Cari Blog Ini

29 Januari 2012

PSIKOLOGI BELAJAR

Belajar
a. Definisi Belajar
Belajar merupakan proses ( membutuhkan waktu sampai ada hasilnya) adaptasi perilaku yang bersifat progresif (kearah yang lebih sempurna) (Skinner)
Belajar membawa perubahan dalam performance akibat dari perubahan adalah latihan (usaha individu yang belajar) (Mc Geoch ).
Beberapa hal tentang belajar
         Suatu proses sehingga adanya perubahan perilaku
             (kognitif, afektif, psikomotorik)
         Perubahan bersifat actual (nampak), tetapi juga dapat besifat potensial yang tidak Nampak pada saat itu tetapi akan namapk dilain kesempatan.
         Relatif  permanen (lama), menetap terus sampai satu waktu berubah karena belajar
         Perubahan prilaku baik yang actual maupun yang potnsial yang merupakan hasil belajar adalah hasil latihan dan pengalaman.
b. Belajar Sebagai Suatu Proses.
Karena belajar merupakan suatu proses maka dalam belajar adanya masukan, yaitu yang akan doproses dan adnya hasil yang dari proses tersebut dan prose situ sendiri. Hal ini dapat digambarkan pada skema berikut.

Masukan (input) -à proses à hasil (output)

Beberapa sifat proses belajar :
1.      Belajar merupakan suatu interaksi antera anak dan lingkungan
2.      Belajar berarti berbuat
3.      Belajar berarti mengalami.
c. Belajar sebagai suatu system
      Faktor yang mempengaruhi belajar
      Masukan mentah : individu yang belajar
      Masukan instrumental : berupa perangkat lunak maupun perangkat keras
      Masukan lingkungan : menyangkut lingkungan fisik mapupun lingkungan sosial
      Masukan mentah
            merupakan individu belajar dan ini kan mempunyai peranan yang besar dalam berhasil tidaknya dalam belajar
            1. segi kejasmanian
            2. segi psikologis
  1. Segi kejasmanian
            dibutuhkan jasmani yang baik, dalam arti keadaan jasmaniahnya sehat, tidak mengalami gangguan.
2.  Segi psikologis
            beberapa aspek dalam segi psikologis adalah yang berkaitan dengan proses dan hasil belajar adalah mengenai persepsi, ingatan, intelegensi, perasaan atau emosi, dan motivasi.
      Persepsi yang kurang tepat mengenai apa yang dipelajari akan membawa hasil belajar yang kurang baik
      Intelegensi, yang banyak berperan dalam hal belajar. Ada korelasi yang cukup tinggi antara intelegensi dengan hasil belajar.
      Motivasi, sangat besar peranannya dalam belajar. Tidak jarang hasil belajar kurang baik bukan karena intelegensi yang kurang tapi motivasi kurang mendukung
Menurut Tolman (Hergenhan, 1976)  : variabel yang ada pada diri individu yang berpengaruh pada belajar adalah :
a. Heredity
b. Age
c. previous training
d. Special endocrine
e. Drug or vitamin conditions
d. Teori-teori belajar
a.  Teori  belajar berorentasi pada teori  Behaviorisme
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental.
Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya :


1. Teori belajar asosiatif ivan Pavlov
Pavlov menyimpulkan bahwaprilaku dapat dibentuk mlalui kindisioning atau kebiasaan.

2.  Teori  Thorndike.
 Dalam belajar itu dapat di kemukakan adanya beberpa hukum yaitu hukum kesiapan, hukum latihan dan hukum efek. Menurut hukum ini belajar agar menghasilkan hasil yang baik perlu kesiapan, dan juga latihan. Jika sering dilatih dapat doprediksikan hasilnya akan lebih baik dibandingkan dengan tidak adanya latihan.

3. Operant Conditioning menurut B.F. Skinner
 Menurut skinner dalam kondisioning opera nada dua prinsip yaitu :
a. setiap respon yang diikuti oleh reward (merupakan reinforcing stimuli) akan cenderung diulangi.
b. reward yang merupakan reinforcing stimuli akan meningkatkan kecepatan terjadinya respon.
b. Teori belajar berorientasi pada aliran kognitif
Teori ini berorientasi pada aliran kognitif yang dirintis oleh kohier.  Kohier mengatakan bahwa hewan coba dalam belajar memecahkan masalah adalah dengan insight ( insightfull learning.). walaupun demikian Kohier tidak mengingkari adanya trial and error dalam memecahkan masalah seperti yang dikemukakan oleh Thorndike. Tetapi menurut Kohhier dalam memecahkan masalah yang penting adalah insight (wawasan).


Tidak ada komentar: