Today is my special day,,
thank's to god yang selalu memberiku berkah yang tak terhingga.
selama 20 tahun ke belakang, udah banyak hal yang terjadi dalam hidupku, hmmmm,,,, setahun kebelakang dulu deh,, banyak banget yang dah terjadi dalam hidupku, mulai dari yang seneng-seneng hingga yang sedih,,,,
let's see...
setahun kemaren banyak banget aku dapet pengalaman,,,
mulai dari diikutsertakan jadi bujang gadis kampus (pemilihannya di celebrity cafe), jadi duta fakultas jadi pragawati deh di PIM, dapet panggilan JOB ngajar di JUNDI,,, hmmmm apalagi yah???
pokoknya setahun kemaren itu, hidupku benar-benar penuh warna....
yang terpenting yahh... dia (my mjd) masih tetap setia & sayang ma aku.
banyak juga pelajaran berharga yang telah ku dapatkan setahun belakangan kemarin, untuk itu aku berharap, semoga aku menjadi lebih baik....
nah, untuk harapan satu tahun kedepan ya...
semoga aja aku tetep bisa mengukir prestasi-prestasi di kuliah, dan beberapa pencapaian besar yang tak terduga. aku juga berharap bisa merubah konsep diriku, dari adek2 jadi mbak2, hahahah soalnya sekarang masih shocked seh klo dipanggil "mbak", nggak nyadar abis kayaknya kalo diri ini udah mulai tua,, ehh dewasa deh!...
selain itu sikap kekanak-kanakan masih melekat erat didiriku selama 20 tahun ini, hahahah :D
21 tahun ini maunya sih jadi woman nggak girl lagi, yang lebih matang cara berpikirnya, lebih baik pengelolaan emosinya. dan yang paling diharapkan oleh orang rumah tuh pastilah supaya aku jadi rajin :D.
semoga setahun kedepan ini aku bisa mengukur sejarah indah dihidupku,
jadi lebih baik lagi,,,,
amin..amin...amin.....
welcome to my world, Please enjoy everything in this blog, Have a nice day And Thank you For visiting my blog.
Cari Blog Ini
18 Desember 2012
11 Desember 2012
Berpikir Kritis
Berpikir kritis adalah kemampuan dalam membuat penilaian
terhadap satu atau lebih pernyataan dan membuat keputusan yang objektif
berdasarkan pada pertimbangan dan fakta yang mendukung. Berpikir kritis
merupakan hal penting dan mendasar untuk semua ilmu pengetahuan, termasuk
psikologi. Dengan berpikir kritis, kita dapat membedakan psikologi yang
sebenarnya (ilmiah) dari ulasan masalah psikologi tetapi tidak ilmiah. Berikut,
delapan panduan dalam berpikir kritis:
·
Mengajukan
pertanyaan
Berdasarkan hasil observasi Vincent Ruggiero (1988) bahwa
mekanisme pemicu untuk berpikir kreatif adalah kecenderungan untuk ingin tahu,
menyelidiki, dan untuk bertanya.
·
Mendefinisikan
istilah
Setelah mengajukan pertanyaan umum, langkah berikutnya
adalah merumuskannya ke dalam istilah yang jelas dan konkret. Sebagai contoh,
“apakah hewan bisa menggunakan bahasa?” Jawabannya tergantung dengan definisi
kamu mengenai “bahasa” itu sendiri.
·
Menilai
fakta
Mengambil sebuah keputusan tanpa disertai fakta merupakan
sebuah contoh kemalasan berpikir. Seorang pemikir kritis akan bertanya mengenai
fakta yang mendukung atau menyangkal sebuah argumen.
·
Menganalisis
berbagai asumsi dan bias
Asumsi adalah keyakinan yang diterima begitu saja tanpa
dipertanyakan kembali. Nah, para pemikir kritis akan mencoba mengidentifikasi
dan mengevaluasi asumsi-asumsi yang sudah tidak diperdebatkan dimana asumsi
tersebuh menjadi dasar sebuah argumen dan menghindari terjadinya bias
·
Menghindari
penalaran yang emosional
Komitmen yang kuat terhadap suatu pandangan dapat memotivasi
seseorang untuk berpikir secara berani. Tetapi, jika firasat kita selalu
didasarkan pada perasaan da mengabaikan pemikiran yang jernih, akibatnya bisa
fatal
·
Jangan
terlalu menyederhanakan masalah
Seorang pemikir kritis berusaha meninjau lebih jauh
melampaui hal-hal yang sudah nyata atau jelas. Mereka menolak untuk melakukan
generalisasi yang terlalu cepat
·
Mempertimbangkan
berbagai interpretasi lain
Seorang pemikir kritis secara kreatif menghasilkan sebanyak
mungkin penjelasan yang masuk akal sebelum menentukan sebuah kesimpulan
·
Mentolerir
ketidakpastian
Belajar berpikir kritis mengajarkan kepada kita suatu
pelajaran hidup, yaitu: dimana hidup berdampingan dengan sebuah ketidakpastian
13 Oktober 2012
10 Oktober 2012
Ciri-Ciri Orang Krearif Menurut Para Ahli
ini dia tugas kuliah saya
:D
:D
Nama : A A Rillis
NIM : 10181---
Psikologi Kreatifitas
&Bberfikir
kritis.
Soal. :
1.
jelaskan ciri-ciri orang kreatif menurut para ahli!
jawab :
A. Pengertian
Kreativitas
Banyak
ahli yang merumuskan mengenai pengertian kreativitas, beberapa ahli yang menyatakan tentang pengertian,
kreativitas diantaranya adalah:
Guilford (1967)
menyatakan bahwa intelejensi berkaitan dengan berpikir secara konvergen, sedangkankreativitas adalah
berkaitan dengan kemampuan seseorang
untuk berpikir divergen. Berpikir konvergen
merupakan proses berpikir yang didasari oleh berbagai hal menuju
satu kesimpulan. Sedangkan berpikir
divergen kemampuan berpikir yang berawal
dari satu persoalan atau satu hal menuju berbagai hal.
Utami Munandar
menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan
seseorang untuk menciptakan produk-priduk baru, meskipun tidak
semua komponennya baru.
B. Ciri-ciri orang yang kreatif
Individu
yang memiliki potensi kreativitas yang tinggi menunjukkan sikap dan perilaku yang kadang-kadang tidak dimiliki
oleh kebanyakan orang. Kekhasan atau
ciri-ciri individu tersebut menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
·
Menurut
Rogers (dalam Utamu Munandar, 2004) ada tiga kondisi pribadi kreatif;
a.
Keterbukaan terhadap pengalaman
b. Kemampuan untuk menilai situasi dengan patokan
pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
c. Kemampuan
untuk bereksperimen, untuk bermain dengan konsep-konsep.
·
Para
ahli seperti Torrance dan Dembo (979), Utami Munandar (2004), Conny Semiawan (1984), Cohen (1976), Siegelman (1973)
mengemukakan beberapa ciri-ciri orang
kreatif, diantaranya;
a.
Suka humor, tidak kaku dan tidak tegang dalam
bekerja.
b. Suka
pada pekerjaan yang menantang
c. Cukup kuat memusatkan perhatian
d. Suka
mengemukakan ide-ide baru dan bersifat imajinatif
e. Lebih sensitif terhadap keadaan orang lain
f. Tidak
banyak terikat pada kelompknya
g. Mampu
memunculkan ide-ide yang aneh
h. Terbuka
terhadap ide/penemuan baru
i.
Fleksibel/tidak kaku
j.
Memiliki konsep diri
positif
(dari : http://konselorindonesia.blogspot.com/)
Menurut Mihaly
Csikszentmihalyi,seorang pakar kreativitas yang telah 30 tahun meneliti
kehidupan orang-orang kreatif, ciri-ciri orang kreatif adalah :
a.
Orang-orang
kreatif memiliki tingkat energi yang tinggi, tapi mereka juga membutuhkan waktu
lama untuk beristirahat. Mereka
tahan berkonsentrasi dalam waktu yang lama tanpa merasa jenuh, lapar, atau
gatal-gatal karena belum mandi. Tapi begitu sudah selesai, mereka juga bisa
menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengisi ulang tenaga mereka; Di mata
orang luar, mereka jadi terlihat seperti orang termalas di dunia.
b.
Orang-orang
kreatif pada umumnya juga cerdas, tapi di sisi lain mereka tidak segan-segan
untuk berpikir ala orang goblok dalam memandang persoalan. Ketimbang terpaku sejak awal pada satu
macam penyelesaian (‘cara yang benar’), mereka memulai pemecahan masalah dengan
berpikir divergen: Mengeluarkan sebanyak mungkin dan seberagam mungkin ide yang
terpikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya.
c.
Orang-orang
kreatif adalah orang yang playful, tapi mereka juga penuh disiplin dan
ketekunan. Tidak seperti dewasa
lainnya yang melihat dunia dengan kacamata super-serius, orang-orang kreatif
memandang bidang peminatan mereka seperti taman ria. Mereka melakukan
pekerjaannya dengan begitu antusias sehingga terkesan seperti sedang
bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan
‘mainannya’.
d.
Pikiran
orang-orang kreatif selalu penuh imajinasi dan fantasi, tapi mereka juga tak
lupa untuk tetap kembali ke realitas. Mereka
mampu menelurkan ide-ide gila yang belum pernah tercetus oleh 6 milyar manusia
lain, tapi yang membuat mereka bukan sekedar pemimpi di siang bolong adalah
usaha mereka untuk menjembatani dunia khayalan mereka dengan kenyataan sehingga
orang lain bisa ikut mengerti dan menikmatinya.
e.
Orang-orang
kreatif cenderung bersifat introvert dan ekstrovert. Pada kebanyakan orang lain, biasanya
ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi
kedua sifat itu tampaknya muncul dalam porsi yang setara pada orang-orang kreatif.
Mereka sangat menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan
orang-orang kreatif lain yang sehobi) maupun kesendirian total ketika
mengerjakan sesuatu.
f.
Orang-orang
kreatif biasanya rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannya. Mereka sadar bahwa ide-ide mereka
tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan inspirasi dan pengetahuan yang
diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi panutan mereka.
Mereka juga terfokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga
prestasi di masa lalu tidak sebegitu berartinya bagi mereka.
g.
Orang-orang
kreatif adalah androgini; Mereka mendobrak batas-batas yang kaku dari
stereotipe gender mereka. Laki-laki
yang kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibanding laki-laki
lain yang tidak begitu kreatif, sementara perempuan yang kreatif juga lebih
dominan dan ‘keras’ dibanding perempuan pada umumnya.
h.
Orang-orang
kreatif adalah pemberontak, tapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai
tradisi lama.Tentu sulit menyematkan nilai kreativitas pada sebuah teori atau
karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tapi orang-orang kreatif tidak
ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada; Ada unsur
‘perbaikan’ atau ‘peningkatan’ yang harus dipenuhi, dan itu hanya bisa
dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya
untuk bisa menerabasnya.
i.
Orang-orang
kreatif sangat bersemangat mendalami pekerjaannya, tapi mereka juga bisa sangat
obyektif menilai hasilnya. Tanpa
hasrat yang menggebu-gebu, mereka mungkin sudah menyerah sebelum sempat
mewujudkan ide kreatif mereka yang sulit dinyatakan, tapi mereka juga tidak
dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hebat tanpa kemampuan untuk
mengkritik diri dan karya sendiri habis-habisan.
j.
Orang-orang
kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada
lingkungan. Sifat ini
menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tapi juga membuat mereka
sering gelisah -bahkan menderita. Sesuatu yang tidak beres di sekitar mereka,
kritik dan cemooh terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai
sebagaimana mestinya, hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang
biasa.
(Sumber: The
Creative Personality – Psychology Today dari web: http://www.senikreasikaryaamanah.com/2012/02/ciri-orang-kreatif.html)
Ciri-ciri
perilaku kreatif yang dikemukakan oleh Torrence
(dalam Utami Munandar, 1988) adalah:
- Berani dalam
pendirian, berarti ia berani mempertahankan pendiriannya meskipun tidak
sama dengan kebanyakan orang.
- Memiliki
sifat ingin tahu
- Mandiri
dalam berpikir dan menilai sesuatu
- Menjadi
orang yang berpikir dengan tugas-tugasnya
- Bersifat
intuitif atau mendasarkan pada gerak hati dalam pemenuhan kebutuhan
- Orang yang
teguh
- Tidak
mudah menerima penilaian dari orang lain, meskipun banyak orang yang
menyetujuinya.
Sedangkan
Guilford (dalam Munandar, 1988) mengemukakan ciri-ciri individu
yang kreatif ditentukan dari:
- Flexibility,
yaitu bagaimana keterbukaan seseorang pada gagasan baru, pengalaman dan
kemampuan menggabungkan ide (dengan evaluasi mingguan, bulanan, tahunan)
- Fluency,
yaitu bagaimana seseorang menuangkan ide -ide kreatif secara lancar
(dengan cara memusyawarahkan ide-ide dengan karyawan)
- Redefinition,
yaitu kemampuan seseorang dalam merespon sesuatu yang unik (seperti
seorang pimpinan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh karyawan ataupun
keluarga karyawan.
- Originality,
yaitu kemampuan seseorang dalam menangkap esensi dari informasi yang
ditampilkan dalam bentuk figura/yang tertuang dalam judul karya
(memberikan bonus apabila karyawan memiliki prestasi kerja)
- Elaboration,
yaitu kemampuan memperluas ide serta kemampuan asosiatif untuk mengolah
stimulus abstrak menjadi nyata.
Sementara
itu dinyatakan oleh Utami Munandar
(1988) bahwa karakteristik orang kreatif berdasarkan penelitian adalah
sebagai berikut:
- Orang yang
bebas dalam berpikir
- Orang yang
memiliki daya imajinasi
- Bersifat
ingin tahu
- Ingin
mencari pengalaman baru
- Mempunyai
inisiatif
- Bebas
dalam mengemukakan pendapat
- Memiliki
minat yang luas dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat
- Memiliki
kepercayaan pada diri sendiri yang cukup besar.
- Tidak mau
menerima pendapat orang lain begitu saja
- Tidak pernah
bosan, dalam arti jarang putus asa dan akan selalu mencoba lagi sampai
dapat memecahkan masalahnya.
Daftar Pustaka
http://konselorindonesia.blogspot.com/
Tim
Penyusun Mata Kuliah PPD. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Padang: UNP.
Bono,
Edward de. 2008. Metode Mencetuskan ide-ide kreatif dan orisinil. Jokjakarta:
Penerbit Think.
6 Oktober 2012
Gangnam Style
Romanized:
Oppan gang-namseutayilKang-namseutayil
Naje-neun ttasaroun inkanjeo-gin yeoja
Keopi hanjanye yeoyureuraneun pumkyeok i-nneun yeoja
Bami omyeon shimjangi tteugeowojineun yeoja
Keureon banjeon i-nneun yeoja
Naneun sana-i
Naje-neun neomankeum ttasaroun geureon sana-i
Keopi shikgido jeone wonsyas ttaerineun sana-i
Bami omyeon shimjangi teojyeobeorineun sana-i
Keureon sana-i
Areumdawo sarangseureowo
Keurae neo hey keurae baro neo hey
Areumdawo sarangseureowo
Keurae neo hey keurae baro neo hey
Chigeumbu-teo kal dekkaji kabol-kka
Oppan gang-namseutayil
Kang-namseutayil
Oppan gang-namseutayil
Kang-namseutayil
Oppan gang-namseutayil
Eh- sexy lady
Oppan gang-namseutayil
Eh- sexy lady
O-oo-o
Jeongsu-khae boijiman nol ttaen noneun yeoja
Ittaeda shipeumyeon mukkeot-deon meori puneun yeoja
Karyeot-jiman wen-manhan nochulboda yahan yeoja
Keureon gamkakjeo-gin yeoja
Naneun sana-i
Jeomjanha boijiman nol ttaen noneun sana-i
Ttae-ga dwehmyeon wahnjeon michyeobeorineun sana-i
Keunyukboda sasangi ul-tungbul-tung-han sana-i
Keureon sana-i
Areumdawo sarangseureowo
Keurae neo hey keurae baro neo hey
Areumdawo sarangseureowo
Keurae neo hey keurae baro neo hey
Chigeumbu-teo kal dekkaji kabol-kka
Oppan gang-namseutayil
Kang-namseutayil
Oppan gang-namseutayil
Kang-namseutayil
Oppan gang-namseutayil
Eh- sexy lady
Oppan gang-namseutayil
Eh- sexy lady
O-oo-o
Ttwiineun nom keu wiie naneun nom
Baby baby
Naneun mwol jom aneun nom
Ttwiineun nom keu wiie naneun nom
Baby baby
Naneun mwol jom aneun nom
You know what i’m saying
Oppan gang-namseutayil
Eh- sexy lady
Oppan gang-namseutayil
Eh- sexy lady
Oppan gang-namseutayil
English Translation:
Oppa is Gangnam styleGangnam style
A girl who is warm and humanle during the day
A classy girl who know how to enjoy the freedom of a cup of coffee
A girl whose heart gets hotter when night comes
A girl with that kind of twist
I’m a guy
A guy who is as warm as you during the day
A guy who one-shots his coffee before it even cools down
A guy whose heart bursts when night comes
That kind of guy
Beautiful, loveable
Yes you, hey, yes you, hey
Beautiful, loveable
Yes you, hey, yes you, hey
Now let’s go until the end
Oppa is Gangnam style, Gangnam style
Oppa is Gangnam style, Gangnam style
Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady, Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady oh oh oh oh
A girl who looks quiet but plays when she plays
A girl who puts her hair down when the right time comes
A girl who covers herself but is more sexy than a girl who bares it all
A sensable girl like that
I’m a guy
A guy who seems calm but plays when he plays
A guy who goes completely crazy when the right time comes
A guy who has bulging ideas rather than muscles
That kind of guy
Beautiful, loveable
Yes you, hey, yes you, hey
Beautiful, loveable
Yes you, hey, yes you, hey
Now let’s go until the end
Oppa is Gangnam style, Gangnam style
Oppa is Gangnam style, Gangnam style
Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady, Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady oh oh oh oh
On top of the running man is the flying man, baby baby
I’m a man who knows a thing or two
On top of the running man is the flying man, baby baby
I’m a man who knows a thing or two
You know what I’m saying
Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady, Oppa is Gangnam style
Eh- Sexy Lady oh oh oh oh
Kesehatan Mental
Definisi Kesehatan Mental
Secara etimologis, kata “mental” berasal dari kata latin,
yaitu “mens” atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam
bahasa Yunani, kesehatan terkandung dalam kata hygiene, yang berarti ilmu
kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu
kesehatan mental) (Yusak Burhanuddin, 1999: 9).
Menurut Kartini Kartono dan Jenny Andary dalam Yusak (1999:
9-10), ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan
mental/jiwa, yang bertujuan mencegah timbulnya gangguan/penyakit mental dan
gangguan emosi, dan berusaha mengurangi atau menyembuhkan penyakit mental,
serta memajukan kesehatan jiwa rakyat.
Sebagaimana seorang dokter harus mengetahui faktor-faktor
penyebab dan gejala-gejala penyakit yang diderita pasiennya. Sehingga
memudahkan dokter untuk mendeteksi penyakit dan menentukan obat yang tepat.
Definisi mereka berdua menunjukan bahwa kondisi mental yang sakit pada
masyarakat dapat disembuhkan apabila mengetahui terlebih dulu hal-hal yang
mempengaruhi kesehatan mental tersebut melalui pendekatan hygiene mental.
Dalam perjalanan sejarahnya, pengertian kesehatan mental
mengalami perkembangan sebagai berikut :
·
Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang
dari gangguan dan penyakit jiwa (neurosis dan psikosis).
Pengertian ini terelihat sempit, karena yang dimaksud dengan
orang yang sehat mentalnya adalah mereka yang tidak terganggu dan berpenyakit
jiwanya. Namun demikian, pengertian ini banyak mendapat sambutan dari kalangan
psikiatri (Sururin,2004: 142)
Kembali pada istilah neorosis, pada awalnya kata tersebut
berarti ketidakberesan dalam susunan syaraf. Namun, setelah para ahli penyakit
dan ahli psikologi menyadari bahwa ketidakberesan tingkah laku tersebut tidak
hanya disebabkan oleh ketidakberesan susunan syaraf, tetapi juga dipengaruhi
oleh sikap seseorang terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, maka
aspek mental (psikologi) dimasukkan pula dalam istilah tersebut.
·
Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya
sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup.
Pengertian ini lebih luas dan umum, karena telah dihubungkan dengan kehidupan
sosial secara menyeluruh. Dengan kemampuan penyesuaian diri, diharapkan akan
menimbulkan ketentraman dan kebahagiaan hidup.
·
Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh
antara fungsi-fungsi jiwa serta mempunyai kesanggupan untuk mengatasi problem
yang biasa terjadi, serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin
(konflik).
·
Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk
mengembangkan dan meningkatkan potensi, bakat dan pembawaan semaksimal mungkin,
sehingga membawa kebahagiaan diri dan orang lain, terhindar dari gangguan dan
penyakit jiwa.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang
yang sehat mentalnya adalah orang yang terhindar dari gangguan dan penyakit
jiwa, maupun menyesuaikan diri, sanggup menghadapi masalah-masalah dan
kegoncangan-kegoncangan yang bias, adanya keserasian fungsi jiwa, dan merasa
bahwa dirinya berharga, berguna, dan berbahagia serta dapat menggunakan
potensi-potensi yang ada semaksimal mungkin (Sururin,2004: 144).
Kesehatan mental (mental hygiens) adalah ilmu yang meliputi
sistem tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur
untuk mempertinggi kesehatan ruhani (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154)
Menurut H.C. Witherington, kesehatan mental meliputi pengetahuan serta
prinsip-prinsip yang terdapat lapangan Psikologi, kedokteran, Psikiatri,
Biologi, Sosiologi, dan Agama (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154)
Kesehatan Mental merupakan kondisi kejiwaan manusia yang
harmonis. Seseorang yang memiliki jiwa yang sehat apabila perasaan, pikiran,
maupun fisiknya juga sehat. Jiwa (mental) yang sehat keselarasan kondisi fisik
dan psikis seseorang akan terjaga. Ia tidak akan mengalami kegoncangan,
kekacauan jiwa (stres), frustasi, atau penyakit-penyakit kejiwaan lainnya.
Dengan kata lain orang yang memiliki kesehatan mental juga memiliki kecerdasan
baik secara intelektual, emosional, maupun spiritualnya.
2 Oktober 2012
Super Junior- Spy lyrics
[Donghae] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Jabhil -deut jabhiji anha keurimjacheoreom butjiman
[Eunhyuk] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Sumi teok kkeut-kkaji cha wah keunyeoreul kyeonun geu sunkan
[All] I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway
[Kyuhyun] Il-saengildae seuril donneun seutori-ga chigeumbu-teo ha-ira-iteu mag
Tallil keoya chuk
[Ryeowook] Bonneungeuro kkeokkeun haendeul keuge dab il-keol butjab-go balba bwah maen
Kkeut-kkaji ka bwah, Hey!
([Yesung] Oh yeah eh)
[Siwon] Hamjeongeul pihae bwaht-jande ([Yesung] Ah little runaway! )
[Yesung] Nae pomange jabhin baby ([Ryeowook] Hoo)
Keu son-mashi charishae ([Ryeowook] Woohoo) ikeot cham sara-i-nne
[Leeteuk] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Jabhil -deut jabhiji anha keurimjacheoreom butjiman
[Sungmin] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Sumi teok kkeut-kkaji cha wah keunyeoreul kyeonun geu sunkan
[Eunhyuk] Koldeu pinggeoreul chajaseo yeong-hwah gateun che-ishing tallyeosseo
Seororeul bi-utko nollimyeo chochko chochneun beu-llokbeoseu-teo
[Shindong] Keu kkoriwahye gin georireul jobhyeosseumyeon ije meomchwoseo
Now one two one two, let's go, go!
[All] Do-o ro-o ro-o do-o
([Eunhyuk] Go kick it in the butt! Go kick it in the! )
[All] Do-o ro-o ro-o do-o
[Donghae] (Go kick it in the! Go kick it in the! )
[Kangin] Chinjeorhashin nebike-isyeon mianhajiman kkeobeorigo jimseung gateun nae
Bonneungmaneuro kyesok
[Donghae] Ka ka ka ja I gili majdamyeon nan O.K. Keuge namjaya maen animyeon not O.K. Hey!
([Sungmin] Oh yeah eh)
[Yesung] Hamjeongeul pihae bwaht-jande ([Sungmin] Ah little runaway! ) nae pomange jabhin baby ([Ryeowook] Hoo)
[Ryeowook] Keu son-mashi charishae ([Ryeowook] Woohoo) ikeot cham sara-i-nne
[All/Siwon] Na, na, na, nareul sarang-han ([Donghae] Spy girl) meo, meo, meo meolli darana
[Donghae] Chimchakhan sonkkeu-teul tteona pyojeo-ge kkojhil ttae neukkyeojyeo
[Kyuhyun] Shimjangi michin -deut ttwiigo meorineun cha-gawojyeo a-hey
[All] I got you little runaway ([Yesung] Ooooh yeeeeaaah)
I got you little runaway ([Yesung] Little runaway~)
[Leeteuk] Chimchakhan sonkkeu-teul tteona pyojeo-ge ([Yesung] Oh yeeeeaaah) kkojhil ttae neukkyeojyeo
[Sungmin] Shimjangi michin -deut ttwiigo ([Yesung] Heeeeey! ) meorineun cha-gawojyeo a-hey
Color Psychology
Color Psychology
How Colors Impact Moods, Feelings, and Behaviors
I. Introduction
What Is Color? In 1666, English scientist Sir Isaac Newton discovered that when pure white light passes through a prism, it separates into all of the visible colors. Newton also found that each color is made up of a single wavelength and cannot be separated any further into other colors.
Further experiments demonstrated that light could be combined to form other colors. For example, red light mixed with yellow light creates an orange color. Some colors, such as yellow and purple, cancel each other out when mixed and result in a white light. If you have ever painted, then you have probably noticed how certain colors can be mixed to create other colors
Do you feel anxious in a yellow room? Does the color blue make you feel calm and relaxed? With the human brain able to distinguish over two hundred shades of white, able to see the same color no matter the light source, saying color is essential to our perception is no slight exaggeration. Viewing a black and white scenic full of all the shades of gray that a good paper and photographer can bring to light, the emotions just those shades of gray can evoke is tremendous! But that's just a small sampling of the potential a full palette of colors can bring to a photograph, When photographing wildlife, you'd be surprised by the emotional response color can evoke, and how color, especially the color of the background, can emphasize and enhance that emotional response.
Of course, your feelings about color can also be deeply personal and are often rooted in your own experience or culture. For example, while the color white is used in many Western countries to represent purity and innocence, it is seen as a symbol of mourning in many Eastern countries.
II. Problem
In this case, we will find :
Why is color such a powerful force in our lives,
what is the meaning of each colors?
What effects can it have on our bodies and minds?
III. Discussion
While perceptions of color are somewhat subjective, there are some color effects that have universal meaning. Colors in the red area of the color spectrum are known as warm colors and include red, orange and yellow. These warm colors evoke emotions ranging from feelings of warmth and comfort to feelings of anger and hostility.
Colors on the blue side of the spectrum are known as cool colors and include blue, purple and green. These colors are often described as calm, but can also call to mind feelings of sadness or indifference.
a. Color Psychology as Therapy
Several ancient cultures, including the Egyptians and Chinese, practiced chromotherapy, or using colors to heal. Chromotherapy is sometimes referred to as light therapy or colourology and is still used today as a holistic or alternative treatment.
In this treatment:
• Red was used to stimulate the body and mind and to increase circulation.
• Yellow was thought to stimulate the nerves and purify the body.
• Orange was used to heal the lungs and to increase energy levels.
• Blue was believed to soothe illnesses and treat pain.
• Indigo shades were thought to alleviate skin problems.
Most psychologists view color therapy with skepticism and point out that the supposed effects of color have been exaggerated. Colors also have different meanings in different cultures. Research has demonstrated in many cases that the mood-altering effects of color may only be temporary. A blue room may initially cause feelings of calm, but the effect dissipates after a short period of time.
Studies have also shown that certain colors can have an impact on performance. Exposing students to the color red prior to an exam has been shown to have a negative impact on test performance. More recently, researchers discovered that the color red causes people to react with greater speed and force, something that might prove useful during athletic activities.
b. The Color Psychology of Black
• Black absorbs all light in the color spectrum.
• Black is often used as a symbol of menace or evil, but it is also popular as an indicator of power. It is used to represent treacherous characters such as Dracula and is often associated with witchcraft.
• Black is associated with death and mourning in many cultures. It is also associated with unhappiness, sexuality, formality, and sophistication.
• In ancient Egypt, black represented life and rebirth.
• Black is often used in fashion because of itsslimming quality.
• Consider how black is used in language: Black Death, blackout, black cat, black list, black market, black tie, black belt.
c. The Color Psychology of White
• White represents purity or innocence.
• White is bright and cancreate a sense of space or add highlights.
• White is also described as cold, bland, and sterile. Rooms painted completely white can seem spacious, but empty and unfriendly. Hospitals and hospital workers use white to create a sense of sterility.
d. The Color Psychology of Red
• Red is a bright, warm color that evokes strong emotions.
• Red is associated with love, warmth, and comfort.
• Red is also considered an intense, or even angry, color that creates feelings of excitement or intensity.
• Consider how red is used in language: redneck, red-hot, red-handed, paint the town red, seeing red
e. The Color Psychology of Blue
• Blue is described as a favorite color by many people and is the color most preferred by men.
• Blue calls to mind feelings of calmness or serenity. It is often described as peaceful, tranquil, secure, and orderly.
• Blue can also create feelings of sadness or aloofness.
• Blue is often used to decorate offices because research has shown that people are more productive in blue rooms.
• Blue is one of the most popular colors, but it is one of the least appetizing. Some weight loss plans even recommend eating your food off of a blue plate. Blue rarely occurs naturally in food aside from blueberries and some plums. Also, humans are geared to avoid foods that are poisonous and blue coloring in food is often a sign of spoilage or poison.
• Blue can also lower the pulse rate and body temperature.
• Consider how blue is used in language: blue moon, blue Monday, blue blood, the blues, and blue ribbon.
f. The Color Psychology of Green
• Green is a cool color that symbolizes nature and the natural world.
• Green also represents tranquility, good luck, health, and jealousy.
• Researchers have also found that green canimprove reading ability. Some students may find that laying a transparent sheet of green paper over reading material increases reading speed and comprehension.
• Green has long been a symbol of fertility and was once the preferred color choice for wedding gowns in the 15th-century. Even today, green M & M's (an American chocolate candy) are said to send a sexual message.
• Green is often used in decorating for its calming effect. For example, guests waiting to appear on television programs often wait in a “green room” to relax.
• Green is thought to relieve stress and help heal. Those who have a green work environment experience fewer stomachaches.
• Consider how green is used in language: green thumb, green with envy, greenhorn.
g. The Color Psychology of Yellow
• Yellow is a bright that is often described as cheery and warm.
• Yellow is also the most fatiguing to the eye due to the high amount of light that is reflected. Using yellow as a background on paper or computer monitors can lead to eyestrain or vision loss in extreme cases.
• Yellow can also create feelings of frustration and anger. While it is considered a cheerful color, people are more likely to lose their tempers in yellow rooms and babies tend to cry more in yellow rooms.
• Yellow can also increase the metabolism.
• Since yellow is the most visible color, it is also themost attention-getting color. Yellow can be used in small amount to draw notice, such as on traffic sign or advertisements.
h. The Color Psychology of Purple
• Purple is the symbol of royalty and wealth.
• Purple also represents wisdom and spirituality.
• Purple does not often occur in nature, it can sometimes appearexotic or artificial.
i. Color Psychology - Reactions to Brown
• Brown is a natural color that evokes a sense of strength and reliability.
• Brown can also create feelings of sadness and isolation.
• Brown brings to mind feeling of warmth, comfort, and security. It is often described as natural, down-to-earth, and conventional, but brown can also be sophisticated.
j. The Color Psychology of Orange
• Orange is a combination of yellow and red and is considered an energetic color.
• Orange calls to mind feelings of excitement, enthusiasm, and warmth.
• Orange is often used to draw attention, such as in traffic signs and advertising.
k. The Color Psychology of Pink
• Pink is essentially a light red and is usually associated with love and romance.
• Pink is thought to have a calming effect. One shade known as "drunk-tank pink" is sometimes used in prisons to calm inmates. Sports teams sometimes paint the opposing teams locker room pink to keep the players passive and less energetic.
• While pink's calming effect has been demonstrated, researchers of color psychology have found that this effect only occurs during the initial exposure to the color. When used in prisons, inmates often become even more agitated once they become accustomed to the color.
IV. Conclusion
Artists and interior designers have long understood how color can dramatically affect moods, feelings and emotions. It is a powerful communication tool and can be used to signal action, influence mood, and cause physiological reactions. Certain colors can raise blood pressure, increase metabolism, or cause eyestrain. Of course, your feelings about color can also be deeply personal and are often rooted in your own experience or culture.
28 September 2012
Skizofrenia
Terinspirasi dari acara “KICK
ANDY!” Malem ini, aku jadi tertarik untuk membahas skizofrenia. Istilah skizofrenia
berasal dari kata schizos
: pecah belah dan phren:
jiwa. Skizofrenia menjelaskan mengenai suatu gangguan jiwa dimana penderita
mengalami perpecahan jiwa adanya keretakan atau disharmoni antara proses
berfikir, perasaan dan perbuatan, Kraepelin seorang ahli kedokteran jiwa dari
kota Munich memaparkan skizofrenia sebagai bentuk kemunduran intelegensi
sebelum waktunya yang dinamakannya demensia prekox (demensia : kemunduran
intelegensi) prekox (muda, sebelum waktunya).
Skizofrenia
adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak
manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim
dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri
dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan
yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Distorsi
persepsi dapat mempengaruhi semua lima indera, termasuk penglihatan, pendengaran,
rasa, bau dan sentuhan, tapi paling sering bermanifestasi sebagai halusinasi
pendengaran, delusi paranoid atau aneh, atau pidato teratur dan berpikir dengan
disfungsi sosial atau pekerjaan yang signifikan. Timbulnya gejala biasanya
terjadi pada dewasa muda, dengan sekitar 0,4-0,6% dari populasi yang terkena.
Diagnosa didasarkan pada yang dilaporkan sendiri pasien pengalaman dan perilaku
yang diamati.
Ada banyak perkiraan sebagai penyebab terjadinya
skizofrenia, Studi menunjukkan bahwa genetika, lingkungan awal,
neurobiologi, proses psikologis dan sosial merupakan faktor penyumbang penting.
Perkiraan penyebab skizofrenia yang
berasal dari segi fisik yang pertama adalah berasal dari faktor genetik atau
faktor keturunan, hal ini telah dibuktikan dengan penelitian tentang keluarga
penderita skizofrenia. Potensi untuk mendapatkan skizofrenia tidak langsung
diturunkan melalui gen resesif, potensi ini mungkin kuat tapi mungkin lemah
sebab selanjutnya juga akan tergantung pada lingkungan individu apakah akan
menjadi skizofrenia atau tidak. Sama seperti penderita diabetes mellitus
walaupun ia adalah resesif diabetes namun jika ia dapat menjaga pola hidup yang
sehat maka ia tidak akan menderita diabetes. Selanjutnya adalah kelainan
susunan syaraf pusat, yang terletak pada diensefalon atau kortex otak, kelainan
tersebut mungkin disebabkan oleh perubahan postmortem.
Penelitian psikiatri saat ini
difokuskan pada peran neurobiologi, tapi tidak ada penyebab organik tunggal
telah ditemukan. Sebagai hasil dari kombinasi banyak kemungkinan gejala, ada
perdebatan tentang apakah diagnosis merupakan suatu kelainan tunggal atau
sejumlah sindrom diskrit. Untuk alasan ini, Eugen Bleuler disebut penyakit
schizophrenias (jamak) ketika ia menciptakan nama itu. Meskipun etimologinya,
skizofrenia adalah tidak sama dengan gangguan identitas disosiatif, sebelumnya
dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda atau kepribadian ganda, yang telah
keliru bingung.
Peningkatan dopamin aktivitas di
jalur mesolimbic otak secara konsisten ditemukan pada individu skizofrenia.
Andalan pengobatan obat antipsikotik, obat jenis ini terutama bekerja dengan
menekan aktivitas dopamin. Dosis antipsikotik yang umumnya lebih rendah
daripada di dekade awal penggunaan mereka. Psikoterapi, dan rehabilitasi
kejuruan dan sosial juga penting. Dalam kasus yang lebih serius - di mana ada
resiko untuk diri dan orang lain - rawat inap paksa mungkin diperlukan,
walaupun tetap rumah sakit kurang sering dan untuk waktu yang lebih pendek
daripada mereka di masa sebelumnya.
Kelainan ini diduga terutama
mempengaruhi kognisi, tetapi juga biasanya memberikan kontribusi untuk masalah
kronis dengan perilaku dan emosi. Orang dengan skizofrenia cenderung memiliki
tambahan (komorbiditas) kondisi, termasuk depresi mayor dan gangguan kecemasan;
terjadinya penyalahgunaan zat seumur hidup adalah sekitar 40%. Masalah sosial,
seperti jangka panjang, kemiskinan pengangguran dan tunawisma, yang umum.
Selanjutnya, rata-rata harapan hidup orang dengan gangguan tersebut adalah 10
sampai 12 tahun kurang daripada mereka yang tidak, karena meningkatnya masalah
kesehatan fisik dan tingkat bunuh diri lebih tinggi.
Ada
beberapa ahli yang menjelaskan mengenai teori psikogenik yang pertama
adalah teori Adolf Meyer, menurut meyer skizofrenia merupakan suatu reaksi yang
salah, suatu maladaptasi, oleh karena itu timbul suatu disorganisasi
kepribadian dan lama-kelamaan orang itu menjauhkan diri dari kenyataan
(otisme). Kemudian teori Sigmund Freud, menurut Freud dalam skizofrenia
terdapat kelemahan ego, yang dapat timbul karena penyebab psikogenik maupun
somatik, superego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi dan Id yang
berkuasa serta terjadi suatu regresi ke fase narsisisme.
Gejala-gejala
skizofrenia dibagi menjadi dua yaitu gejala primer dan gejala sekunder,
gejala primer diantaranya gangguan proses pikiran (bentuk,langkah dan isi
pikiran), gangguan afek dan emosi, gangguan kemauan, banyak penderita dengan
skizofrenia mempunyai kelemahan kemauan. Mereka tidak dapat mengambil keputusan
dan tidak dapat mengambil tindakan dalam suatu keputusan. Dan yang terakhir
adalah gejala psikomotor juga dinamakan gejala katatonik atau gangguan
perbuatan. Kemudian gejala sekunder yang terdiri dari waham, waham yang
diderita penderita skizofrenik sering tida logis dan bizar. Tetapi penderita
tidak memahami hal tersebut dan menganggap bahwa wahamnya merupakan fakta dan tidak
dapat diubah oleh siapapun. Gejala sekunder yang kedua adalah halusinasi, pada
skizofrenia halusinasi timbul tanpa ada penurunan kesadaran dan hal ini
merupakan suatu gejala yang hampir tidak dijumpai pada keadaan lain. Paling
sering pada skizofrenia adalah halusinasi pendengaran, halusinasi penciuman,
halausinasi citarasa atau halusinasi taktil (singgungan).
Kraepelin
membagi skizofrenia mejadi beberapa jenis:
1. Skizofrenia kompleks, gejala
utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan.
2. Jenis bebefrenik, gejala yang
menonjol adalah gangguan proses berfikir, gangguan kemauan dan adanya
depersonalisasi atau double personality.
3. Jenis katatonik, biasanya akut
dan didahului oleh stress emosional, dapat terjadi stupor katatonik (penderita
tidak menampakkan sama sekali ketertarikannya terhadap lingkungannya) dan gaduh
gelisah katatonik ( terdapat hiperaktifitas motorik, tetapi tidak disertai
emosi yang semestinya dan tidak dipengaruhi rangsangan dari luar).
4. Jenis paranoid, gejala-gejala
yang menyolok adalah waham primer disertai dengan waham-waham sekunder dan
halusinasi.
5. Episoda skizofrenia akut,
gejala skizofrenia muncul mendadak sekali dan pasien seperti dalam keadaan
mimpi. Dalam keadaan ini seakan-akan dunia luar dan dirinya sendiri berkabut.
6. Skizofrenia residual gejala
yang menyolok adalah gangguan afek dan emosi, gangguan pikiran dan kemauan.
7. Jenis skizo-afektif disamping
gejala skizofrenia menonjol pada saat bersamaan juga gejala depresi atau gejala
mania.
Jenis
Skizofrenia
a. Paranoid
Skizofrenia
Jenis skizofrenia dimana
penderitanya mengalami bayangan dan khayalan tentang penganiayaan dan kontrol
dari orang lain dan juga kesombongan yang berdasarkan kepercayaan bahwa
penderitanya itu lebih mampu dan lebih hebat dari orang lain.
b. Skizofrenia
Tidak Teratur
Jenis skizofrenia yang sifatnya
ditandai terutama oleh gangguan dan kelainan di pikiran. Seseorang yang menderita
skizofrenia sering menunjukkan tanda tanda emosi dan eksspressi yang tidak
esuai untuk keadaan nya. Halusinasi dan khayalan adalah gejala gejala yang
sering dialami untuk orang yang mederita skizofrenia jenis ini.
c. Katatonia
Skizofrenia
Jenis skizofrenia yang ditandai
dengan berbagai gangguan motorik, termasuk kegembiraan ekstrim dan pingsan.
orang yang menderita bentuk skizofrenia ini akan menampilkan gejala negatif:
postur katatonik dan fleksibilitas seperti lilin yang bisa di pertahankan dalam
turun waktu yang panjang.
d. Dibedakan
Skizofrenia
Jenis skizofrenia dimana
penderita penyakitnya memiliki delusi, halusinasi dan perilaku tidak teratur
tetapi tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia paranoid, tidak teratur, atau
katatonik
e. Sisa
Skizofrenia
Skizofrenia sisa akan di
diagnosis ketika setidaknya epsiode dari salah satu dari empat jenis
skizofrenia yang lainnya telah terjadi. Tetapi skizofrenia ini tidak mempunyai
satu gejala positif yang menonjol.
Jenis-
jenis pengobatan pada skizofrenia:
1. Farmakologi, pemberian
neroleptika dosis rendah untuk skizofrenia menahun sedangkan dosis yang lebih
tinggi diberikan pada penderita dengan psikomotorik yang meningkat.
2. Terapi elektro-konvulsi (TEK)
terapi konvulsi dapat memperpendek serangan skizofrenia dan mempermudah kontak
dengan penderita.
3. Terapi koma insulin, bila
diberikan pada permulaan penyakit, maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
4. Psikoterapi dan rehabilitasi,
psikoterapi yang dilakukan berbentuk suportif individual atau kelompok serta
bimbingan yang praktis dengan maksud untuk mengembalikan penderita ke
masyarakat.
5. Lobotomi prefrontal, dilakukan
bila terapi lain secara intensif tidak berhasil dan bila penderita sangat
mengganggu lingkungannya.
Pengobatan pada skizofrenia tidak
dapat sempurna sembuh tetapi dengan pengobatan dan bimbingan yang baik
penderita dapat ditolong untuk berfungsi terus, bekerja sederhna dirumah
ataupun diluar rumah. Keluarga atau orang lain dilingkungan penderita diberi
penerangan (manipulasi lingkungan) agar mereka lebih sabar menghadapinya.
Sumber
:
Langganan:
Komentar (Atom)



