari empat jenis skizofrenia yang lainnya telah terjadi. Tetapi skizofrenia ini tidak mempunyai satu gejala positif yang menonjol.

Jenis- jenis pengobatan pada skizofrenia:
1. Farmakologi, pemberian neroleptika dosis rendah untuk skizofrenia menahun sedangkan dosis yang lebih tinggi diberikan pada penderita dengan psikomotorik yang meningkat.
2. Terapi elektro-konvulsi (TEK) terapi konvulsi dapat memperpendek serangan skizofrenia dan mempermudah kontak dengan penderita.
3. Terapi koma insulin, bila diberikan pada permulaan penyakit, maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
4. Psikoterapi dan rehabilitasi, psikoterapi yang dilakukan berbentuk suportif individual atau kelompok serta bimbingan yang praktis dengan maksud untuk mengembalikan penderita ke masyarakat.
5. Lobotomi prefrontal, dilakukan bila terapi lain secara intensif tidak berhasil dan bila penderita sangat mengganggu lingkungannya.
Pengobatan pada skizofrenia tidak dapat sempurna sembuh tetapi dengan pengobatan dan bimbingan yang baik penderita dapat ditolong untuk berfungsi terus, bekerja sederhna dirumah ataupun diluar rumah. Keluarga atau orang lain dilingkungan penderita diberi penerangan (manipulasi lingkungan) agar mereka lebih sabar menghadapinya.

Sumber :