Cari Blog Ini

12 Januari 2011

Pawai 17'san di daerahku

 


rombongan baju adat dari berbagai suku.

Peringatan hari kemerdekaan RI selalu menjadi momentum diselenggarakannya beberapa lomba. salah satu lomba yang selalu di selenggarakan di kecamatan Kalidoni palembang adalah Pawai.
banyak orang berpartisipasi dalam acara ini. bahkan acara Pawai ini merupakan acara yang sangat dinantikan oleh masyarakat yang berada diwilayah kecamatan Kalidoni dan sekitarnya. peserta pawai adalah anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP &; SMA serta perwakilan setiap RT yang 


berada dikawasan Kecamatan Kalidoni.  Para peserta pawai diwajibkan mengenakan berbagai jenis costum unik, karena salah satu point penilaian juri pada lomba pawai ini juga adalah keunikkan dan keragaman serta kreatifitas yang di suguhhkan oleh para peserta dari masing-masing kelompok.
(rombongan para guru)

Dalam setiap regu biasanya menyajikan keunikkan keunikkan tersendiri,Dalam suatu regu pesertanya umumnya mencapai ratusan orang, mereka mengenakan berbagai kostum seperti pakaian adat dari berbagai suku diindonesia, kostum tari-tarian, kostum pejuang, ada yang mengenakan baju profesi seperti dokter, perawat, pilot, pegawai, guru, badut, dsb. ada pula yang menjadi artis, menjadi miss universe, atlet berbagai jenis olahraga,,wisudawan, pak haji,  tentara, teroris, tahanan, bahkan sebagian dari mereka ada yang menjadi pocong, kuntilanak, vamvire, drakula, dan biasanya yang paling heboh adalah para banci pawai alias para lelaki yang berdandan ala perempuan pada pawai. Salah satu yang menarik pada pawai biasanya ada orang-orang yang mengenakan kostum tertentu sambil menyarakan protes, kritikan dan aspirasi-aspirasinya pada pemerintah. misalnya saja seseorng yang mengenakan jas, membawa koper, membawa uang palsu dengan jumlah yg banyak, berperut buncit yang dipunggungnya digantung tulisan "mau cepet kaya, makanya korupsi!!!". 
                                                                                     
                                                    ( foto: pasukkan baris berbaris SMP N 37 PALEMBANG)

Dalam pawai juga biasanya ada kreasi-kreasi unik yang oleh para peserta, misalnya,sepeda yang dihias menjadi beragam bentuk, serta tiruan dari berbagai hal seperti jembatan ampera, rumah limas, nyamuk, kerbau, istana, berbagai bentuk patung,dsb, yang semuanya diarak dari bom sei. lais sampai ke intirub ( jln may zen kalidoni Palembang). 
Dayak modern dari SD N 208


SMP N 37 ( sering menjuarai fawai ini )
Semua masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan antara bom lais sampai ke intirub untuk menyaksikan pawai. Lalu lintas berhenti untuk sementara. Biasanya Pawai ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam saja. pawai biasanya dimulai pada pukul 14.00. Para peserta pawai berangkat dari Boom lais menuju ke intirub. Bagi para peserta berpartisipasi dalam pawai merupakan hal yang sangat menyenangkan meskipun harus berjalan dibawah terik matahari dengan jarak yang lumayan jauh, kuarang lebih 5 km, kalau saya tidak salah. Rombongan yang pertamaa berjalan adalah rombongan maching band, yang diiringi dengan pasukan pengibar bendera dengan atribut yang lengkap yang berasal dari berbagai sekolah yang sengaja di pilih. Kemudian disusul oleh para peserta lomba Fawai yang berangkat sesuai dengan nomor urut. Dan diakhiri dengan kesenian kuda lumping dan Barongan, yang biasanya membuat banyak nak kecil jadi ketakutan, tapi penasaran. Pawai semacam ini telah menjadi puncak perayaan HUT RI diperkirakan sejak thn 70an. Wah, bahkan saya belum lahir pawai ini udah ada. Bisa dikatakan bahwa pawai ini telah menjadi Budaya masyarakatkec  kalidoni dan rutenya memang seperti itu.


Nah,sekedar share tanpa bermaksud menyombongkan diri (^_^'), saya sendiri langganan ikut menjadi salah seorang peserta Fawai, dan sudah sering merasakan manisnya kemenangan. Kali pertama saya ikut Pawai ketika duduk dibangku sekolah dasar, saat itu saya mengenakan pakaian adat palembang, perasaan saya sangat senang, walaupun saya merasa ribet harus berjalan jauh mengenakan pakain seperti itu. Semangatnya sangat terasa sekali, melihat keramaian dan riuh sambutan penonton disepanjang jalan. haus, capek, pegel, panas, rasanya seolah tertutupi dengan kegembiraan dan semangat. sayangnya pada tahun 2010 kemarin, pawai tidak diselenggarakan karena bertepatan dengan bulan ramadhan, karena masyarakat kalidoni mayoritas muslim, nggak mungkinkan puasa-puasa mau pawai, duhh... bisa-bisa batal puasanya.....
Nah temen-temen yang penasaran mau lihat pawai kita,langsung saja datang kesini dan  dapat saksikan sendiri pada perayaan HUT negara kita tercinta, INDONESIA. Pasti seru dan menarik, semua orang bergembira. (AA. rillis)


maaf kalau ada salah2 kata...
^_^"
  

Tidak ada komentar: