Wah, kali ini saya sangat tertarik membahas tentang suicidal self injury atau biasa disebut self injury. Ada banyak pertanyaan dibenak saya mengenai kelainan psikologis ini, saya akan coba bahas satu persatu, walau informasi nya belum cukup jelas.
Pertama mari kita mengenal apa yang dimaksud self injury itu?
Self Injury
Hingga saat ini tidak terdapat kesepakatan secara internasional mengenai definisi self injury. Secara ringkas self injury didefinisikan sebagai mekanisme coping yang digunakan seorang individu untuk mengatasi rasa sakit secara emosional atau menghilangkan rasa kekosongan kronis dalam diri dengan memberikan sensasi pada diri sendiri. Self injury merupakan mekanisme coping yang kejam dan merusak namun banyak orang melakukannya karena memang mekanisme tersebut bekerja dan bahkan bisa menyebabkan kecanduan. Dalam pendefinisian lain dikatakan bahwa self injury merupakan segala tindakan melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja tanpa adanya maksud membunuh dirinya ataupun tidak berhubungan dengan kepentingan estetika (misal tato) dan sanksi sosial dengan tujuan membebaskan diri dari distres emosional.
Kira-kira mengapa yah, seseorang melakukan self injury?
Rasa sakit secara fisik lebih mudah dihadapi ketimbang sebab sakit secara fisik nampaknya lebih nyata. Nyeri fisik dapat membuktikan pada seseorang bahwa rasa sakit yang dirasakan secara emosional memang benar dan nyata. Perilaku ini dapat membawa ketenangan dan membangunkan seseorang. Namun demikian self injury hanya menyebabkan pembebasan yang bersifat sementara dan tidak mengatasi akar permasalahannya. Hingga akhirnya seseorang yang pernah melakukannya akan memiliki kecenderungan untuk mengulanginya dengan peningkatan pada frekuensi dan derajat kerusakan secara fisik yang ditimbulkannya.
Tindakan mengambil pisau kemudian digunakan untuk diiriskan pada tubuh sendiri kemudian memperhatikan darah yang mengalir dari luka tersebut mungkin merupakan tindakan yang tidak terbayang dapat dilakukan oleh seseorang. Namun dalam kenyataannya beberapa orang melakukannya. Tindakan ini dilakukan tidak dengan tujuan bunuh diri tetapi sebagai suatu cara untuk melampiaskan emosi-emosi yang terlalu menyakitkan untuk diekspresikan dengan kata-kata oleh karena itu maka self injury dibedakan dari bunuh diri walau keduanya sama-sama menyebabkan luka fisik pada tubuh. Perilaku ini bertujuan untuk mencapai pembebasan dari emosi yang tak tertahankan, perasaan bahwa dirinya tidak nyata, dan mati rasa.
Seperti apa bentuk-bentuk self injury itu??
Self injury atau self harm ternyata dibedakan menjadi dua, yaitu self injury direct (secara langsung) dan self injury indirect( secara tidak langsung).
· Self injury direct:
Mengiris/menggores dan membakar kulit adalah bentuk-bentuk self injury yang paling umum. Biasanya mereka menggunakan silet, pisau, pecahan kaca, atau alat-alat tajam lainnya-bahkan tutup botol dll, awalnya mereka membuat irisan dangkal pada lengan atau tungkai. Tindakan ini di kalangan para pelakunya dikenal sebagai “cutting” dan pelaku self injury yang secara rutin melakukannya dikenal sebagai seorang “cutter”. Luka iris multipel yang terlokalisasi tersebut biasanya memiliki kemiripan satu sama lain dalam arti terpola dan hal ini merupakan ciri khas dari “cutting”. Pada keadaan yang lebih jarang dijumpai, perilaku ini meliputi juga pemotongan pada bagian tubuh tertentu, misalnya saja payudara dan organ kelamin. Contoh self injury lainnya meliputi:
· Meninju, memukul, dan mencakar diri sendiri
· Menggigit tangan, lengan, bibir, atau lidah
· Menggaruk-garuk kulit sampai berdarah
· Mengutak-atik luka yang sedang dalam proses penyembuhan
· Mememarkan tubuh lewat kecelakaan yang sudah direncanakan sebelumnya
· Membakar diri baik dalam bentuk ringan misal dengan rokok atau pembakaran tubuh secara luas.
· Menusuk diri sendiri dengan kawat, peniti, paku, pulpen, dan lainnya.
· Mematahkan tulang-tulang mereka sendiri
· Mencungkil mata
· Menelan bahan kimia korosif, baterai, peniti, dan benda lainnya.
· Pada beberapa kasus juga dilaporkan pelaku meracuni dirinya sendiri secara berulang.
· Self injury indirect :
Bertahan pada hubungan yang penuh dengan kekejaman dan penganiayaan adalah salah satu hal yang dapat digolongkan pada self injury yang tidak langsung, mengambil resiko berbahaya yang sebenarnya anda tahu, bahwa nanti anda akan terluka. Merokok tidak termasuk self harm karena merokok tidak mengakibatkan sakit yang segera. Anorexia juga bukan termasuk self injury karena anorexia tujuannya ingin kurus, bukan rasa sakit. Yang dapat digolongkan self injury adalah hal-hal yang anda tahu akan menyebabkan anda sakit/ terluka dengan segera namun masih tetap anda lakukan.
Benarkah persepsi masyarakat yang menganggap jika self injury ini hanyalah untuk mencari perhatian orang lain??
Kesalahan konsepsi yang lazim dijumpai dalam self injury adalah bahwa masyarakat umum menganggap bahwa tindakan ini dilakukan oleh pelakunya untuk mencari perhatian semata. Sedangkan dalam kenyataannya, banyak pelaku self injury yang sangat menyadari keberadaan luka dan parut pada tubuh mereka dan umumnya mereka berusaha menyembunyikannya dari orang lain. Jika dipertanyakan oleh orang lain bagaimana mereka memperoleh luka-luka tersebut maka biasanya mereka menjawab bahwa luka-luka tersebut diperoleh dengan cara lain misalnya saja kecelakaan dan biasanya mereka menyembunyikannya dengan cara menggunakan baju yang sangat tertutup.
Apa ya, yang menyebabkan kelainan ini terjadi?
Penyebabnya antara lain :
Deperesi, pikiran yang kacau, perasaan sendirian, kesepian, tidak mendapatkan pengakuan/ penerimaan dari lingkungan, perasaan takut terhadap apapun, kekesalan yang tak dapat diluapkan, perasaan tertekan, pengalaman pahit masa lalu, penderitaan, ketidak berdayaan, kecemasan berlebih terhadap masa depan, kurang dimengerti, penderitaan yang mendalam disebabkan apapun, kehilangan, penyesalan, diabaikan, serta masalah kehidupan mulai dari masalah keuangan, hubungan, pekerjaan,dsb.
Sebenarnya tidak ada penderita self harm ini yang benar-benar sendirian, ia pandai menyembunyikan hal ini terhadap lingkungannya, merasa sepi walau dikelilingi banyak orang, karena orang lain mungkin tidak paham terhadap apa yang mereka rasakan, ketidakmampuan kita memahami mereka akan semakin memperburuk keadaan mereka. Sedikit sekali orang dapat memahami hal ini, karena bagi orang normal kebiasaan mereka itu sangat mengerikan. Sebenarnya bagi para penderita kelainan ini, self harm dapat membantu mereka untuk lebih relax, tenang dan merasa benar-benar hidup saat memotong bagian tubuhnya. Karena ketika mereka menyakiti fisiknya, tubuhnya akan memproduksi ‘endorphins’ yang menciptakan perasaan positif yang membuat mereka merasa lebih baik.
Nah, apakah pembaca merupakan salah seorang penderita self harm??
Jangan khawatir, anda dapat menghentikan kecanduan akan menyakiti diri sendiri itu dengan berbagai terapi, terapi cognitive misalnya. Sedangkan pada kasus yang berat anda mngkin memerlukan “antidepressant”. Anda juga dapat memilih alternative lain untuk menghindari self harm misalnya :
pada keadaan marah cobalah untuk berlari atau menari dengan cepat, memukuli bantal, berteriak, melempar barang, atau mematahkan pensil
jika anda merasa kosong dan anda butuh untuk merasakan sesuatu cobalah mandi dengan air dingin, menggenggam es batu kuat-kuat, makan cabe dll.
Jika anda ingin menenangkan diri, cobalah menggambar sesuatu, menulis atau mandi, bermeditasi dsb.
Anda harus mulai membuka diri anda, ceritakan masalah yang anda hadapi pada orang yang anda percaya. Cobalah!
OK Demikian sedikit pembahasan mengenai self harm, semoga bermanfaat!
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar